Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Merger INA DIGITAL dan Beban Ketergantungan Vendor

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
INA digital

Kurangi Vendor-Vendoran, Saatnya Punya Tim Digital High Quality Sendiri!

Akhir 2024, pemerintah menyatukan semua inisiatif digital di bawah Peruri, lahirlah nama baru: INA DIGITAL. Tapi, apakah ini langkah tepat? Atau cuma langkah tanpa roadmap yang jelas?

Masalah Vendor Masih Jadi Beban

Selama bertahun-tahun, transformasi digital pemerintah terlalu bergantung pada vendor. Tim IT lebih sibuk ngurus kontrak dibanding membangun solusi.

Padahal, sektor swasta sudah membuktikan bisa bikin aplikasi canggih tanpa budget triliunan. Jadi masalahnya apa?

  • People. Talenta berkualitas belum jadi prioritas.
  • Proses internal yang lambat bikin segalanya makin rumit.

Ya seribu macam vendor ini dengan kualitas yang jelek, ini karena "people" problem di pemerintahan. Kalau bener mindsetnya, banyak juga perusahaan swasta yang pakai vendor tapi bener dijaga kualitasnya dan yang pasti sesuai kebutuhannya.

Drama Merger INA DIGITAL

Niatan menyatukan inisiatif seperti DTO, Govtech Edu, dan Govtech Procurement mungkin baik. Tapi:

  • Proses merger nggak mulus. Status karyawan prohire digantung.
  • Gaji dipotong hingga 50%.
  • Aturan ribet. Jadi hambatan utama untuk bergerak cepat.

Prohire, yang sejatinya talenta non-ASN profesional, malah terdampak paling besar. Padahal mereka adalah garda terdepan akselerasi digital.

Kurangi Vendor, Fokus Bangun Tim Sendiri

Transformasi digital bukan soal aplikasi keren, tapi soal:
1. People. Siapkan talenta terbaik, dukung mereka untuk berkembang.
2. Proses. Sederhanakan alur kerja dan birokrasi.
3. Teknologi. Jadikan alat untuk mempermudah, bukan sekadar pamer.

Kalau swasta bisa, kenapa pemerintah nggak? Kurangi vendor-vendoran dan mulai bangun kapabilitas digital internal.

Untuk teman-teman di govtech, terutama yang sekarang lagi “opentowork,” tetap semangat! Kalian adalah bagian penting dari perjalanan transformasi digital Indonesia.

👋 PS:
Mau diskusi lebih jauh soal transformasi digital dan teknologi di Indonesia? Join Tech Voice Indonesia (TVI). Saatnya suara kita bikin perubahan nyata di https://lnkd.in/gCXHMPGf


💬 Tulis pendapatmu di komentar.
🔔 Follow saya untuk diskusi teknologi lainnya.
♻ Repost kalau setuju ini perlu diubah!

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar
Ekosistem Tech Indonesia

2 Mar2 mnt

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar: Absurd?

500 Miliar Rupiah untuk Sistem Tanda Tangan Digital? Negeri ini memang luar biasa... Ketika digitalisasi dikelola dengan mindset yang salah, yang terjadi bukan efisiensi, tapi proyek absurd dengan angka fantastis…

Luhut DEN
Ekosistem Tech Indonesia

10 Jan2 mnt

Digitalisasi Pemerintah Mandek Karena Mindset

Digitalisasi Pemerintah: Mandek di Mindset? Selama 5 tahun terakhir, kita menyaksikan digitalisasi di sektor pemerintahan berjalan lambat sekali. Walaupun beberapa kementerian seperti Kemenkes dan Mendikbud mulai…

Data: Bonus Tersembunyi Produk Digital yang Bernilai
Ekosistem Tech Indonesia

30 Jul2 mnt

Data: Bonus Tersembunyi Produk Digital yang Bernilai

Data adalah Bonus Tersembunyi dari Produk Digital Kita Dulu, sekitar 12 tahun yang lalu… CTO saya mengajak mikir lebih jauh: “Produk kita udah jalan. Transaksi banyak. Tapi... data-nya mau diapain nih bro?” Waktu itu…

tech winter bersama Tech Voice Indonesia
Ekosistem Tech Indonesia

20 Jan2 mnt

Tech Winter dan Ajakan Bersatu lewat Tech Voice

Tech Winter: Ketika Dunia Startup dan Tech Terhempas Realita 2024 meninggalkan banyak cerita kelam. Dari fenomena tech winter, saya melihat sendiri bagaimana teman-teman di dunia startup harus menghadapi badai PHK…

Sistem Terbuka Bikin Travel Boom, Sektor Lain?
Ekosistem Tech Indonesia

5 Jul2 mnt

Sistem Terbuka Bikin Travel Boom, Sektor Lain?

Traveloka Bisa Lahir Karena Sistem Dibuka. Kenapa Sektor Lain Masih Dikunci? Sekitar tahun 2010–2014, kita sempat menyaksikan ledakan luar biasa dari industri travel online. Maskapai dunia mulai membuka sistem mereka…

← Semua tulisan