#IndonesiaGelap = Kegelisahan Kita Semua!
Jauh sebelum gerakan ini muncul, saya sudah merasa ada yang tidak beres.
Buat teman-teman di dunia tech, baik profesional maupun pengusaha, kondisi sekarang benar-benar tidak sehat.
- Gelombang PHK bertubi-tubi.
- Cari kerja makin susah.
- Startup dan korporasi tumbang satu per satu.
Akhir tahun kemarin, saya coba mengonfirmasi kegelisahan ini dengan ajakan kopi darat di Jogja.
Saya buka blast di LinkedIn, siapa yang mau ngumpul dan ngobrol? Yang datang? Banyak!
Dan isinya? Keluhan, kegelisahan, kecemasan.
Di ujung diskusi itu, saya lempar ide:
➡️ Gimana kalau kita punya ruang diskusi & support untuk anak-anak tech?
➡️ Gimana kalau kita bikin wadah supaya kita bisa kuat bersama?
Januari 2025, lahirlah Tech Voice Indonesia.
Boom! Dalam waktu 1 bulan, member sudah 1.000+.
Aktif, rame, isinya bukan sekadar diskusi tapi saling support.
Satu bulan setelahnya, saya inisiasi kopdar khusus untuk para pengusaha IT & digital.
Dan ternyata? Isinya masih sama: keluhan, kegelisahan, curhat.
Mereka yang awalnya semangat membangun ekosistem digital, kini harus memutar otak keras untuk sekadar bertahan.
Dan di situlah muncul dorongan baru:
Bukan sekadar komunitas, kita butuh wadah resmi.
🚀 Kita perlu platform untuk menyuarakan aspirasi kita ke level yang lebih besar.
🚀 Kalau perlu, kita naikkan jadi asosiasi yang bisa bicara ke pemerintah & KADIN.
Jadi ketika hari ini gerakan #IndonesiaGelap ramai di media sosial, saya paham betul perasaan yang ada di baliknya.
Kita perlu bicara. Kita perlu aksi. Kita perlu ruang untuk menyuarakan keresahan kita!
Kalau kamu merasakan hal yang sama, mari bergabung di Tech Voice Indonesia.
Kita kumpul, kita bahas, kita cari solusi bareng.
💬 Join Tech Voice Indonesia di sini! 👉 https://bit.ly/4gZsWDx





