Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Blockchain di Indonesia: Janji Besar, Adopsi Seret

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Blockchain di Indonesia: Janji Besar, Adopsi Seret

Blockchain: Teknologi Hebat yang Masih Sepi Peminat
Video ini cukup ramai.

Mas Wapres Gibran tampil di YouTube resmi, bicara soal pentingnya blockchain untuk lompatan digital Indonesia.

Keren? Iya.
Tapi jujur, saya senyum getir nontonnya.

Kenapa?

Karena di lapangan, blockchain itu masih dianggap barang mewah.
Apalagi buat masyarakat & bisnis di Indonesia.

Saya jadi ingat beberapa pengalaman:
1. Pemain Blockchain luar ingin masuk sektor keuangan syariah Indonesia
Targetnya ke badan zakat dan lembaga syariah.
Tapi ternyata… mindset digital aja belum sampai, apalagi blockchain.

2. Teman saya part of startup blockchain sejak 2022
Solusinya keren, dari segi teknologi oke.
Tapi market-fit? Sampai hari ini masih jauh panggang dari api.

3. Di komunitas Tech Voice Indonesia
Saya sempat gabungkan grup AI & Blockchain.
Setelah 5 bulan? Nyaris gak ada yang bahas blockchain.
Bahkan banyak anak tech pun masih bingung: "sebenernya ini buat apa sih?"

Padahal kalau kita lihat data dari laporan resmi:

  • 21 juta orang Indonesia sudah pakai aplikasi berbasis blockchain (mostly crypto)
  • 2.200+ startup blockchain terdaftar
  • Ada contoh implementasi bagus seperti traceability kopi (Blue Korintji, ALKO) dan sawit berkelanjutan (Unilever), tapi ini masih ujicoba dan trial.

Tapi semua itu belum cukup.
Kenapa?
Karena realita adopsinya jauh lebih sulit dari yang dibayangkan.

Dari lanskap blockchain yang saya pelajari, ini 5 alasannya:
1. Gap antara janji dan hasil real terlalu besar
2. Biaya awal mahal, butuh SDM langka
3. Kurang skalabel, lambat & mahal
4. Perlu kolaborasi banyak pihak, dan itu susah
5. Regulasi dan budaya internal belum siap

Dan jujur aja, dibanding AI, blockchain terasa lebih berat banget adopsinya.

Kalau kamu salah satu yang sudah berhasil implementasi blockchain (bukan crypto ya), atau ngerti betul potensinya di sektor publik atau industri — share dong insight-nya di komentar.

🟡 Banyak yang scroll LinkedIn tiap hari, **tapi gak tahu harus nulis apa**.  
Saya bantu ubah itu jadi aksi. Live Sharing + 14 hari dampingan.  
**Join Batch 1** di sini →https://lnkd.in/gcPxaRkn

🟡 Mau konsultasi ringan startup atau AI?

🟡 Gabung komunitas Tech Voice Indonesia

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

AI Indonesia Terancam Dikuasai Infrastruktur Cloud
Ekosistem Tech Indonesia

28 Mei2 mnt

AI Indonesia Terancam Dikuasai Infrastruktur Cloud

AI Sedang Diambil Alih. Bukan oleh Kita. Baru saja Microsoft dan Google bikin dua pengumuman besar di Indonesia. Microsoft meresmikan cloud region pertamanya di Tanah Air. Akhirnya. Google kolaborasi dengan Kominfo…

Fresh Grad Tech Terjepit, Tech Voice Buka Ruang
Ekosistem Tech Indonesia

22 Mar2 mnt

Fresh Grad Tech Terjepit, Tech Voice Buka Ruang

Fresh Grad, Kita Dengar Curhatan Kalian. Beberapa waktu terakhir, saya banyak melihat curhatan teman-teman yang mau lulus kuliah dan yang baru lulus kuliah. Mereka bingung, susah banget dapet kerja — bahkan untuk cari…

Koneksi, Upeti, dan Feodalisme Bisnis RI
Ekosistem Tech Indonesia

17 Mei2 mnt

Koneksi, Upeti, dan Feodalisme Bisnis RI

Bukan Masalah Kompetensi. Tapi Siapa yang Dapat ‘Bagian’. Refleksi dari obrolan soal bisnis di Indonesia. Beberapa waktu lalu, saya membaca tulisan dari Michal Wasserbauer — seorang founder dan investor asal Eropa yang…

Gelombang PHK Tech: Cara Bertahan dan Siap
Ekosistem Tech Indonesia

29 Mei2 mnt

Gelombang PHK Tech: Cara Bertahan dan Siap

PHK Lagi. PHK Lagi. Tahun Ini Terasa Seperti Ulangan yang Nggak Kunjung Usai. Kabar PHK kembali beredar. Katanya si orange dan hijau — dua e-commerce raksasa Indonesia — sedang masuk ke batch berikutnya. Apakah…

Mengapa Lebaran Beda: Hisab, Rukyat, Teknologi
Ekosistem Tech Indonesia

30 Mar2 mnt

Mengapa Lebaran Beda: Hisab, Rukyat, Teknologi

Kenapa Kita Masih Beda Hari Raya? Yuk Bahas dari Sisi Teknologi dan Pemaknaan Waktu Setiap tahun, ketika bulan Ramadhan datang atau saat Idul Fitri akan tiba, ada satu hal yang hampir selalu jadi bahan diskusi (atau…

← Semua tulisan