Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Data: Bonus Tersembunyi Produk Digital yang Bernilai

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Data: Bonus Tersembunyi Produk Digital yang Bernilai

Data adalah Bonus Tersembunyi dari Produk Digital Kita

Dulu, sekitar 12 tahun yang lalu…
CTO saya mengajak mikir lebih jauh:
“Produk kita udah jalan. Transaksi banyak.
Tapi... data-nya mau diapain nih bro?”

Waktu itu saya dikasih tanggung jawab buat mikirin:

  • Arah teknologinya,
  • Arsitektur datanya,
  • bahkan sampai roadmap tim data-nya.

Saya mulai eksplor.
500+ tabel. Jutaan data transaksi.
Masuk ke fase: data udah besar, harusnya bisa balik modal.
Jangan cuma jadi beban storage dan cloud cost.

Pertama2 bikin PoC dulu dengan very cheap execution dan cepat. Setelah bisa terlihat gambarannya, baru bangun yang proper.
Saya bangun tim:

  • data engineer,
  • data analyst,
  • data scientist,
  • BI,
  • software engineer.

Arahnya jelas:
→ data untuk insight bisnis internal
→ data sebagai peluang kolaborasi eksternal
→ data sebagai komoditas digital bernilai

Dan ini 12 tahun yang lalu.
Sekarang?
Masih banyak perusahaan yang belum “ngeh”.

Ngaku-ngaku data itu the new oil.
Tapi mindset-nya masih kayak air keran.

Raw data itu baru bernilai kalau diolah.
Lebih bernilai lagi kalau bisa bantu ambil keputusan.
Dan paling bernilai kalau bisa dimakan AI.
Itulah yang sekarang sedang dinikmati negara-negara maju.

Sayangnya, kita masih sibuk:

  • Tambah fitur
  • Ubah UI
  • Scale produk

Tapi lupa: aset paling mahal ada di belakang layar.
Yaitu: data.

Kalau kamu punya sistem informasi/ software /produk digital, sudah mikirin potensi datanya belum?
Yuk ngobrol.

Saya pernah bangun ini dari nol.
Dan saya masih punya tim dengan pengalaman panjang mengubah data jadi masa depan perusahaan. DM saja sekarang kalau mau tanya2 dulu!

or book waktu ngobrol disini https://lnkd.in/gAgWpHAS

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Masuk

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

← Semua tulisan