Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Danantara dan Akses Pendanaan untuk Startup AI

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Danantara dan Akses Pendanaan untuk Startup AI

Danantara: Rp326 Triliun, Angin Segar Buat Tech?

Pemerintah baru saja meresmikan Danantara Indonesia Sovereign Wealth Fund dengan dana awal sekitar $20 miliar (Rp326 triliun). Katanya sih, ini hasil efisiensi. Banyak analis investasi dan kebijakan publik sudah membahas ini, membandingkan dengan SWF di negara lain.

Tapi mari kita lihat dari sudut pandang penggiat tech. Ada satu sektor menarik yang katanya masuk PSN dan bakal dikucurkan dana dari Danantara: Pengembangan Artificial Intelligence (AI).

Angin segar buat AI enthusiast?
Kalau beneran serius, ini bisa jadi peluang besar buat yang mau deep research dan develop AI. Mungkin bakal ada funding buat proyek AI lokal, dari LLM sampai AI industri.

Ketahanan pangan juga dapat jatah investasi.
Berarti startup teknologi yang fokus ke pertanian dan perikanan berbasis IoT & AI berpotensi kecipratan dana juga. Hmm… menarik nih, eFishery yang lagi raise fund menurut DealStreetAsia, bisa jadi salah satu kandidat penerima investasi🫥.

Tapi ya... harapan vs realita?
Kita semua ingin dana ini benar-benar dikelola untuk pengembangan bisnis yang sehat. Tapi kalau melihat track record pengelolaan aset pemerintah, susah berharap banyak. Biasanya malah jadi alat politik, kepentingan golongan, atau ya… buat "bapak-bapak" saja.

Sekarang pertanyaannya:
Gimana cara startup dan tech company bisa dapat akses ke pendanaan ini?
Karena jujur aja, funding dari PE dan VC makin susah, sementara banyak startup tech butuh suntikan modal. Masa iya harus kenal pejabat, punya circle "bapak-bapak", atau balik ke model lama... wani piro?

🔹 Join Tech Voice Indonesia!
Di sini kita bisa diskusi dan cari cara bareng-bareng. Karena kalau funding makin eksklusif dan tertutup, industri tech lokal bisa makin tertinggal. Yuk join disini https://bit.ly/4gZsWDx

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

WFH ASN: Efisiensi atau Bumerang Pelayanan?
Ekosistem Tech Indonesia

12 Feb2 mnt

WFH ASN: Efisiensi atau Bumerang Pelayanan?

ASN bakal Work From Home (WFH) demi efisiensi biaya operasional! Masalahnya, yang 5 hari kerja di kantor aja pelayanannya udah banyak dikeluhkan—sekarang mau hybrid? Apakah ini benar-benar efisien atau bakal makin…

Wacana LLM RI: Integrasi Kementerian Belum Beres
Ekosistem Tech Indonesia

19 Feb1 mnt

Wacana LLM RI: Integrasi Kementerian Belum Beres

RI Mau Bikin Aplikasi Mirip DeepSeek? INTEGRASI KEMENTERIAN AJA BELUM BERES! 🤯 Baru aja baca berita ini, langsung gemes, langsung geram! RI mau bikin model AI open-source ala DeepSeek? Bakal dipresentasikan ke…

Kebocoran Data dan Mendesaknya Data Governance
Ekosistem Tech Indonesia

20 Agu2 mnt

Kebocoran Data dan Mendesaknya Data Governance

Kebocoran Data Bukan Sekadar Headline Sepanjang 2025, hampir setiap bulan ada berita kebocoran data di Indonesia. Awalnya saya pikir: “Ya udah lah, urusan pemerintah.” Tapi makin ke sini, saya sadar: Data bocor bukan…

Mentalitas Instan, Korupsi Digital, dan PHK Tech
Ekosistem Tech Indonesia

16 Mar2 mnt

Mentalitas Instan, Korupsi Digital, dan PHK Tech

Mentalitas Bangsa yang Pendek Pikiran: Efeknya ke Digitalisasi dan Gelombang PHK Beberapa waktu yang lalu, saya merenung tentang kondisi bangsa ini. Indonesia, negara yang pada tahun 1945 sama-sama porak poranda seperti…

Merdeka Digital: Lepas dari Mental Instan
Ekosistem Tech Indonesia

17 Agu2 mnt

Merdeka Digital: Lepas dari Mental Instan

Merdeka Itu Bukan Sekadar Simbol. Tapi Keberanian Lepas dari Mental Pendek. Hari ini, di setiap sudut negeri, merah putih berkibar. Kita rayakan kemerdekaan yang diperoleh dengan darah dan perjuangan panjang. Bukan…

← Semua tulisan