Takut Bikin Masyarakat Pesimis, Data PHK Disimpan Rapat-Rapat.
Tapi kami yang di lapangan, sudah hidup dalam kenyataan pahit itu sejak 2022.
Anak-anak tech tahu betul rasa itu:
- Townhall mencekam
- Dapat kabar pemangkasan tim
- Harus pulang bawa kardus
- Nganggur berbulan-bulan walau CV penuh prestasi
Dan sekarang, bukan cuma kami.
Data dari berbagai sumber menyebutkan bahwa:
- Versi menaker : per Juni 2025, total PHK di Indonesia sudah mencapai ~30.000 orang
- Versi apindo : per Maret 2025, total PHK di Indonesia sudah mencapai ~74.000 orang
- Rata-rata 8.000-10.000 orang di-PHK tiap bulannya.
- Menurut catatan TrenAsia, sebagian besar terjadi di sektor manufaktur, tekstil, dan juga ritel.
- Media internasional seperti Nikkei Asia bahkan menyebut Indonesia sebagai salah satu negara dengan tingkat pengangguran tertinggi di Asia Tenggara.
Saya sempat ngobrol dengan seorang kenalan di lingkaran RI 1 & 2.
Katanya isu ini sudah jadi pembahasan sejak awal 2025, tapi lagi-lagi tidak masuk prioritas karena dianggap bukan proyek strategis nasional.
Padahal buat kami—rakyat biasa—
Pekerjaan itu soal makan besok.
Bukan sekadar statistik yang ditahan-tahan biar suasana kondusif.
Kalau memang ada solusi, insentif, atau gebrakan besar untuk tahan laju PHK— silakan publikasikan.
Tapi kalau hanya diam dan tutupi angka, itu bukan solusi.
Itu pembiaran.
🟡 Mau mulai **bangun personal branding** di LinkedIn?
Join saya di program praktis bareng — bukan teori, tapi langsung terlihat.
→ s.id/branding-linkedin
🟡 Punya ide atau inisiatif kolaborasi di sektor digitalisasi & layanan publik?
Ngobrol langsung aja. **Saya buka ruang buat kolaborasi**.
🟡 Gabung Tech Voice Indonesia
Tempat para profesional tech, founder, & penggerak digitalisasi bareng-bareng dorong ekosistem kita.





