Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

CoreTax Rp1,3 T: Bug, Vendor, dan Bocor Data

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
CoreTax Rp1,3 T: Bug, Vendor, dan Bocor Data

CoreTax: Ketika Sistem Rp1,3 Triliun Error, Bug, dan Bocor Data

Bayangkan sebuah sistem senilai Rp1,3 triliun—dibangun untuk menopang salah satu fungsi paling vital negara: pajak.
Tapi yang kita dapat?
Bug, error, dan bahkan kebocoran data.

Inilah kenyataan pahit dari proyek CoreTax yang hari ini sedang jadi sorotan.

Beberapa minggu terakhir, Pak Purbaya, yang kini memegang tanggung jawab pembenahan, mulai melakukan shock therapy kepada tim dan vendor.
Katanya:
Kualitas coding-nya seperti anak SMA baru lulus.”

Dan kalau kita lihat kondisi teknisnya, memang menyedihkan:
🔹 Upper Layer

  • Internet link Telkom yang berantakan — sering timeout, core-nya lemah.
  • Sistem yang seharusnya stabil justru tidak bisa diandalkan di jaringan nasional kita sendiri.

🔹 Middle Layer

  • Halaman sering terlempar ke 404, session dan cookie kacau.
  • Tidak ada CDN, padahal ini sistem nasional. Tahun 2025, tapi arsitekturnya seperti 2005.

🔹 Programming Layer

  • Error di mana-mana.
  • Sebagian besar source code masih dipegang vendor asing (LG).
  • Respons lambat, bahkan baru tahun depan semua code akan diserahkan penuh.
  • Dan yang sudah diterima? Dinilai oleh tim internal: “jelek sekali.”

🔹 Operational Layer

  • Error 500.
  • Request data besar-besaran tanpa optimasi.

🔹 Security

  • Data CoreTax sudah dijual-jual.
  • Beberapa ethical hacker lokal bahkan dipanggil untuk mengetes kebocorannya.

Beberapa waktu lalu, Pak Purbaya sempat bilang,
Ini akan kita selesaikan dalam 1 bulan.”

Saya pribadi tertawa kecil.
Bukan karena meremehkan, tapi karena tahu:
kalau arsitektur dan kualitas kodenya berantakan dari akar,
tidak mungkin selesai secepat itu.

Paling realistis? 6 bulan sampai 1 tahun.
Dan itupun kalau fokus total dan tidak ada tarik-menarik kepentingan.

Biasanya, dalam kasus seperti ini hanya ada dua jalan:
1. Refactor / Revamp, atau
2. Bangun Ulang.

Dua-duanya sama-sama mahal.
Dua-duanya sama-sama makan waktu.
Tapi kalau foundation-nya busuk, tidak ada gunanya terus menambal.

Yang saya apresiasi dari Pak Purbaya adalah satu hal: transparansi.
Beliau rutin mengabarkan progres setiap minggu, bahkan membongkar masalahnya satu per satu secara publik.

Semoga langkah pembenahan ini tidak berhenti di CoreTax saja.
Masih banyak sistem digital negara lain yang kondisinya sama—bahkan mungkin lebih parah—tapi belum pernah dibuka ke publik.

💬 Menurut kamu, apakah proyek-proyek digital pemerintah seharusnya dibuka setransparan ini juga?

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Startup Indonesia Bangkit Lagi, Tapi Lebih Hati-hati
Ekosistem Tech Indonesia

27 Jun2 mnt

Startup Indonesia Bangkit Lagi, Tapi Lebih Hati-hati

Startup Madness Sudah Lewat. Tapi Nafasnya Masih Ada. Beberapa waktu lalu saya hadir di salah satu event yang ramai banget — Innovation Night 2025. Ruangan padat, penuh VC dan para founder. Ngobrol aja harus cari…

Beasiswa LPDP x JICA Double Degree Indonesia-Jepang
Ekosistem Tech Indonesia

17 Apr2 mnt

Beasiswa LPDP x JICA Double Degree Indonesia-Jepang

Gak Nyangka! Bisa Dapat Gelar Ganda S2, Kuliah di Indonesia & Jepang Sekaligus Beberapa hari lalu saya baca skema beasiswa kolaborasi LPDP x JICA yang menurut saya underrated banget. Padahal ini powerful banget buat…

Danantara dan Akses Pendanaan untuk Startup AI
Ekosistem Tech Indonesia

25 Feb2 mnt

Danantara dan Akses Pendanaan untuk Startup AI

Danantara: Rp326 Triliun, Angin Segar Buat Tech? Pemerintah baru saja meresmikan Danantara Indonesia Sovereign Wealth Fund dengan dana awal sekitar $20 miliar (Rp326 triliun). Katanya sih, ini hasil efisiensi. Banyak…

DTSEN: Bansos Lebih Tepat Lewat Data Tunggal
Ekosistem Tech Indonesia

18 Jul2 mnt

DTSEN: Bansos Lebih Tepat Lewat Data Tunggal

Yang Butuh Nggak Dapat. Yang Dapat Nggak Butuh Kita hidup di negara yang sering bangga bilang: “Bansos untuk rakyat.” Tapi kenyataannya? Banyak yang butuh malah nggak kekebagian. Dan yang memang sudah mampu… bangga pake…

Gelombang PHK Indonesia, Suara Buntu ke DPR
Ekosistem Tech Indonesia

29 Agu2 mnt

Gelombang PHK Indonesia, Suara Buntu ke DPR

Demo DPR & Gelombang PHK: Suara yang Tertutup Tembok Jujur saja, kita tidak tahu lagi harus menyuarakan hal ini ke mana. Selama 3 tahun terakhir saya sudah menulis ratusan kali soal PHK dan dampaknya di LinkedIn. Tapi…

← Semua tulisan