Dulu, Townhall = budaya transparansi ala startup.
Sekarang, Townhall = kode buat layoff.
Tiba-tiba, Townhall = gaya Presiden.
Istilah “Townhall” itu dulunya keren banget.
Populer sekitar 15 tahun lalu, waktu budaya Silicon Valley mulai masuk ke tech scene Indonesia.
Perusahaan modern seperti Google, Spotify, Netflix...
mereka mengenalkan gaya flat management.
Minim birokrasi, serba cepat, transparan, dan agile.
Mantra-nya?
"Fail fast. Learn faster."
Dan di tengah semua itu, ada satu ritual sakral: TOWNHALL.
Biasanya sebulan sekali, seluruh tim ngumpul.
Semua orang, dari CEO sampai intern, duduk bareng.
Buat apa?
- Sharing arah bisnis dan kompas strategis
- Update pencapaian tim (biar termotivasi)
- Cerita kegagalan (buat bahan belajar)
- Tanya jawab terbuka — bahkan kritik langsung
Saya sendiri mungkin sudah ikut lebih dari 100 Townhall selama satu dekade terakhir.
Dan saya selalu menantikan momen itu — karena di situ kita berhenti sejenak untuk menakar arah.
Tapi 2 tahun terakhir...
Townhall justru jadi mimpi buruk.
Townhall = pengumuman layoff.
Townhall = CEO muncul buat minta maaf, lalu pamit.
Townhall = tanda perusahaan tidak bisa lagi mendukung kamu.
Dan ya... begitulah cerita Townhall sekarang.
Makanya saya cukup kaget,
saat istilah “Townhall” dipakai oleh Presiden Prabowo dalam pertemuan besar Danantara Indonesia.
📍 Isinya? Ya kira-kira seperti transkrip pers ini…
Saya sempat mikir:
“Ini Townhall atau forum layoff direksi BUMN? 😅”
Tapi apapun bentuknya, saya senang kata “Townhall” kembali jadi panggung transparansi.
Semoga tidak cuma untuk simbol, tapi untuk reset arah bangsa.
Kalau kamu masih aktif di dunia kerja atau tech scene, pertahankan semangat Townhall:
✔ Terbuka
✔ Saling kritik
✔ Jujur lihat arah kita
✔ Berani tanya: “Masih relevan nggak langkah kita sekarang?”
Kalau kamu mau ngobrol soal arah karier atau mau membangun visibilitas diri...
📩 **Ngobrol bareng saya soal personal branding** & **LinkedIn**:
🟡 **Join komunitas** Tech Voice Indonesia (TVI):
Kalau tulisan ini menggelitik kamu, atau kamu punya cerita soal Townhall —
drop di komentar. Karena kita semua pasti pernah punya momen “Townhall tak terlupakan.” 😅





