500 Miliar Rupiah untuk Sistem Tanda Tangan Digital?
Negeri ini memang luar biasa...
Ketika digitalisasi dikelola dengan mindset yang salah, yang terjadi bukan efisiensi, tapi proyek absurd dengan angka fantastis.
Proses Request for Proposal yang absurd:
- Pertamina diminta untuk going digital
- Salah satunya adalah implementasi tanda tangan digital.
- RFP (Request for Proposal) ke Peruri
- Angka yang muncul: 500 miliar rupiah.
Lima ratus miliar rupiah
Untuk sistem tanda tangan digital internal perusahaan.
Bukan untuk melayani ratusan juta warga Indonesia.
Sebagai orang yang pernah membangun sistem skala nasional, saya bisa bilang:
- Bikin sistem ini dari nol + server sendiri + cloud lokal = tidak akan sampai ratusan miliar.
- Operational cost juga tidak sampai miliaran rupiah per bulan.
- Apalagi ini sistem untuk kebutuhan internal, bukan publik.
Jadi ini markup atau memang hitungan yang absurd?
Dan yang lebih mengkhawatirkan, Peruri sekarang menjadi garda depan digital transformation di Indonesia.
Gimana mau percaya kalau angkanya segila ini?
Sebagai orang yang hidup di dunia teknologi, saya semakin skeptis.
Atau lebih tepatnya... sudah mulai apatis. GEMES dan GERAM!!!
Bagaimana menurut kalian? Benarkah digitalisasi di Indonesia sedang menuju arah yang benar?
Udah deh kita mikir as community dulu aja, ngobrol kita bagaimana membangun ekosistem yang lebih sehat disini https://lnkd.in/gR4hdQhf





