Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Integritas eFisherian di Tengah Skandal eFishery

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
fraud efishery

eFisherian: Integritas di Tengah Skandal Startup Besar

Setelah ramai pemberitaan skandal di eFishery, saya mulai melihat banyak eFisherian (sebutan untuk teman-teman yang bekerja di eFishery) yang bersuara di LinkedIn. Beberapa postingan menarik perhatian saya, seperti dari Elsa Vinietta dan Pandu Aditama.

Pesannya?
Mereka ingin menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang lapangan yang bekerja dengan integritas, bukan bagian dari fraud.

Tapi Mari Kita Jujur Sebentar:
Saat saya memutuskan untuk bergabung ke dunia startup bertahun-tahun lalu, saya tahu satu hal yang pasti: startup itu penuh risiko.
Dari istilah roller coaster, jedag-jedug, hingga potensi jeblok mendadak — ini semua sudah jadi konsekuensi.

Dan ya, sering kali teman-teman di lapangan tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa model bisnis startup yang “naik kelas” dengan terlalu cepat sering kali penuh dengan penggelembungan.

Nilai Startup yang Mengawang:
Coba bayangkan, nilai perusahaan eFishery disebut-sebut mencapai $1,4 miliar (setara Rp23 triliun).
Padahal kita tahu, mayoritas startup itu minim aset. Bahkan startup besar seperti Shopee saja sering berpindah-pindah gedung. Jadi, kalau valuasinya terlihat begitu besar, ya wajar kalau ada tanda tanya besar.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

1. Tidak Ada Rahasia di Perusahaan
Sekecil apa pun, “gosip kantor” pasti bocor. Bahkan akun seperti Ecommurz bisa tahu apa yang terjadi di balik layar.

2. Untuk Teman-teman yang Terdampak:

  • Tetap tenang dan ambil keputusan terbaik untuk diri sendiri.
  • Jangan lupa, ini bukan akhir. Dunia kerja dan tech punya banyak peluang baru.

💬 Butuh Wadah untuk Diskusi?
Saya ingin mengajak teman-teman yang terdampak, atau siapa saja yang ingin membahas hal ini lebih dalam, untuk bergabung dengan komunitas Tech Voice Indonesia (TVI).
Di sini, kita bisa saling berbagi pengalaman, tips, dan peluang baru di dunia startup dan tech. Klik di sini untuk join https://lnkd.in/gCXHMPGf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

DTSEN: Bansos Lebih Tepat Lewat Data Tunggal
Ekosistem Tech Indonesia

18 Jul2 mnt

DTSEN: Bansos Lebih Tepat Lewat Data Tunggal

Yang Butuh Nggak Dapat. Yang Dapat Nggak Butuh Kita hidup di negara yang sering bangga bilang: “Bansos untuk rakyat.” Tapi kenyataannya? Banyak yang butuh malah nggak kekebagian. Dan yang memang sudah mampu… bangga pake…

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja
Ekosistem Tech Indonesia

4 Mar2 mnt

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja

100+ Pelamar dalam Hitungan Menit: Cari Kerja Sekarang Seperti Hunger Games? Pernah lihat job posting di LinkedIn yang dalam hitungan menit sudah tembus 100+ pelamar? Atau mungkin kamu sendiri yang lagi apply, tapi…

Luhut DEN
Ekosistem Tech Indonesia

10 Jan2 mnt

Digitalisasi Pemerintah Mandek Karena Mindset

Digitalisasi Pemerintah: Mandek di Mindset? Selama 5 tahun terakhir, kita menyaksikan digitalisasi di sektor pemerintahan berjalan lambat sekali. Walaupun beberapa kementerian seperti Kemenkes dan Mendikbud mulai…

Kekuatan 1,5 Juta Ojol dan Solidaritas Pasukan Hijau
Ekosistem Tech Indonesia

1 Sep2 mnt

Kekuatan 1,5 Juta Ojol dan Solidaritas Pasukan Hijau

Pasukan Hijau: Kekuatan 1,5 Juta di Jabodetabek Beberapa hari terakhir, kita kembali melihat fenomena unik di jalanan. Bukan demo buruh, bukan mahasiswa, tapi pasukan hijau: ojek online. Solidaritas mereka luar biasa…

Kerja DPR: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan
Ekosistem Tech Indonesia

3 Sep2 mnt

Kerja DPR: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

Edisi bahas yang lagi rame. Kita sering dengar cerita anggota DPR korupsi, hedon, atau arogansi mereka. Jarang sekali kita dengar prestasi nyata yang langsung menyentuh hidup kita. Padahal di atas kertas, DPR adalah…

← Semua tulisan