Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

PHK Awal 2025 Melonjak, Profesional Wajib Gerak

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
PHK Awal 2025 Melonjak, Profesional Wajib Gerak

Data Resmi Kemenaker: PHK di Awal 2025 Melonjak Drastis.

Februari 2025:
📉 18.610 kasus PHK tercatat.
Bandingkan dengan Februari 2024: hanya 7.100.
Dan Februari 2023? Hanya 3.892.

Naiknya bukan 2x. Tapi hampir 5x.

Dan itu baru yang tercatat.

Saya cukup tahu, banyak yang masuk kategori silent layoff:

  • Dipaksa resign.
  • Diancam tak dibayar gaji terakhir.
  • Pesangon diakal-akalin.
  • Bahkan ada yang benar-benar tidak dibayar.

Yang terdampak mayoritas?
Pekerja profesional.
White collar — yang bekerja keras, loyal, tapi tidak punya pelindung apa pun ketika badai datang.

Kalau buruh pabrik punya serikat dan UU tenaga kerja yang relatif lebih jelas.
Tapi profesional?

Sering dianggap “lebih kuat,” padahal mereka pun
bisa kalah dari pemilik dan founder yang lebih pintar.

Sama seperti buruh,
profesional juga bisa diperlakukan nggak fair.
Bedanya, mereka tidak punya suara bersama.

Dari data tren 2 tahun terakhir,
bagi yang paham forecasting, badai ini belum akan reda.
Kalau kamu masih merasa aman, nyaman, atau malas gerak —
Waktunya kamu gerak.

Sedikit advice buat kita semua:
1Aware
Gali kondisi sektor kamu: keuangan, kesehatan, pendidikan, retail — semuanya goyah.

2Bangun komunitas
Kalau kamu anak tech, join Tech Voice Indonesia.
Kalau belum ada wadah? Mulai aja ngumpul bareng teman seprofesi.
Network = survival.

3Upgrade skill terus-menerus
Alokasikan dana dan waktu buat kelas, bootcamp, atau sertifikasi.

4Naik ke permukaan
Punya skill dan pengalaman aja nggak cukup.
Bangun personal branding kamu.
Jangan hanya jadi nama di dalam CV.

Kalau kamu bingung mulai dari mana —  
saya siap bantu.

📩 **Ngobrol bareng saya** soal personal branding & LinkedIn:

🟡 **Join komunitas Tech Voice Indonesia** (**TVI**):

Kalau menurutmu ini penting dibaca orang lain,  
boleh bantu share.  
Siapa tahu, ada yang sedang butuh arah dan belum tahu harus mulai dari mana.

📊 Infografis oleh Perupadata – Data: satudata.kemnaker.go.id

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita
Ekosistem Tech Indonesia

4 Feb2 mnt

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita Saya benar-benar terdiam ketika membaca berita ini. Seorang siswa SD di NTT mengakhiri hidupnya karena tidak dibelikan pulpen dan buku. Ini bukan sekadar tragedi. Ini…

Indonesia Tertinggal 20 Tahun Teknologi
Ekosistem Tech Indonesia

30 Jan2 mnt

Mengapa Indonesia Tertinggal 20 Tahun Teknologi

Kenapa Indonesia Selalu Terlambat 10-20 Tahun Dibanding Negara Lain? Beberapa waktu lalu, ada diskusi menarik di Tech Voice Indonesia. Kesimpulannya? Kita selalu tertinggal 20 tahun dibanding negara maju. ➡ Dunia sudah…

INA digital
Ekosistem Tech Indonesia

17 Jan2 mnt

Merger INA DIGITAL dan Beban Ketergantungan Vendor

Kurangi Vendor-Vendoran, Saatnya Punya Tim Digital High Quality Sendiri! Akhir 2024, pemerintah menyatukan semua inisiatif digital di bawah Peruri, lahirlah nama baru: INA DIGITAL. Tapi, apakah ini langkah tepat? Atau…

nasib bukalapak
Ekosistem Tech Indonesia

8 Jan2 mnt

Bukalapak Tutup Ecommerce, Alarm Ekosistem Startup

💔 Runtuhnya Startup Indonesia Mulai Merambah Unicorn: Bukalapak, Nasibmu Kini Kemarin, kabar sedih datang lagi. Bukalapak, salah satu startup aseli Indonesia, mengumumkan akan menutup layanan ecommerce-nya. Sebagai…

Lulusan STEM Banyak, Dampak Teknologi Minim
Ekosistem Tech Indonesia

26 Mar2 mnt

Lulusan STEM Banyak, Dampak Teknologi Minim

Lulusan STEM Indonesia Banyak, Tapi Kok Gak Kelihatan ya? Saya baru saja melihat infografis dari @CSETGeorgetown tentang jumlah lulusan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) di dunia tahun 2020. Indonesia…

← Semua tulisan