Danantara: Rp326 Triliun, Angin Segar Buat Tech?
Pemerintah baru saja meresmikan Danantara Indonesia Sovereign Wealth Fund dengan dana awal sekitar $20 miliar (Rp326 triliun). Katanya sih, ini hasil efisiensi. Banyak analis investasi dan kebijakan publik sudah membahas ini, membandingkan dengan SWF di negara lain.
Tapi mari kita lihat dari sudut pandang penggiat tech. Ada satu sektor menarik yang katanya masuk PSN dan bakal dikucurkan dana dari Danantara: Pengembangan Artificial Intelligence (AI).
Angin segar buat AI enthusiast?
Kalau beneran serius, ini bisa jadi peluang besar buat yang mau deep research dan develop AI. Mungkin bakal ada funding buat proyek AI lokal, dari LLM sampai AI industri.
Ketahanan pangan juga dapat jatah investasi.
Berarti startup teknologi yang fokus ke pertanian dan perikanan berbasis IoT & AI berpotensi kecipratan dana juga. Hmm… menarik nih, eFishery yang lagi raise fund menurut DealStreetAsia, bisa jadi salah satu kandidat penerima investasi🫥.
Tapi ya... harapan vs realita?
Kita semua ingin dana ini benar-benar dikelola untuk pengembangan bisnis yang sehat. Tapi kalau melihat track record pengelolaan aset pemerintah, susah berharap banyak. Biasanya malah jadi alat politik, kepentingan golongan, atau ya… buat "bapak-bapak" saja.
Sekarang pertanyaannya:
Gimana cara startup dan tech company bisa dapat akses ke pendanaan ini?
Karena jujur aja, funding dari PE dan VC makin susah, sementara banyak startup tech butuh suntikan modal. Masa iya harus kenal pejabat, punya circle "bapak-bapak", atau balik ke model lama... wani piro?
🔹 Join Tech Voice Indonesia!
Di sini kita bisa diskusi dan cari cara bareng-bareng. Karena kalau funding makin eksklusif dan tertutup, industri tech lokal bisa makin tertinggal. Yuk join disini https://bit.ly/4gZsWDx





