Pasukan Hijau: Kekuatan 1,5 Juta di Jabodetabek
Beberapa hari terakhir, kita kembali melihat fenomena unik di jalanan.
Bukan demo buruh, bukan mahasiswa, tapi pasukan hijau: ojek online.
Solidaritas mereka luar biasa.
Ketika ada rekan yang jadi korban represif aparat sampai meninggal, berita itu beredar begitu cepat di grup WhatsApp paguyuban ojol. Dan seketika, jalanan protokol Jakarta dihijaukan ribuan driver.
Di situ saya tersadar: betapa besar kekuatan mereka.
Berapa Jumlahnya?
Saya coba riset kecil-kecilan.
Estimasi 2025, total ojol roda dua di Jabodetabek mencapai ~1,5 juta orang.
Kalau stadion GBK menampung 78 ribu orang, artinya butuh 20 stadion GBK untuk menampung semua ojol Jabodetabek.
Rinciannya (estimasi):
- Gojek: ±780 ribu driver
- Grab: ±600 ribu driver
- Maxim: ±75 ribu driver
- ShopeeFood: ±45 ribu driver
Lebih Dekat ke Kita
Pernah kebayang nggak?
Orang yang tiap hari nganterin kita ke kantor, nganterin anak sekolah, ngirim makanan, bahkan belanja harian—
Kalau dikumpulkan jumlahnya bisa memenuhi 20 kali stadion GBK.
Mereka bukan sekadar pekerja harian.
Mereka adalah komunitas dengan solidaritas tinggi, yang bisa mobilisasi cepat—bahkan lebih solid daripada banyak organisasi formal.
Kenapa Ini Penting?
Karena tanpa disadari, kekuatan ini jadi faktor yang harus dijaga perusahaan ride-hailing.
Apalagi beberapa perwakilan driver mulai sadar dengan posisi tawar mereka, dan berani menuntut kesejahteraan yang lebih baik.
Fenomena ini unik:
Teknologi yang awalnya sekadar platform transportasi, akhirnya melahirkan komunitas militan dengan identitas, solidaritas, dan kekuatan sosial.
Dan di saat banyak sektor kerja tercerai-berai, para ojol justru menunjukkan bahwa solidaritas itu bisa nyata, bisa jadi senjata.
Refleksi
Model kebersamaan seperti ini bisa jadi inspirasi di bidang lain: UMKM, kesehatan, komunitas digital.
Hanya saja, gelombang trust seperti satu dekade lalu sudah mulai hilang.
Mungkin yang kita butuhkan bukan hanya aplikasi baru, tapi kebersamaan baru yang sama2 mencari rezeki.
Apa pendapat kamu soal kekuatan pasukan hijau ini?
Apakah bisa jadi role model solidaritas di sektor lain?





