Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

DTSEN: Bansos Lebih Tepat Lewat Data Tunggal

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
DTSEN: Bansos Lebih Tepat Lewat Data Tunggal

Yang Butuh Nggak Dapat. Yang Dapat Nggak Butuh

Kita hidup di negara yang sering bangga bilang:
Bansos untuk rakyat.”

Tapi kenyataannya?
Banyak yang butuh malah nggak kekebagian.
Dan yang memang sudah mampubangga pake sembako dari negara.

Pernyataan resmi dari pemerintah bahkan mengakui:
📉 45% bansos tidak tepat sasaran.
Bayangkan, dari anggaran subsidi dan bantuan sosial sebesar Rp500 triliun, hampir setengahnya bisa meleset.

Artinya, ratusan triliun rupiah "salah alamat".

Masalahnya klasik:

  • Data lama tidak pernah diperbarui.
  • Masing-masing kementerian punya versi sendiri.
  • Daerah merasa paling tahu, tapi pusat merasa paling sah.
  • Warga miskin terus diminta isi formulir baru, tapi datanya nggak pernah nyambung.

Padahal kalau kita tarik ke belakang, akar masalah ini sudah kelihatan sejak kacau-balau-nya program e-KTP puluhan tahun lalu.
Kita telat digitalisasi, dan waktu mulai digitalisasi pun—seringnya cuma asal jadi.

Awal tahun ini, pemerintah bikin langkah baru lagi:
DTSEN – Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional.

Satu basis data baru yang menggabungkan DTKS (Kemensos), Regsosek (BPS), dan P3KE (Bappenas).
Dikelola langsung oleh BPS, dengan mandat dari Inpres No. 4/2025:

  • Semua data bansos sekarang harus satu sumber.
  • Daerah tidak boleh bikin versi sendiri lagi.
  • Pemutakhiran dilakukan tiap 3 bulan.
  • Bisa diverifikasi langsung sampai level desa.

Dan hasilnya?

  • Pemerintah mencoret 1,9 juta keluarga dari penerima PKH & BPNT karena terbukti tidak layak
  • Anggaran negara dihemat Rp15 triliun hanya dalam 1 triwulan
  • Data penerima lebih merata dan benar-benar berasal dari kelompok termiskin (desil 1)

Nah, inilah pentingnya punya sistem data yang terpusat dan terkelola baik. Manfaatnya bisa ke mana-mana.

Tapi mari jujur juga:
Metode sekarang masih andalkan survey dan sinkronisasi manual.
Sampai kapan bisa bertahan dengan cara begini?

Padahal dunia data sudah bergerak cepat.

  • Real-time.
  • Terhubung.
  • Tinggal kita: mau ikut atau terus tertinggal.

Buat yang kerja di sektor publik atau swasta:
Kalau sistem kalian sudah menghasilkan data,
itu lama-lama bukan aset, tapi cost.

Operasional data itu butuh biaya — untuk disimpan, dikelola, dan diamankan. Kalau tidak diolah jadi insight, ya itu jadi beban.

Maka perlu kolaborasi. Perlu integrasi.

Kalau kamu tertarik diskusi soal tata kelola data dan bagaimana sistem bisa saling ngobrol,
DM saya atau langsung ke → https://lnkd.in/gwVDP9rE

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Data Publik Salah dan Digitalisasi yang Tersendat
Ekosistem Tech Indonesia

11 Sep2 mnt

Data Publik Salah dan Digitalisasi yang Tersendat

Pidato dengan Data Salah ↔ Transformasi Digital yang Jalan di Tempat Beberapa klaim besar dari Presiden Prabowo sejak menjabat: “Tingkat pengangguran nasional terendah sejak krisis 1998.” (Pidato 15 Agustus 2025)…

Townhall: Dari Ritual Startup ke Kode Layoff
Ekosistem Tech Indonesia

1 Mei2 mnt

Townhall: Dari Ritual Startup ke Kode Layoff

Dulu, Townhall = budaya transparansi ala startup. Sekarang, Townhall = kode buat layoff. Tiba-tiba, Townhall = gaya Presiden. Istilah “Townhall” itu dulunya keren banget. Populer sekitar 15 tahun lalu, waktu budaya…

fraud efishery
Ekosistem Tech Indonesia

23 Jan2 mnt

Integritas eFisherian di Tengah Skandal eFishery

eFisherian: Integritas di Tengah Skandal Startup Besar Setelah ramai pemberitaan skandal di eFishery, saya mulai melihat banyak eFisherian (sebutan untuk teman-teman yang bekerja di eFishery) yang bersuara di LinkedIn…

Transparansi Outage: Pelajaran dari Canva Down
Ekosistem Tech Indonesia

20 Okt2 mnt

Transparansi Outage: Pelajaran dari Canva Down

Ketika Canva Down, Tapi Kita Tidak Dibuat Gelap Hari ini sudah lebih 2 jam Canva down. Buat sebagian orang, mungkin ini sepele. Tapi bagi banyak dari kita yang kerja dengan deck, presentasi ke partner, proposal bisnis —…

IHSG Anjlok dan Trading Halt: Jangan Asal Serok
Ekosistem Tech Indonesia

8 Apr2 mnt

IHSG Anjlok dan Trading Halt: Jangan Asal Serok

IHSG Anjlok Lagi. “Saatnya Serok!” … Serius? Hari ini IHSG anjlok lagi, menembus penurunan hingga 9%, dan saham-saham besar seperti BBCA terkoreksi sampai 12%. Forum-forum rame banget: “Wah, saatnya serok!” “Belum…

← Semua tulisan