Nama Besar. Akses Luar Biasa.
Tapi strateginya? Bikin geleng kepala.
PPATK bikin geger se-Indonesia.
Rekening-rekening pasif (dormant) diblokir.
Alasannya?
Untuk “melindungi dari kejahatan judi online.”
Saya ulang ya:
Rekening pasif.
Tidak ada transaksi 3–6 bulan.
Diblokir.
Katanya:
“Kami menemukan 31 juta rekening yang terindikasi kejahatan.”
Tapi tunggu…
Di kalimat berikutnya:
“Itu adalah rekening yang tidak aktif.”
Lho? Jadi ini rekening jahat atau rekening nganggur?
Kok definisinya kabur?
Saya cukup takjub waktu mengingat:
PPATK itu punya akses luar biasa.
Setiap transaksi di atas Rp500 juta wajib dilaporkan ke mereka.
Perusahaan, individu, pemerintahan — semua bisa ditelusuri.
Saya bayangkan,
di balik PPATK itu ada tim data analyst, pakar forensik keuangan,
AI canggih, dashboard kompleks —
yang bisa tracking aliran dana dengan ketajaman luar biasa.
Tapi kenyataannya?
Yang terjadi malah: semua rekening pasif langsung disapu bersih.
Dan dibanggakan pula:
“Langkah ini bisa menekan transaksi JUDI ONLINE sampai 70%.” 🤯
Saya jadi bertanya-tanya:
- Apakah sistem analitik PPATK sebetulnya masih manual?
- Apakah data keuangan kita berantakan dan tidak bisa dilacak secara cerdas?
- Apakah mereka belum siap dengan infrastruktur big data dan machine learning?
- Apakah ini cara menyerah secara elegan?
Padahal…
Solusi data analytics sekarang banyak.
Teknologi bisa bantu.
Tapi seperti biasa:
Yang kurang bukan tools-nya, tapi people dan capability-nya.
Di saat lembaga sekelas PPATK saja
masih main sapu jagat untuk hal sepenting ini,
maka kita harus lebih sadar:
Teknologi secanggih apapun nggak akan berguna, kalau yang pegang nggak tahu cara pakainya.
Kalau orangnya nggak ngerti,
mau datanya sejuta petabyte pun tetap aja… gagal ambil keputusan.
Dan bahayanya…
Kalau strategi seperti ini bikin masyarakat panik,
money rush terjadi, dan sistem keuangan terguncang,
maka chaos yang kita takuti bukan lagi soal data.
Tapi soal kepercayaan.
Kalau kamu punya insight soal ini,
pernah terlibat dalam project anti-fraud, data compliance, atau risk system, coba dong share pemikiran kamu di komentar.
Kita perlu lebih banyak diskusi serius soal ini.
🟡 Gabung komunitas Tech Voice Indonesia – tempat kita ngobrol bareng soal digitalisasi, data, dan masa depan sistem.





