Web DPR Diretas Ribuan Kali
Katanya solusinya: asah skill IT di tiap institusi.
Saya cuma bisa senyum miris.
Masalahnya bukan di skill anak IT-nya.
Masalahnya ada di mindset pejabat dan sistem bancakan anggaran proyek IT dari zaman baheula.
Saya pernah bikin list website kementerian tahun 2025.
Mayoritas tampilannya usang, struktur sistemnya lemah, dan user experience-nya bikin frustasi.
Kenapa? Karena IT itu dianggap cuma alat tempelan buat presentasi menteri.
Saya pribadi pernah ngobrol dengan banyak teman yang jadi kontraktor dan subkon proyek pemerintah.
Mereka tahu betul:
Yang penting bukan kualitas.
Tapi bisa disetujui anggarannya.
Makanya kita masih lihat acara peresmian sistem digital pakai nempelin telapak tangan di layar.
Padahal sistemnya belum tentu jalan.
Di industri tech, kami sudah bicara soal:
- Infrastructure on Cloud yang bisa auto-scale
- Automation buat zero downtime
- Security dan data governance
- Agile practice dan continuous improvement
- Data Reporting Real-time
- Ai-First
Tapi institusi publik kita masih sibuk dengan RFP yang ditulis kayak proposal jaman 2005.
Bung, kita ini bukan kekurangan talenta. Bahkan talenta tech kita sangat berlimpah.
Banyak anak-anak tech sekarang sudah ngerti best practice.
Yang kurang cuma satu:
Kemauan politik dan keseriusan dari pejabat publik.
Jadi kalau bilang “skill IT harus diasah”,
Boleh, tapi tolong: mulai juga dari atas, seperti bapak anggota DPR ini.
3 hal dari saya kalau kamu merasa ini relate:
🟡 **Mau belajar personal branding** biar gak cuma jago teknis, tapi juga punya suara → Program ini buat kamu https://lnkd.in/gE649UPY





