Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Banyak orang mengira dampak ekonomi itu baru terasa kalau kita langsung berhubungan den…

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Banyak orang mengira dampak ekonomi itu baru terasa kalau kita langsung berhubungan den…

Banyak orang mengira dampak ekonomi itu baru terasa kalau kita langsung berhubungan dengan dolar.

Padahal sistem ekonomi tidak bekerja se-sederhana itu.

Petani tidak perlu punya akun USD untuk kena dampaknya.

Karena yang bergerak diam-diam adalah:

  • harga pupuk,
  • ongkos logistik,
  • BBM,
  • bahan pangan impor,
  • bunga kredit,
  • sampai margin UMKM kecil di desa.

Gandum impor.
Kedelai impor.
Solar tergantung harga global.
Indonesia juga net oil importer sejak 2004.

Jadi ketika rupiah melemah, efeknya merembet ke mana-mana.
Bukan lewat headline ekonomi.

Tapi lewat:
“kok pupuk makin susah?”
“kok harga tempe tahu naik?”
“kok cicilan makin berat?”
"kok minyak goreng naik"?

Dan justru di situlah problem terbesarnya:
kita sering terlambat membaca sinyal.

Di dunia tech, ada istilah observability.

Kalau sistem tidak punya monitoring dan visibility yang cukup, kita merasa semuanya baik-baik saja… sampai masalahnya sudah menyebar ke mana-mana.

Menariknya, banyak program digitalisasi kita juga masih terjebak di situ.

  • Sibuk bikin aplikasi.
  • Sibuk onboarding user.
  • Sibuk hitung transaksi digital.

Tapi pertanyaan paling pentingnya sering tertinggal:
apakah data yang terkumpul benar-benar dipakai untuk membaca pola dan mengambil keputusan lebih cepat?

Karena digitalisasi yang sesungguhnya bukan soal memindahkan proses manual ke aplikasi.
Tapi membuat sistem lebih cepat membaca realita dibanding persepsi manusia.
Sehingga keputusan strategis dan komunikasi public lebih tepat dan tidak blunder.

Dan menurut saya, di situlah pekerjaan rumah terbesar kita hari ini.


Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Tech Indonesia Terancam Saat Vietnam Kebanjiran Investasi
Ekosistem Tech Indonesia

8 Mar2 mnt

Tech Indonesia Terancam Saat Vietnam Kebanjiran Investasi

Sritex Jatuh, Tech Indonesia Nyusul? Kita Sedang Kalah di Semua Lini Baru-baru ini kita dengar kabar buruk lagi: Sritex tumbang, disusul banyak perusahaan tekstil lain di Jawa Tengah dan Jawa Barat yang bernasib serupa…

PT Pos Terlambat Digitalisasi, Peluang Pospay
Ekosistem Tech Indonesia

9 Jul2 mnt

PT Pos Terlambat Digitalisasi, Peluang Pospay

Dulu Kirim Uang Pakai Wesel. Sekarang Harusnya Bisa Jadi Digital Wallet Nasional. Saya masih ingat samar-samar, sekitar 30–40 tahun lalu, pergi ke kantor pos itu istimewa. Entah untuk kirim surat pakai prangko, ambil…

CTO/CIO dan Krisis Talenta Tech Pasca Tech Winter
Ekosistem Tech Indonesia

16 Jun2 mnt

CTO/CIO dan Krisis Talenta Tech Pasca Tech Winter

Surat Terbuka untuk Para CTO dan CIO di Indonesia (Tentang Talenta Tech yang Sedang Terpuruk Diam-diam) Kita sempat euforia ketika ada “role model sukses” seperti Nadiem Makarim. Tapi sekarang banyak yang diam—atau…

Penangkapan CEO eFishery dan Pelajaran Startup
Ekosistem Tech Indonesia

5 Agu2 mnt

Penangkapan CEO eFishery dan Pelajaran Startup

Ikan Hijau Itu Akhirnya Ditangkap. Dan ini bukan dongeng startup. Ini kenyataan. Setelah hampir 6 bulan penuh kebisingan, satu demi satu mulai terjawab. Beberapa waktu lalu, Gibran Huzaifah — cofounder dan CEO eFishery…

nasib bukalapak
Ekosistem Tech Indonesia

8 Jan2 mnt

Bukalapak Tutup Ecommerce, Alarm Ekosistem Startup

💔 Runtuhnya Startup Indonesia Mulai Merambah Unicorn: Bukalapak, Nasibmu Kini Kemarin, kabar sedih datang lagi. Bukalapak, salah satu startup aseli Indonesia, mengumumkan akan menutup layanan ecommerce-nya. Sebagai…

← Semua tulisan