Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Startup Indonesia Bangkit Lagi, Tapi Lebih Hati-hati

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Startup Indonesia Bangkit Lagi, Tapi Lebih Hati-hati

Startup Madness Sudah Lewat. Tapi Nafasnya Masih Ada.

Beberapa waktu lalu saya hadir di salah satu event yang ramai banget — Innovation Night 2025.

Ruangan padat, penuh VC dan para founder.
Ngobrol aja harus cari pojokan.
Saya sempat tanya ke teman-teman di Antler:

Koq rame banget ya ini?”
Jawabannya simpel tapi jujur:
Iya mas, udah lama gak ada event VC dan accelerator bareng kayak gini...”

Dan saya paham kenapa:
📉 Setelah 2 tahun dunia startup Indonesia sepi…
📈 Vibes-nya mulai terasa lagi.

Para founder muda mulai muncul.
Para VC mulai mendekat lagi.
Tapi kali ini — dengan energi yang lebih hati-hati.

Beberapa highlight yang saya catat malam itu:
1. Vibes founder muda tuh semangat banget
Kelihatan haus untuk bangun sesuatu, walaupun udaranya belum sepenuhnya pulih.

2VC mulai dari pre-seed lagi
Seperti Antler, Insignia, dan Skystar, semuanya menyasar early stage.
Banyak yang bilang, "start from $100K — bangun dari awal."

3Semua ngomongin AI
Ada yang bahkan hard-selling portofolio mereka yang berbau AI semua.
Antusiasmenya seperti zaman web3 dulu — tapi lebih fokus ke use-case.

4. Dan founder... ya... gaya-nya masih kayak dulu
Ambisius, pitching ke sana ke mari, tapi juga udah tahu:
Startup madness sudah lewat masanya.

Tapi justru itu sinyal sehat.
Gairahnya masih ada.
Nafasnya masih ada.
Hanya ekosistemnya yang sekarang butuh narasi baru.

Bukan sekadar “kejar valuasi”.
Tapi “bikin bisnis yang relevan, berkelanjutan, dan adaptif.”

Terima kasih untuk penyelenggara seperti:
KUMPUL Kopital Ventures Antler PKSHA Algorithm Fund Skystar Capital Insignia Ventures Partners Monk's Hill Ventures Databricks Xendit Qapita.

Kalau kamu juga hadir, atau ikut merasakan perubahan atmosfer ini,  
ayo ngobrol. DM terbuka.

Kita semua lagi ngerakit ulang masa depan startup Indonesia.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Kenapa GPT-5 Down: Realita Downtime Teknologi
Ekosistem Tech Indonesia

8 Agu2 mnt

Kenapa GPT-5 Down: Realita Downtime Teknologi

GPT-5 Launch: Error 502, Realita yang Ga Bisa Dihindari Baru aja beberapa jam GPT-5 dirilis untuk public, langsung gue coba. Begitu ramainya yang posting mengenai GPT-5, wow! Ehh... kena lock. Error. ChatGPT down total…

PPATK Blokir Rekening Dormant, Strategi Sapu Jagat
Ekosistem Tech Indonesia

3 Agu2 mnt

PPATK Blokir Rekening Dormant, Strategi Sapu Jagat

Nama Besar. Akses Luar Biasa. Tapi strateginya? Bikin geleng kepala. PPATK bikin geger se-Indonesia. Rekening-rekening pasif (dormant) diblokir. Alasannya? Untuk “melindungi dari kejahatan judi online.” Saya ulang ya…

Kebocoran Data dan Mendesaknya Data Governance
Ekosistem Tech Indonesia

20 Agu2 mnt

Kebocoran Data dan Mendesaknya Data Governance

Kebocoran Data Bukan Sekadar Headline Sepanjang 2025, hampir setiap bulan ada berita kebocoran data di Indonesia. Awalnya saya pikir: “Ya udah lah, urusan pemerintah.” Tapi makin ke sini, saya sadar: Data bocor bukan…

Kekuatan 1,5 Juta Ojol dan Solidaritas Pasukan Hijau
Ekosistem Tech Indonesia

1 Sep2 mnt

Kekuatan 1,5 Juta Ojol dan Solidaritas Pasukan Hijau

Pasukan Hijau: Kekuatan 1,5 Juta di Jabodetabek Beberapa hari terakhir, kita kembali melihat fenomena unik di jalanan. Bukan demo buruh, bukan mahasiswa, tapi pasukan hijau: ojek online. Solidaritas mereka luar biasa…

Kebocoran Data 5 Tahun Terakhir dan UU PDP
Ekosistem Tech Indonesia

21 Agu2 mnt

Kebocoran Data 5 Tahun Terakhir dan UU PDP

Data Bocor: Fakta 5 Tahun Terakhir Kalau kita lihat ke belakang, kasus kebocoran data di Indonesia bukan sekali-dua kali. Dalam 5 tahun terakhir, hampir setiap tahun ada kasus besar yang ramai di media—baik dari…

← Semua tulisan