Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Warisan 27 Ribu Aplikasi dan Kekacauan Data

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Warisan 27 Ribu Aplikasi dan Kekacauan Data

Warisan 27 Ribu Aplikasi: Saatnya Bereskan Kekacauan Data Nasional?”

Kalau kamu sekarang lagi frustrasi cari data valid,
tenang… kamu nggak sendirian.

Saya sudah sering banget ngobrol sama teman-teman di pemerintahan dan swasta —
dan semuanya bilang hal yang sama:
data kita chaos, fragmented, dan nggak bisa dipakai buat ambil keputusan.

Kenapa bisa begini?
Karena hampir satu dekade terakhir digitalisasi kita tanpa arah.
27 ribu aplikasi pemerintah dibuat lebih karena:

  • Proyekan,
  • Ambisi naik jabatan,
  • Atau gengsi bawa-bawa “transformasi digital” setelah dapat gelar.

Hasilnya?

  • Setiap K/L/D (Kementerian / Lembaga / Daerah) bikin aplikasinya sendiri.
  • Data tersebar, nggak connect, dan nggak usable.
  • Banyak yang ditutup, tapi datanya nggak sempat diselamatkan.

Saya pernah ngobrol dengan tim yang diberi tugas “merapikan” kekacauan ini.
Banyak aplikasi akhirnya ditakeover atau dimatikan,
karena memang sudah tidak ada jalan untuk integrasi.

Ini seharusnya jadi PRIORITAS NASIONAL.

Kenapa?
1. Efisiensi negara itu butuh presisi
APBN kita tahun 2025 mencapai Rp3.600 triliun.
Bayangin berapa % potensi salah belanja hanya karena datanya berantakan?

2. Investasi butuh data
Investor butuh insight, bukan asumsi.
Saya sendiri pernah bangun bisnis,
dan harus jungkir balik cari data ke mana-mana,
bahkan pakai jasa riset dan tetap boncos karena datanya nggak sinkron.

3. Produktivitas bangsa bisa naik drastis
Kalau data connect antar instansi,
kita bisa hilangkan formulir-formulir, fotokopi, dan antrian.
Bayangin produktivitas yang bisa kita capai kalau itu semua hilang.

Pertanyaan saya sekarang: siapa yang mau beresin ini?
Kami mulai dari pertanyaan-pertanyaan ini:

  • “Kita sudah punya banyak data, tapi… gunanya apa?”
  • “Cari data tambahan? Harus mulai dari mana?”
  • “Perusahaan data? Lebih banyak jualan survei sampling yang cepat basi.”
  • “Kalau datanya internal? Ya numpuk aja di server, nambah cost OPEX tiap bulan.”

Saya yakin ini waktunya ada yang memulai inisiatif serius untuk membereskan data Indonesia.
Bukan cuma integrasi teknis, tapi juga membangun infrastruktur kepercayaan, standardisasi, dan tata kelola data.

Kalau kamu punya masalah serupa di instansi, perusahaan, atau tempat kerja kamu —  
atau kamu pegang data tapi nggak tahu harus gimana —  
**yuk ngobrol**.

Kalau kamu investor, researcher, atau technologist yang mau bangun masa depan data Indonesia,  
**DM saya**.  
Let’s fix this together.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Harapan pada Nadiem dan Skandal Laptop Rp9,9 T
Ekosistem Tech Indonesia

16 Jul2 mnt

Harapan pada Nadiem dan Skandal Laptop Rp9,9 T

Dulu Dipanggil Mas Menteri. Sekarang Cuma Disebut Inisial NAM Saya masih ingat betul, waktu itu kita semua bangga. Anak muda, mantan founder unicorn, dipercaya Presiden jadi Menteri. Dikasih panggung buat benerin sistem…

10K LinkedIn Followers dari Cerita Tech Jujur
Ekosistem Tech Indonesia

20 Mei2 mnt

10K LinkedIn Followers dari Cerita Tech Jujur

Tembus 10K Followers di LinkedIn. Gak Nyangka. 🙏 Awalnya cuma iseng nulis. Sharing pengalaman di dunia tech & startup. Cerita anak tech yang lupa terlalu fokus tech skill, cerita soal sistem yang nggak nyambung, gagal…

Coretax Triliunan: COTS Asing, Subkon, Error
Ekosistem Tech Indonesia

25 Sep2 mnt

Coretax Triliunan: COTS Asing, Subkon, Error

Coretax: Proyek Triliunan yang Masih Bikin Pusing Kalau ngomongin Core Tax System (Coretax), ini sebenarnya bukan proyek baru. Mari kita tarik garis waktunya: 2018 – Pemerintah mulai inisiasi lewat Perpres 40/2018…

Lanjutan dari dua cerita sebelumnya.
Ekosistem Tech Indonesia

28 Apr2 mnt

Lanjutan dari dua cerita sebelumnya.

Lanjutan dari dua cerita sebelumnya. Claude nyerah Lagi lagi nyerah App-nya jadi. 4 jam dari ide ke running app. Hampir 1 tahri test di HP — sesuai ekspektasi. Bundling AAB sudah siap. Tinggal upload ke Google Play. Dan…

Gelombang PHK Indonesia, Suara Buntu ke DPR
Ekosistem Tech Indonesia

29 Agu2 mnt

Gelombang PHK Indonesia, Suara Buntu ke DPR

Demo DPR & Gelombang PHK: Suara yang Tertutup Tembok Jujur saja, kita tidak tahu lagi harus menyuarakan hal ini ke mana. Selama 3 tahun terakhir saya sudah menulis ratusan kali soal PHK dan dampaknya di LinkedIn. Tapi…

← Semua tulisan