Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Coretax Triliunan: COTS Asing, Subkon, Error

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Coretax Triliunan: COTS Asing, Subkon, Error

Coretax: Proyek Triliunan yang Masih Bikin Pusing

Kalau ngomongin Core Tax System (Coretax), ini sebenarnya bukan proyek baru.
Mari kita tarik garis waktunya:

  • 2018 – Pemerintah mulai inisiasi lewat Perpres 40/2018. Dibentuk tim pembaruan administrasi pajak di bawah Kementerian Keuangan.
  • 2019 – Agen pengadaan dipilih. Yang menang: PwC Indonesia. Mereka yang bikin dokumen tender dan seleksi vendor.
  • 2020 – Tender besar sistem inti dimenangkan konsorsium LG CNS (Korea Selatan) + Qualysoft (Austria). Nilai kontrak: Rp1,2 triliun.
    Layanan: bawa paket COTS (Commercial Off The Shelf) software + hardware, lalu disesuaikan dengan proses bisnis pajak kita.
  • 20212024 – Konsorsium ini mulai develop & customisasi. Didampingi konsultan manajemen Deloitte Consulting (Indonesia) bareng partner Towers Watson (global).
  • 2025 (1 Januari) – Coretax resmi go-live.
  • Februari 2025 – Baru sebulan jalan, sudah banyak masalah: downtime, data error, faktur bermasalah. Akhirnya DJP terpaksa hidupkan lagi sistem lama paralel.
  • Maret 2025 – Perbaikan sebagian berhasil, tapi masalah reputasi terlanjur besar.

Siapa saja yang main?

  • PwC Indonesia – Agen pengadaan.
  • LG CNS (Korea Selatan) – Pemimpin konsorsium, integrator.
  • Qualysoft (Austria) – Partner konsorsium.
  • Deloitte Consulting (Indonesia) – Konsultan manajemen proyek.
  • Towers Watson – Sub partner Deloitte.

Kalau lihat pola ini, sebenarnya kita lagi pakai paket luar negeri yang dipaksakan menyesuaikan dengan sistem perpajakan Indonesia. Namanya COTS, tapi jelas customisasi gede-gedean. Dan di sinilah biasanya masuk “anak-anak subkon” lokal yang jadi tukang coding, tukang testing, tukang migrasi data.

Stereotipe proyek IT pemerintahan? Ya, sudah rahasia umum:
Kontrak triliunanmasuk subkondipotong sana-sinitipiskualitas babak belur.

Hasil akhirnya? Coretax yang “modern” justru bikin ribet setelah 10 bulan live.
Yang miris, Menkeu baru sempat berkomentar:
Katanya nanti bakal bawa “jago-jago IT luar negeri” buat benerin.
Serba salah kan? Vendor utamanya memang dari luar negeri. Yang ditumbalkan ujung-ujungnya anak IT lokal.

Padahal… kita punya banyak contoh karya anak bangsa yang terbukti dipakai puluhan bahkan ratusan juta orang:

  • Gojek
  • Tokopedia
  • Traveloka
  • Bahkan PeduliLindungi di masa pandemi.

Artinya? Bisa kok kita bikin sistem skala nasional, asal dikasih kepercayaan dan dikerjakan sesuai kompetensinya.

Pertanyaannya:
Anak-anak IT kita kurang jago? Atau sistem pengadaan proyeknya yang bikin semua jadi “amburadul”?

🟡 Ngobrolin soal transformasi digital, data, dan AI?

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Memantau Janji Digitalisasi Nasional Ketua DEN
Ekosistem Tech Indonesia

1 Apr2 mnt

Memantau Janji Digitalisasi Nasional Ketua DEN

Janji Demi Janji Digitalisasi Nasional: Kita Pantau Sama-Sama Yuk Selama 3 bulan terakhir, saya terus memantau statement demi statement yang keluar dari Ketua DEN soal proyek digitalisasi nasional: 📍 Akhir Januari 2025…

Kegelisahan Tech dan Lahirnya Tech Voice ID
Ekosistem Tech Indonesia

21 Feb2 mnt

Kegelisahan Tech dan Lahirnya Tech Voice ID

#IndonesiaGelap = Kegelisahan Kita Semua! Jauh sebelum gerakan ini muncul, saya sudah merasa ada yang tidak beres. Buat teman-teman di dunia tech, baik profesional maupun pengusaha, kondisi sekarang benar-benar tidak…

Efisiensi dan Layoff: Startup Kini Disusul Pemerintah
Ekosistem Tech Indonesia

14 Feb2 mnt

Efisiensi dan Layoff: Startup Kini Disusul Pemerintah

Efisiensi = Layoff? Sekarang Bukan Cuma Startup, Pemerintah Pun Ikut Main Efisiensi. Kata yang paling ditakuti di dunia startup. Kalau sudah ada pengumuman ini, PHK di depan mata. Tapi sekarang, bukan cuma startup…

IHSG Anjlok: Alarm Krisis Domestik dan Survival
Ekosistem Tech Indonesia

19 Mar2 mnt

IHSG Anjlok: Alarm Krisis Domestik dan Survival

Darah itu Merah, Jenderal! IHSG anjlok 6,12% ke level 6.076,08, sementara negara-negara tetangga malah hijau semua, menguat di hari dan jam yang sama. Kalau ini cuma 'tren sesaat', kenapa negara lain seperti Singapura…

C-Corner TVI: Komunitas Vendor Digital Terseleksi
Ekosistem Tech Indonesia

10 Feb2 mnt

C-Corner TVI: Komunitas Vendor Digital Terseleksi

Beberapa minggu lalu, seorang teman menghubungi saya. Dia butuh Odoo expert/konsultan, tapi bukan sembarang vendor—yang high profile dan benar-benar paham ekosistemnya. Saya cek network saya. Ada beberapa vendor Odoo…

← Semua tulisan