Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Harapan pada Nadiem dan Skandal Laptop Rp9,9 T

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Harapan pada Nadiem dan Skandal Laptop Rp9,9 T

Dulu Dipanggil Mas Menteri. Sekarang Cuma Disebut Inisial NAM

Saya masih ingat betul, waktu itu kita semua bangga.

Anak muda, mantan founder unicorn, dipercaya Presiden jadi Menteri.
Dikasih panggung buat benerin sistem pendidikan di negeri ini.
Bahkan beberapa anak startup lain diangkat jadi stafsus.
Kita semua punya harapan.

Tapi sekarang?

Di semua berita nasional dan jagat maya, namanya berubah jadi "inisial": NAM Alias Nadiem Anwar Makarim.

Disebut dan dipanggil dalam kasus korupsi pengadaan laptop senilai Rp9,9 Triliun.
Dengan dugaan kerugian negara mencapai Rp1,8 Triliun.

Yang sudah jadi tersangka?
Bukan sembarang orang.
Adalah staf khusus Nadiem sendiri – "Jurist Tan", yang kini berada di luar negeri.

Kasus ini didalami Kejaksaan Agung, dikaitkan juga dengan pengadaan Chromebook untuk guru sekolah,
dan mulai muncul juga dugaan keterkaitan dengan perusahaan besar seperti Google dan GoTo.
Media bahkan mengaitkan dengan investasi Google ke GoTo dan praktik ordal (orang dalam).

Hadeehh...

Sekitar sebulan lalu, ada teman saya DM:
Ini beneran broo Nadiem korupsi? Kagak percaya gw selevel dia.”

Waktu itu saya jawab, kita lihat aja nanti kerja penegak hukum.

Ternyata sekarang, satu-satu mulai terbuka:

  • Grup WhatsApp "Mas Menteri Core Team"
  • Arah proyek digitalisasi
  • Peran stafsus sebagai “pengatur” pengadaan

Dan saya terdiam.
Miris.

Selama ini saya sering bilang:
Digitalisasi sektor publik gagal bukan karena teknologi, tapi karena mindset.
Karena people problem.

Tapi ini ironis.
Yang sekarang diduga bermain bukan pejabat tua dari partai politik,
tapi anak muda, lulusan luar negeri, mantan anak startup, simbol “maju” dan “modern”.
Mereka yang dulu kita banggakan.

Tapi cara mainnya masih sama.
Main proyek.
Main anggaran.
Main sistem.

Saya emosional.
Bukan karena nama besar yang jatuh.
Tapi karena harapan yang hancur.

📌 Kalau anak muda yang sudah dikasih kepercayaan pun ikut bermain curang, lalu siapa yang bisa kita percaya?

🔹 Mau mulai bangun personal branding di LinkedIn?  
→ s.id/branding-linkedin

🔹 Punya ide, keresahan, atau inisiatif di sektor digital dan publik?

🔹 Gabung ke komunitas Tech Voice Indonesia (TVI)

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Beberapa waktu lalu Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengumumkan kebijakan baru soal akse…
Ekosistem Tech Indonesia

13 Mar2 mnt

Beberapa waktu lalu Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengumumkan kebijakan baru soal akse…

Beberapa waktu lalu Menteri Komdigi, Meutya Hafid, mengumumkan kebijakan baru soal akses media sosial untuk anak-anak. Istilah yang dipakai menarik. Bukan “melarang media sosial”, tapi “menunda akses media sosial” untuk…

Data PHK Ditutup, Pekerja Hadapi Krisis Nyata
Ekosistem Tech Indonesia

12 Jul2 mnt

Data PHK Ditutup, Pekerja Hadapi Krisis Nyata

Takut Bikin Masyarakat Pesimis, Data PHK Disimpan Rapat-Rapat. Tapi kami yang di lapangan, sudah hidup dalam kenyataan pahit itu sejak 2022. Anak-anak tech tahu betul rasa itu: Townhall mencekam Dapat kabar pemangkasan…

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah?
Ekosistem Tech Indonesia

17 Mar2 mnt

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah?

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah? Belakangan pemerintah mulai mendorong WFH lagi. Alasannya jelas: efisiensi, terutama untuk penghematan BBM. Bahkan sektor swasta juga diajak ikut. Kalau…

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan
Ekosistem Tech Indonesia

18 Agu2 mnt

Talenta AI: Jarak Pidato Negara dan Lapangan

Talenta Digital & AI: Antara Pidato dan Realita Beberapa hari lalu, Presiden menyampaikan pidato: “Kita harus menguasai AI. Untuk itu, kita perlu mencetak talenta-talenta hebat dan meningkatkan kualitas pendidikan…

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar
Ekosistem Tech Indonesia

2 Mar2 mnt

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar: Absurd?

500 Miliar Rupiah untuk Sistem Tanda Tangan Digital? Negeri ini memang luar biasa... Ketika digitalisasi dikelola dengan mindset yang salah, yang terjadi bukan efisiensi, tapi proyek absurd dengan angka fantastis…

← Semua tulisan