Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Coretax dan Gelapnya Standar Proyek IT Negara

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Coretax dan Gelapnya Standar Proyek IT Negara

Purbaya Lagi-lagi “Ngegas” — Kali Ini Soal Coretax: “Seperti Dibikin Anak SMA.”

Kalimat ini viral. Tapi jujur, buat yang lama di dunia IT,
kita cuma bisa angguk pelan dan bilang:
“Ya, memang begitu kenyataannya.”

Karena proyek IT di pemerintahan itu… gelap dan abu-abu.
Bukan rahasia.
Kalau proyek jalan tol, rel kereta, atau jembatan, satuannya jelas — per kilometer, per meter, per ton.
Tapi kalau proyek IT?
Harga bisa tembus puluhan miliar, disunat 90%,
dan sisa 10%-nya dikasih ke vendor kecil yang programmer-nya bisa dihitung jari.
Dibayar UMR, diminta hasil “setara Silicon Valley.”

Jadi jangan heran, website kementerian dan aplikasi pemerintah kita tampilannya begitu-begitu aja.
Terakhir yang heboh — situs 20.000 magang Kemnaker — baru buka beberapa jam, langsung tumbang.
Komentar warganet: “Ini beneran buatan anak magang, ya?”
Ironisnya, Pak Purbaya kali ini cuma ngomong lantang apa yang selama ini kita pikir diam-diam.

Tapi mau vendor luar atau lokal, sama aja, Pak.
Saya sempat ngumpulin teman-teman vendor IT di komunitas Tech Voice Indonesia.
Mereka bilang:
Kami terlalu lapar, jadi semua proyek dijabanin. Asal jadi. Asal masuk.”

Masalahnya, mindset ini akhirnya bikin kita tidak punya standar kualitas nasional.
Tidak ada benchmark seperti ISO, CMMI, atau minimal framework evaluasi software.
Kalau proyek infrastruktur bisa dinilai dari kuatnya beton,
proyek IT mestinya bisa dinilai dari arsitektur sistem, security, maintainability, dan scalability.

Dan yang bikin makin miris:
kasus paling fatal justru di tempat paling sakral — Direktorat Jenderal Pajak.
Sistem Coretax, jantung penerimaan negara,
ternyata rapuh sampai disebut “seperti bikinan anak SMA.”
Padahal yang mengawasi proyek ini dulu selevel Bu Sri Mulyani dan Pak Luhut.
Artinya, masalahnya bukan di atas kertastapi di akar sistem.

Jadi kalau kita mau jujur,
Indonesia perlu segera punya standardisasi kualitas proyek IT nasional.
Supaya nilai proyek bisa diukur secara objektif,
dan tidak semua software dinilai dari siapa vendor-nya, tapi dari mutu hasilnya.
O ada tuh sekarang namanya Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), hmmm ya ya 😉

Buat teman-teman yang kerja di dunia tech, vendor, atau konsultan IT —
ayo kita dorong diskusi ini lebih serius.
Karena kalau kita diam,
nanti yang dinilai “kayak bikinan anak SMA” bukan cuma Coretax —
tapi seluruh industri IT kita.

💬 Yuk ngobrol bareng di Tech Voice Indonesia.
Tempat kita sesama profesional tech berdiskusi, berbagi, dan (semoga) memperbaiki sistem yang rusak pelan-pelan.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

C-Corner TVI: Komunitas Vendor Digital Terseleksi
Ekosistem Tech Indonesia

10 Feb2 mnt

C-Corner TVI: Komunitas Vendor Digital Terseleksi

Beberapa minggu lalu, seorang teman menghubungi saya. Dia butuh Odoo expert/konsultan, tapi bukan sembarang vendor—yang high profile dan benar-benar paham ekosistemnya. Saya cek network saya. Ada beberapa vendor Odoo…

Townhall: Dari Ritual Startup ke Kode Layoff
Ekosistem Tech Indonesia

1 Mei2 mnt

Townhall: Dari Ritual Startup ke Kode Layoff

Dulu, Townhall = budaya transparansi ala startup. Sekarang, Townhall = kode buat layoff. Tiba-tiba, Townhall = gaya Presiden. Istilah “Townhall” itu dulunya keren banget. Populer sekitar 15 tahun lalu, waktu budaya…

Janji AI Lokal 2 Minggu dan Eksekusi Nol
Ekosistem Tech Indonesia

23 Mar2 mnt

Janji AI Lokal 2 Minggu dan Eksekusi Nol

AI Lokal: Janji 2 Minggu yang Menguap? Pertengahan Februari 2025, sempat ramai diberitakan bahwa Pak Luhut, sebagai Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), menyebut akan merekrut anak muda Indonesia untuk membuat model AI…

Investree Dibubarkan: Pesta Unicorn Berujung PHK
Ekosistem Tech Indonesia

14 Apr2 mnt

Investree Dibubarkan: Pesta Unicorn Berujung PHK

Investree: Dari Startup Fintech Kebanggaan, ke Titik Nol Tanggal 27 Maret 2025 jadi babak akhir dari perjalanan Investree — salah satu pionir platform lending di Indonesia. Resmi dibubarkan. Ditutup. Tamat. Padahal……

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita
Ekosistem Tech Indonesia

4 Feb2 mnt

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita Saya benar-benar terdiam ketika membaca berita ini. Seorang siswa SD di NTT mengakhiri hidupnya karena tidak dibelikan pulpen dan buku. Ini bukan sekadar tragedi. Ini…

← Semua tulisan