Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Mengapa Lebaran Beda: Hisab, Rukyat, Teknologi

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Mengapa Lebaran Beda: Hisab, Rukyat, Teknologi

Kenapa Kita Masih Beda Hari Raya? Yuk Bahas dari Sisi Teknologi dan Pemaknaan Waktu

Setiap tahun, ketika bulan Ramadhan datang atau saat Idul Fitri akan tiba, ada satu hal yang hampir selalu jadi bahan diskusi (atau debat) di Indonesia:
Kapan tepatnya awal puasa dan lebaran?

Ya, ini selalu muncul karena adanya dua metode dalam penentuan awal bulan Hijriah:

  • Hisab: metode perhitungan secara matematis dan astronomis.
  • Rukyat: pengamatan langsung hilal (bulan sabit) dengan mata atau alat bantu.

Lucunya, kalender Hijriah biasanya disusun pakai metode hisab, tapi ketika urusan awal Ramadhan dan Syawal, kita pakai rukyat. Dan di sinilah sering terjadi perbedaan pendapat antar kelompok besar seperti NU dan Muhammadiyah.

Sebagian orang menganggap ini harusnya seragam, tapi saya justru bersyukur:
Mayoritas masyarakat kita bisa menerima perbedaan ini dengan kepala dingin.
Perbedaan yang dibolehkan dalam Islam ini justru memperlihatkan betapa fleksibelnya umat jika punya akhlak dan pemahaman yang tepat.

Sekarang kita tarik sedikit ke sudut pandang teknologi.

Teknologi astronomi modern hari ini sudah sangat canggih.
Perhitungan posisi bulan dan matahari bisa dilakukan dengan satelit bumi bahkan luar angkasa.
Negara-negara lain bahkan punya konsep Daylight Saving Time (DST) yang menyesuaikan waktu musim — walau ini tak terkait langsung dengan kalender Hijriah, tapi menunjukkan bahwa waktu kini bisa sangat fleksibel diatur dengan teknologi.

Tapi yang penting bukan hanya tahu asal-usul waktu.
Yang penting adalah bagaimana kita memaknai waktu yang kita punya.

Karena waktu tak bisa diulang. Dan satu perbedaan hari saja bisa mempengaruhi ratusan juta orang.
Termasuk… waktu masak opor dan rendang di hari raya. 😄

Yuk manfaatkan waktu sebaik-baiknya. Satu menit pun berharga.
Make the best effort. Gunakan waktumu untuk upgrade skill, bangun koneksi, dan bertumbuh.


✅ Kalau kamu ingin manfaatkan waktu produktif buat karier kamu, bisa ngobrol bareng saya di sini:

✅ Atau kamu bisa join diskusi dan network bersama teman-teman lainnya di komunitas Tech Voice Indonesia:

----  
**Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 H**  
*Mohon maaf lahir dan batin*  
Semoga kita semua diberikan keberkahan, kesehatan, dan semangat untuk terus bertumbuh dan berkontribusi.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Coretax dan Gelapnya Standar Proyek IT Negara
Ekosistem Tech Indonesia

26 Okt2 mnt

Coretax dan Gelapnya Standar Proyek IT Negara

Purbaya Lagi-lagi “Ngegas” — Kali Ini Soal Coretax: “Seperti Dibikin Anak SMA.” Kalimat ini viral. Tapi jujur, buat yang lama di dunia IT, kita cuma bisa angguk pelan dan bilang: “Ya, memang begitu kenyataannya.” Karena…

Ketika Negara Mengirim 20 Miliar, dan Warga Mengumpulkan 10 Miliar Sendiri
Ekosistem Tech Indonesia

6 Des2 mnt

Ketika Negara Mengirim 20 Miliar, dan Warga Mengumpulkan 10 Miliar Sendiri

Ketika Negara Mengirim 20 Miliar, dan Warga Mengumpulkan 10 Miliar Sendiri Sudah dua minggu Sumatera sebagian masih terisolir. Aceh, Sumut, Sumbar — hancur dalam skala yang sulit dibayangkan. Rumah, jembatan, sekolah…

Kasus Kecilin dan Pelajaran dari Founder Fraud
Ekosistem Tech Indonesia

19 Feb2 mnt

Kasus Kecilin dan Pelajaran dari Founder Fraud

Kasus Founder Startup Kecilin: Kenapa Dunia Startup Makin Rusak? Beberapa hari lalu, seorang teman DM saya dan forward berita soal founder startup yang diduga melakukan fraud lagi. Nama yang muncul: Christopher Farrel…

Biaya Digitalisasi SPBU 3,6 T: Wajar Gak?
Ekosistem Tech Indonesia

13 Mar2 mnt

Biaya Digitalisasi SPBU 3,6 T: Wajar Gak?

Digitalisasi SPBU: Proyek Triliunan yang Bikin Geleng-Geleng Kepala Kabar soal proyek digitalisasi SPBU Pertamina yang melibatkan Telkom dengan total biaya sekitar 3,6 triliun rupiah selama 5 tahun. Jujur, saya sudah…

Phonebook Effect dan Lahirnya Tech Voice Indonesia
Ekosistem Tech Indonesia

11 Feb2 mnt

Phonebook Effect dan Lahirnya Tech Voice Indonesia

💡 Networking? Ah, cuma buang-buang waktu. Kenalan, ngobrol, ngopi—kesannya hanya rutinitas sosial yang kadang terasa kurang nyaman, terutama dengan orang yang belum dikenal. Tapi tau nggak? Menurut penelitian…

← Semua tulisan