eFisherian: Integritas di Tengah Skandal Startup Besar
Setelah ramai pemberitaan skandal di eFishery, saya mulai melihat banyak eFisherian (sebutan untuk teman-teman yang bekerja di eFishery) yang bersuara di LinkedIn. Beberapa postingan menarik perhatian saya, seperti dari Elsa Vinietta dan Pandu Aditama.
Pesannya?
Mereka ingin menegaskan bahwa mereka adalah orang-orang lapangan yang bekerja dengan integritas, bukan bagian dari fraud.
Tapi Mari Kita Jujur Sebentar:
Saat saya memutuskan untuk bergabung ke dunia startup bertahun-tahun lalu, saya tahu satu hal yang pasti: startup itu penuh risiko.
Dari istilah roller coaster, jedag-jedug, hingga potensi jeblok mendadak — ini semua sudah jadi konsekuensi.
Dan ya, sering kali teman-teman di lapangan tidak tahu atau tidak mau tahu bahwa model bisnis startup yang “naik kelas” dengan terlalu cepat sering kali penuh dengan penggelembungan.
Nilai Startup yang Mengawang:
Coba bayangkan, nilai perusahaan eFishery disebut-sebut mencapai $1,4 miliar (setara Rp23 triliun).
Padahal kita tahu, mayoritas startup itu minim aset. Bahkan startup besar seperti Shopee saja sering berpindah-pindah gedung. Jadi, kalau valuasinya terlihat begitu besar, ya wajar kalau ada tanda tanya besar.
Apa yang Bisa Kita Pelajari?
1. Tidak Ada Rahasia di Perusahaan
Sekecil apa pun, “gosip kantor” pasti bocor. Bahkan akun seperti Ecommurz bisa tahu apa yang terjadi di balik layar.
2. Untuk Teman-teman yang Terdampak:
- Tetap tenang dan ambil keputusan terbaik untuk diri sendiri.
- Jangan lupa, ini bukan akhir. Dunia kerja dan tech punya banyak peluang baru.
💬 Butuh Wadah untuk Diskusi?
Saya ingin mengajak teman-teman yang terdampak, atau siapa saja yang ingin membahas hal ini lebih dalam, untuk bergabung dengan komunitas Tech Voice Indonesia (TVI).
Di sini, kita bisa saling berbagi pengalaman, tips, dan peluang baru di dunia startup dan tech. Klik di sini untuk join https://lnkd.in/gCXHMPGf





