Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja

100+ Pelamar dalam Hitungan Menit: Cari Kerja Sekarang Seperti Hunger Games?

Pernah lihat job posting di LinkedIn yang dalam hitungan menit sudah tembus 100+ pelamar?
Atau mungkin kamu sendiri yang lagi apply, tapi dalam waktu singkat sudah bersaing dengan ratusan orang lainnya?

Gila banget.
Saya coba pantau dan fenomena ini makin masif.
Supply & demand benar-benar tidak berimbang.
Yang butuh pekerjaan jauh lebih banyak dibanding jumlah job opening yang tersedia.

Perbandingannya mungkin 100:1.
Bahkan bisa lebih buruk dari itu.

Kita sebenarnya tidak tahu seberapa besar oversupply ini.
Tapi faktanya, semakin banyak tenaga kerja yang mencari, sementara lowongan kerja baru tidak tumbuh secepat jumlah pencari kerja.

Dampaknya?

  • Gaji makin stagnan. Perusahaan sadar mereka bisa pilih yang terbaik dari ratusan kandidat.
  • Persaingan makin gila. Soft skill dan branding personal jadi semakin penting.
  • Job security semakin rapuh. Kontrak kerja pendek lebih banyak dibanding full-time hire.

Jadi, pertanyaannya: Apakah kalian juga mengalami ini?

  • Seberapa sulit sebenarnya proses pencarian kerja saat ini?
  • Apa solusi yang bisa dilakukan untuk menghadapi kompetisi yang makin ketat?

Ayo diskusi di kolom komentar! Biar kita bisa saling support & mencari solusi bersama.

Saya sering ngobrol dengan teman-teman di komunitas, dan banyak yang merasakan hal yang sama.
Beberapa mulai beralih ke freelance, ada yang shifting skill, ada juga yang masih terus berjuang mencari peluang.

Di tengah ketidakpastian ini, satu hal yang pasti: kita harus saling bantu & tetap adaptif.

📢 Gabung di Tech Voice Indonesia buat diskusi lebih dalam & cari peluang bareng komunitas tech.
👉 Join di sini: https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Banyak orang mengira dampak ekonomi itu baru terasa kalau kita langsung berhubungan den…
Ekosistem Tech Indonesia

17 Mei2 mnt

Banyak orang mengira dampak ekonomi itu baru terasa kalau kita langsung berhubungan den…

Banyak orang mengira dampak ekonomi itu baru terasa kalau kita langsung berhubungan dengan dolar. Padahal sistem ekonomi tidak bekerja se-sederhana itu. Petani tidak perlu punya akun USD untuk kena dampaknya. Karena…

Kegelisahan Tech dan Lahirnya Tech Voice ID
Ekosistem Tech Indonesia

21 Feb2 mnt

Kegelisahan Tech dan Lahirnya Tech Voice ID

#IndonesiaGelap = Kegelisahan Kita Semua! Jauh sebelum gerakan ini muncul, saya sudah merasa ada yang tidak beres. Buat teman-teman di dunia tech, baik profesional maupun pengusaha, kondisi sekarang benar-benar tidak…

Skandal eFishery
Ekosistem Tech Indonesia

26 Jan2 mnt

Skandal eFishery dan Erosi Trust Startup Lokal

9,7 Triliun! Ini Bukan Lagi Fraud Biasa di Startup, Tapi Sistemik 🤬🤯 Sudah terbuka ke publik bahwa eFishery menjalankan dua pembukuan: satu untuk kalangan eksternal, satu lagi untuk internal. Angkanya? Perbedaan 9,7…

Mentalitas Instan, Korupsi Digital, dan PHK Tech
Ekosistem Tech Indonesia

16 Mar2 mnt

Mentalitas Instan, Korupsi Digital, dan PHK Tech

Mentalitas Bangsa yang Pendek Pikiran: Efeknya ke Digitalisasi dan Gelombang PHK Beberapa waktu yang lalu, saya merenung tentang kondisi bangsa ini. Indonesia, negara yang pada tahun 1945 sama-sama porak poranda seperti…

INA digital
Ekosistem Tech Indonesia

17 Jan2 mnt

Merger INA DIGITAL dan Beban Ketergantungan Vendor

Kurangi Vendor-Vendoran, Saatnya Punya Tim Digital High Quality Sendiri! Akhir 2024, pemerintah menyatukan semua inisiatif digital di bawah Peruri, lahirlah nama baru: INA DIGITAL. Tapi, apakah ini langkah tepat? Atau…

← Semua tulisan