Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Superapp SAPA UMKM: Teknologi Tak Selesaikan Birokrasi

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Superapp SAPA UMKM: Teknologi Tak Selesaikan Birokrasi

Superapp SAPA UMKM: Solusi atau Sekadar Mimpi?

Katanya, sebentar lagi pemerintah akan meluncurkan superapp SAPA UMKM.
Targetnya? 40 juta UMKM masuk ke sistem ini.

Tujuannya mulia: semua izin, sertifikat, produk lintas kementerian bisa dipercepat lewat satu aplikasi.
Kedengarannya keren. Seperti tukang sulap.
Bim salabim, semua jadi cepat.
Tapi… benarkah?

Tidak cukupkah 27 ribu aplikasi yang dulu pernah dibangun oleh semua kementerian, lembaga, dan daerah?
Sudah cukup lah para menteri dan pejabat ini bikin-bikin lagi.
Karena ujung-ujungnya, ya jadi bancakan saja.

OSS: Satu Sistem, Banyak Pintu
Kita sudah punya contoh: OSS (Online Single Submission).
Sistem ini digadang-gadang sebagai “satu pintu” digital untuk perizinan usaha.

Faktanya?

  • Sistem sering error.
  • Kalau tidak ada akses orang dalam, siap-siap sabar ekstra.
  • Pengalaman dulu urusan izin apotek atau PSEF bisa makan waktu mingguan, bahkan bulanan.

Pengalaman pribadi saya:
OSS yang harusnya powerful, ternyata tetap tidak bisa menembus birokrasi panjang di belakangnya.

Masalah Bukan di Teknologi
Sekarang muncul lagi superapp baru, SAPA UMKM.
Tapi jujur, rasanya basi.

Karena digital transformation itu tidak bisa dimulai dari teknologi.
Di balik teknologi, ada manusia & mindset.
Kalau mindset masih sama, aplikasi secanggih apa pun hanya jadi “aplikasi-an baru” yang menumpuk.

Jadi, Mau Gimana Lagi?
Superapp bukan solusi instan.
Yang kita butuhkan bukan sekadar aplikasi baru, tapi perubahan pola pikir & tata kelola birokrasi.

Kalau tidak, kita hanya mengulang sejarah: bikin aplikasi baru, klaim besar, hasilnya sama.

Kalau kamu juga punya pengalaman atau insight soal birokrasi digital & transformasi UMKM, yuk ngobrol bareng.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

PHK Tokopedia dan Penjajahan Platform Asing
Ekosistem Tech Indonesia

27 Agu2 mnt

PHK Tokopedia dan Penjajahan Platform Asing

Tokopedia Layoff (Lagi): Kita Dijajah Model Baru Kita bangsa Indonesia pernah dijajah Belanda 350 tahun. Dan anehnya, sampai hari ini—kita masih sering jadi “budak” di negeri sendiri. Salah satu contohnya: Tokopedia…

Coretax Triliunan: COTS Asing, Subkon, Error
Ekosistem Tech Indonesia

25 Sep2 mnt

Coretax Triliunan: COTS Asing, Subkon, Error

Coretax: Proyek Triliunan yang Masih Bikin Pusing Kalau ngomongin Core Tax System (Coretax), ini sebenarnya bukan proyek baru. Mari kita tarik garis waktunya: 2018 – Pemerintah mulai inisiasi lewat Perpres 40/2018…

Founder Pewaris vs Perintis di Dunia VC Startup
Ekosistem Tech Indonesia

9 Agu2 mnt

Founder Pewaris vs Perintis di Dunia VC Startup

Perintis vs Pewaris. Startup juga begitu. Debat “perintis vs pewaris” lagi ramai di sosial media. Dan jujur, saya merasa ini nyambung banget dengan dunia startup. Karena di sini, kita juga sering melihat “startup…

Pelajaran PHK STY untuk Digitalisasi Indonesia
Ekosistem Tech Indonesia

24 Feb2 mnt

Pelajaran PHK STY untuk Digitalisasi Indonesia

PHK Shin Tae-yong = Startup & Digitalisasi Indonesia? Kok Mirip! Beberapa bulan lalu, Shin Tae-yong resmi dipecat dari Timnas Indonesia. Pelatih yang berjasa membawa Indonesia ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia ini…

Beberapa waktu lalu Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengumumkan kebijakan baru soal akse…
Ekosistem Tech Indonesia

13 Mar2 mnt

Beberapa waktu lalu Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengumumkan kebijakan baru soal akse…

Beberapa waktu lalu Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengumumkan kebijakan baru soal akses media sosial untuk anak-anak. Istilah yang dipakai menarik. Bukan “melarang media sosial”, tapi “menunda akses media sosial” untuk…

← Semua tulisan