Badai Layoff Belum Berhenti, Sampai kapan Survival Mode!
Seminggu terakhir daftar panjang PHK terus bertambah.
Bukan cuma startup atau tech company, tapi juga perusahaan korporasi besar.
Alih-alih ada penambahan lapangan kerja baru, puluhan ribu tenaga kerja justru kehilangan pekerjaan.
Di sisi global, tech winter kembali melanda.
Perusahaan besar melakukan efisiensi, pemangkasan tim, bahkan menutup unit bisnis.
Dari awal tahun sampai Q1 2025, situasi makin suram.
Berita negatif terlalu banyak.
Jadi gimana? Survival mode ON.
1. Masih bekerja? Jangan buru-buru resign
- Kalau tempat kerja tidak kondusif, tahan dulu.
- Pasar kerja sedang sulit, lebih baik bertahan sambil lihat peluang.
2. Kena layoff? Set ekspektasi realistis
- Cari kontrak, freelance, atau project-based, terutama kalau kamu di tech.
- Jangan terlalu idealis, sekarang saatnya bertahan dulu.
3. Kurangi pengeluaran, siapkan dana darurat
- Minimal cukup untuk 1 tahun ke depan.
- Tidak ada yang tahu kondisi ekonomi akan membaik kapan.
4. Cari side-hustle
- Jangan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan.
- Part-time, freelance, atau monetize skill lain yang bisa dikembangkan.
5. Gabung ke komunitas
- Jangan hadapi ini sendirian, cari circle yang bisa support kamu.
- Buat anak tech, ada Tech Voice Indonesia.
Badai ini belum selesai, tapi mereka yang adaptif akan bertahan.
Kamu sendiri gimana? Apa strategi survival kamu di tengah kondisi ini?
Untuk tech enthusiast, startup builders, dan profesional digital: Join Tech Voice Indonesia, tempat diskusi dan networking untuk membangun ekosistem yang lebih sehat disini https://lnkd.in/gR4hdQhf





