Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Survival Mode Saat Gelombang Layoff Berlanjut

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Survival Mode Saat Gelombang Layoff Berlanjut

Badai Layoff Belum Berhenti, Sampai kapan Survival Mode!

Seminggu terakhir daftar panjang PHK terus bertambah.
Bukan cuma startup atau tech company, tapi juga perusahaan korporasi besar.

Alih-alih ada penambahan lapangan kerja baru, puluhan ribu tenaga kerja justru kehilangan pekerjaan.
Di sisi global, tech winter kembali melanda.
Perusahaan besar melakukan efisiensi, pemangkasan tim, bahkan menutup unit bisnis.

Dari awal tahun sampai Q1 2025, situasi makin suram.
Berita negatif terlalu banyak.

Jadi gimana? Survival mode ON.

1. Masih bekerja? Jangan buru-buru resign

  • Kalau tempat kerja tidak kondusif, tahan dulu.
  • Pasar kerja sedang sulit, lebih baik bertahan sambil lihat peluang.

2. Kena layoff? Set ekspektasi realistis

  • Cari kontrak, freelance, atau project-based, terutama kalau kamu di tech.
  • Jangan terlalu idealis, sekarang saatnya bertahan dulu.

3. Kurangi pengeluaran, siapkan dana darurat

  • Minimal cukup untuk 1 tahun ke depan.
  • Tidak ada yang tahu kondisi ekonomi akan membaik kapan.

4. Cari side-hustle

  • Jangan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan.
  • Part-time, freelance, atau monetize skill lain yang bisa dikembangkan.

5. Gabung ke komunitas

  • Jangan hadapi ini sendirian, cari circle yang bisa support kamu.
  • Buat anak tech, ada Tech Voice Indonesia.

Badai ini belum selesai, tapi mereka yang adaptif akan bertahan.
Kamu sendiri gimana? Apa strategi survival kamu di tengah kondisi ini?

Untuk tech enthusiast, startup builders, dan profesional digital: Join Tech Voice Indonesia, tempat diskusi dan networking untuk membangun ekosistem yang lebih sehat disini https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Beasiswa LPDP x JICA Double Degree Indonesia-Jepang
Ekosistem Tech Indonesia

17 Apr2 mnt

Beasiswa LPDP x JICA Double Degree Indonesia-Jepang

Gak Nyangka! Bisa Dapat Gelar Ganda S2, Kuliah di Indonesia & Jepang Sekaligus Beberapa hari lalu saya baca skema beasiswa kolaborasi LPDP x JICA yang menurut saya underrated banget. Padahal ini powerful banget buat…

Nadiem Jadi Tersangka: Korupsi Chromebook 3T
Ekosistem Tech Indonesia

4 Sep2 mnt

Nadiem Jadi Tersangka: Korupsi Chromebook 3T

Dari Role Model ke Tersangka Nama Nadiem Anwar Makarim (NAM) pernah jadi simbol harapan. Founder sukses → Menteri Pendidikan. Kita sempat percaya, “akhirnya ada sosok muda yang ngerti tech, ngerti digital, ngerti masa…

Tarif AS ke Indonesia dan Alasan di Baliknya
Ekosistem Tech Indonesia

3 Apr2 mnt

Tarif AS 42% ke Indonesia dan Alasan di Baliknya

Tarif Baru Amerika: Indonesia Kena ‘Liberation Day’ Gila, Indonesia kena tarif 42% untuk ekspor ke AS. Yes, 32% tarif tambahan + 10% tarif dasar universal baru = 42% total. Sebelumnya? Rata-rata tarif AS cuma sekitar…

Tech Winter, Layoff, dan Pemerintah yang Sibuk Rapat
Ekosistem Tech Indonesia

2 Nov2 mnt

Tech Winter, Layoff, dan Pemerintah yang Sibuk Rapat

Musim Dingin Teknologi. Pemerintah Kita? Masih Sibuk Bikin Rapat. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, bilang: “Musim dingin teknologi (tech winter) tengah terjadi di seluruh dunia, termasuk Indonesia.” Ya…

CoreTax Rp1,3 T: Bug, Vendor, dan Bocor Data
Ekosistem Tech Indonesia

28 Okt2 mnt

CoreTax Rp1,3 T: Bug, Vendor, dan Bocor Data

CoreTax: Ketika Sistem Rp1,3 Triliun Error, Bug, dan Bocor Data Bayangkan sebuah sistem senilai Rp1,3 triliun—dibangun untuk menopang salah satu fungsi paling vital negara: pajak. Tapi yang kita dapat? Bug, error, dan…

← Semua tulisan