Surat Terbuka untuk Para CTO dan CIO di Indonesia
(Tentang Talenta Tech yang Sedang Terpuruk Diam-diam)
Kita sempat euforia ketika ada “role model sukses” seperti Nadiem Makarim.
Tapi sekarang banyak yang diam—atau malah bingung sendiri.
saya baca rangkaian postingan @ecommurz soal kondisi lulusan Computer Science yang struggling cari kerja — bahkan di Amerika.
- Di sana, lulusan 4.0 GPA UC Berkeley pun sulit dapat kerja
- Di sini? Situasinya lebih sunyi... tapi sama kelamnya
Saya sudah angkat isu ini sejak 2024 dan terus konsisten saya suarakan : Efek dari tech winter sejak 2022 bukan cuma layoff startup besar,
tapi menciptakan oversupply lulusan IT yang tidak terserap.
Dan yang terdampak:
1. Angkatan kerja lama — yang kena PHK, butuh 8-12 bulan untuk dapat kerja lagi.
2. Angkatan kerja baru — fresh graduate bingung harus mulai dari mana.
Saya sempat tanya beberapa kampus IT besar.
Jawabannya sama: susah.
Lowongan makin sedikit, kompetisi makin brutal.
Buat angkatan lama kalau pun dapat kerja:
1. Gaji harus rela diturunkan hingga 50%
2. Banyak yang akhirnya switch career
3. Atau terpaksa freelance dan kontrak tahunan
Yang bikin sedih, topik ini nyaris nggak pernah dibahas di circle CTO dan CIO.
Padahal:
- Mereka pegang puluhan hingga ribuan tim tech.
- Mereka tahu betul apa yang dibutuhkan industri
- Mereka punya power untuk bantu bangun jembatan baru
Tapi sayangnya, banyak yang terlalu sibuk ngulik tools, bukan ngurus talent.
Ini saatnya kita koreksi arah.
Kalau kamu CTO, CIO, VP of Engineering, tech founder:
kita punya tanggung jawab moral untuk bantu generasi setelah kita.
Yuk mulai bahas ini di lingkaranmu.
🟡 Butuh pencerahan karir tech dan mentoring, saya buka sesi khusus https://lnkd.in/geseiXrD
🟡 Dan kalau kamu ingin jadi bagian dari komunitas profesional & entrepreneur tech yang saling support —





