Startup Madness Sudah Lewat. Tapi Nafasnya Masih Ada.
Beberapa waktu lalu saya hadir di salah satu event yang ramai banget — Innovation Night 2025.
Ruangan padat, penuh VC dan para founder.
Ngobrol aja harus cari pojokan.
Saya sempat tanya ke teman-teman di Antler:
“Koq rame banget ya ini?”
Jawabannya simpel tapi jujur:
“Iya mas, udah lama gak ada event VC dan accelerator bareng kayak gini...”
Dan saya paham kenapa:
📉 Setelah 2 tahun dunia startup Indonesia sepi…
📈 Vibes-nya mulai terasa lagi.
Para founder muda mulai muncul.
Para VC mulai mendekat lagi.
Tapi kali ini — dengan energi yang lebih hati-hati.
Beberapa highlight yang saya catat malam itu:
1. Vibes founder muda tuh semangat banget
Kelihatan haus untuk bangun sesuatu, walaupun udaranya belum sepenuhnya pulih.
2. VC mulai dari pre-seed lagi
Seperti Antler, Insignia, dan Skystar, semuanya menyasar early stage.
Banyak yang bilang, "start from $100K — bangun dari awal."
3. Semua ngomongin AI
Ada yang bahkan hard-selling portofolio mereka yang berbau AI semua.
Antusiasmenya seperti zaman web3 dulu — tapi lebih fokus ke use-case.
4. Dan founder... ya... gaya-nya masih kayak dulu
Ambisius, pitching ke sana ke mari, tapi juga udah tahu:
Startup madness sudah lewat masanya.
Tapi justru itu sinyal sehat.
Gairahnya masih ada.
Nafasnya masih ada.
Hanya ekosistemnya yang sekarang butuh narasi baru.
Bukan sekadar “kejar valuasi”.
Tapi “bikin bisnis yang relevan, berkelanjutan, dan adaptif.”
Terima kasih untuk penyelenggara seperti:
KUMPUL Kopital Ventures Antler PKSHA Algorithm Fund Skystar Capital Insignia Ventures Partners Monk's Hill Ventures Databricks Xendit Qapita.
Kalau kamu juga hadir, atau ikut merasakan perubahan atmosfer ini,
ayo ngobrol. DM terbuka.
Kita semua lagi ngerakit ulang masa depan startup Indonesia.





