Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Tarif AS 42% ke Indonesia dan Alasan di Baliknya

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Tarif AS ke Indonesia dan Alasan di Baliknya

Tarif Baru Amerika: Indonesia Kena ‘Liberation Day’

Gila, Indonesia kena tarif 42% untuk ekspor ke AS.

Yes, 32% tarif tambahan + 10% tarif dasar universal baru = 42% total.
Sebelumnya? Rata-rata tarif AS cuma sekitar 2,5% untuk semua negara.
Tiba-tiba melonjak hingga 15 kali lipat.

Harga barang ekspor kita? Dipastikan akan mahal di pasar Amerika.
Daya saing? Tertekan habis-habisan.
Eksportir? Pusing tujuh keliling.

Tapi kok bisa AS kasih angka segede itu?
Trump menyebut daftar ini sebagai:
WH EST. TARIFF RATE AGAINST U.S.”

Alias:
Estimasi tarif dan hambatan perdagangan yang diberlakukan negara lain terhadap produk AS.

Tapi ini bukan tarif resmi (bukan bea masuk murni).
Ini gabungan dari banyak hal:

  • Pajak (PPN, cukai)
  • Aturan non-tarif (izin, sertifikasi)
  • Kewajiban TKDN, dsb

Jadi sudut pandang Amerika:
Kalau AS ekspor ke Indonesia, terlalu banyak hambatan. Nggak fair.”

Contoh konkret: Apple
Di Indonesia, Apple harus:

  • Bangun pusat inovasi lokal
  • Transfer pengetahuan
  • Penuhi aturan TKDN … baru boleh jualan iPhone resmi.

Buat AS? Ini dianggap “menghambat ekspor”.
Makanya Trump bilang, “saatnya dibalas.”

Dan sekarang? Kita tunggu...
Pernyataan dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) —
A.K.A super menteri kita
yang biasanya mengatur siasat ekonomi nasional.

Bagaimana Indonesia akan merespons?
Balas tarif? Negosiasi ulang?
Atau justru putar strategi ke negara lain?

Stay tuned.

Yuk kita bahas lanjutan di komunitas Tech Voice Indonesia, kadang kita butuh melek dunia untuk membuka cakrawala dunia.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Koneksi, Upeti, dan Feodalisme Bisnis RI
Ekosistem Tech Indonesia

17 Mei2 mnt

Koneksi, Upeti, dan Feodalisme Bisnis RI

Bukan Masalah Kompetensi. Tapi Siapa yang Dapat ‘Bagian’. Refleksi dari obrolan soal bisnis di Indonesia. Beberapa waktu lalu, saya membaca tulisan dari Michal Wasserbauer — seorang founder dan investor asal Eropa yang…

dev engineer
Ekosistem Tech Indonesia

2 Jan2 mnt

Soft Skill Engineer agar Tech Dipahami Divisi Lain

Tim Tech Kerjanya Apa Sih? Kok Banyak Banget Orangnya? 💻 Pernah dengar nyinyiran seperti ini? Atau malah pernah ditanyai langsung? Atau lebih parah, pernah dipanggil ‘petugas IT’? Saya yakin banyak dari kita di tim…

Blockchain di Indonesia: Janji Besar, Adopsi Seret
Ekosistem Tech Indonesia

2 Jul2 mnt

Blockchain di Indonesia: Janji Besar, Adopsi Seret

Blockchain: Teknologi Hebat yang Masih Sepi Peminat Video ini cukup ramai. Mas Wapres Gibran tampil di YouTube resmi, bicara soal pentingnya blockchain untuk lompatan digital Indonesia. Keren? Iya. Tapi jujur, saya…

UMKM Hadapi Gejolak Global: 5 Langkah Adaptif
Ekosistem Tech Indonesia

6 Apr2 mnt

UMKM Hadapi Gejolak Global: 5 Langkah Adaptif

UMKM di Tengah Gejolak Global: Adaptasi atau Tenggelam? Beberapa hari lalu, ada komentar masuk di postingan saya tentang dominasi ekonomi global: “Sangat menarik. Bagaimana para pelaku UMKM, apa saja yang perlu…

Tarif Trump, Impor Pangan, dan Ujian Agile RI
Ekosistem Tech Indonesia

9 Apr2 mnt

Tarif Trump, Impor Pangan, dan Ujian Agile RI

Trump Gertak Dunia, Sri Mulyani: Kita Harus Tetap Tenang… Tapi Seberapa Kuat Kita? Kebijakan tarif baru dari Donald Trump bikin geger dunia. Beberapa negara langsung bereaksi keras. Tapi Indonesia? “Secara fundamental…

← Semua tulisan