Superapp SAPA UMKM: Solusi atau Sekadar Mimpi?
Katanya, sebentar lagi pemerintah akan meluncurkan superapp SAPA UMKM.
Targetnya? 40 juta UMKM masuk ke sistem ini.
Tujuannya mulia: semua izin, sertifikat, produk lintas kementerian bisa dipercepat lewat satu aplikasi.
Kedengarannya keren. Seperti tukang sulap.
✨ Bim salabim, semua jadi cepat.
Tapi… benarkah?
Tidak cukupkah 27 ribu aplikasi yang dulu pernah dibangun oleh semua kementerian, lembaga, dan daerah?
Sudah cukup lah para menteri dan pejabat ini bikin-bikin lagi.
Karena ujung-ujungnya, ya jadi bancakan saja.
OSS: Satu Sistem, Banyak Pintu
Kita sudah punya contoh: OSS (Online Single Submission).
Sistem ini digadang-gadang sebagai “satu pintu” digital untuk perizinan usaha.
Faktanya?
- Sistem sering error.
- Kalau tidak ada akses orang dalam, siap-siap sabar ekstra.
- Pengalaman dulu urusan izin apotek atau PSEF bisa makan waktu mingguan, bahkan bulanan.
Pengalaman pribadi saya:
OSS yang harusnya powerful, ternyata tetap tidak bisa menembus birokrasi panjang di belakangnya.
Masalah Bukan di Teknologi
Sekarang muncul lagi superapp baru, SAPA UMKM.
Tapi jujur, rasanya basi.
Karena digital transformation itu tidak bisa dimulai dari teknologi.
Di balik teknologi, ada manusia & mindset.
Kalau mindset masih sama, aplikasi secanggih apa pun hanya jadi “aplikasi-an baru” yang menumpuk.
Jadi, Mau Gimana Lagi?
Superapp bukan solusi instan.
Yang kita butuhkan bukan sekadar aplikasi baru, tapi perubahan pola pikir & tata kelola birokrasi.
Kalau tidak, kita hanya mengulang sejarah: bikin aplikasi baru, klaim besar, hasilnya sama.
Kalau kamu juga punya pengalaman atau insight soal birokrasi digital & transformasi UMKM, yuk ngobrol bareng.





