PHK Shin Tae-yong = Startup & Digitalisasi Indonesia? Kok Mirip!
Beberapa bulan lalu, Shin Tae-yong resmi dipecat dari Timnas Indonesia. Pelatih yang berjasa membawa Indonesia ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia ini akhirnya harus angkat koper. Alasannya? Target tidak tercapai.
Dan yang menarik, kondisi ini mirip dengan yang terjadi di dunia startup & teknologi.
- PHK di startup? Udah biasa.
- Korporasi tumbang? Ya udah sering dengar.
- Pemerintah bilang efisiensi? Itu artinya bakal ada yang dikorbankan.
Digitalisasi: Slogan atau Realita?
Masalah di sepakbola Indonesia itu bukan cuma soal pelatih. Sama seperti digitalisasi di Indonesia. Banyak yang bilang, "AI bakal jadi solusi, digitalisasi akan mempercepat birokrasi, layanan publik makin modern!"
Tapi kenyataannya?
-
Proyek digitalisasi negara = tumpang tindih Sampai hari ini integrasi antar kementerian & lembaga aja masih berantakan. Masing-masing bikin aplikasi sendiri, jalan sendiri, gak nyambung satu sama lain.
-
E-KTP yang harusnya jadi single identity = gagal total Sejak 2011 proyek ini dikerjakan dengan dana triliunan rupiah. 15 tahun berlalu, masih aja fotokopi KTP untuk urusan administrasi.
-
Sekarang mau bikin AI mirip DeepSeek? Mau bersaing bikin LLM? Udah benerin dulu tuh sistem digitalisasi dasar di negeri ini. Urusan integrasi data aja gak kelar-kelar, sekarang mau main AI?
Apa yang Bisa Kita Lakukan?
Di saat sistem masih karut-marut, satu-satunya cara adalah memperkuat komunitas dan ekosistem sendiri. Jangan berharap semuanya diberesin dari atas.
Kalau kamu anak tech, pebisnis digital, atau penggiat startup yang concern soal ini, yuk gabung di Tech Voice Indonesia (TVI). Di sini kita bisa saling diskusi, berbagi pengalaman, dan mencari solusi bareng untuk ekosistem digital yang lebih sehat.
💬 Pernah frustrasi dengan layanan digitalisasi Indonesia? Atau punya pandangan soal #indonesiagelap? Share di kolom komentar!
🚀 Mau ngobrol lebih lanjut? Join Tech Voice Indonesia di sini! https://bit.ly/4gZsWDx





