Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

DeepSeek vs ChatGPT dan Indonesia Jadi Penonton

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Deepseek vs ChatGPT

DeepSeek vs ChatGPT: Kita Lagi-Lagi Jadi Penonton?

Dunia AI Memanas Lagi!
Setelah gebrakan ChatGPT, Gemini, dan AI Agent “Operator,” kini muncul DeepSeek dari China. Dengan teknologi gratis tanpa batas, DeepSeek langsung bikin heboh. Dampaknya? Saham Nvidia terjun bebas.

Linimasa ramai diskusi soal peta persaingan baru ini, termasuk di komunitas Tech Voice Indonesia (TVI). Banyak yang berbagi pengalaman, dari install teknologi AI hingga implementasi di kantor. Tapi… apakah kita hanya akan terus jadi penonton?

Realita: Kita Penonton Abadi?

  • Potensi ada. Usaha juga mulai terlihat (contoh: Sahabat AI + NVIDIA GPU Merdeka).
  • Tapi, belum ada anak muda Indonesia yang membangun teknologi AI berskala global.
  • Literasi kita terhadap teknologi AI? Masih lemah.
  • Padahal, pasar kita sudah siap—anak sekolah saja sudah pakai ChatGPT untuk tugas!

Obrolan dengan Anak Tech
Saat ngobrol dengan teman-teman tech, ada fakta pahit:
1️⃣ ML/AI engineer di Indonesia kurang dihargai.
2️⃣ Infrastruktur minim, mindset tertinggal.
3️⃣ Kita terlalu sibuk jadi konsumen, lupa menciptakan.

Solusi: Jangan Tertinggal Lagi!
1. Tingkatkan literasi: Baca lebih banyak, eksplor AI, jangan malas belajar.
2. Ikut tren: Update terus perkembangan ChatGPT, DeepSeek, dll.
3. Cobain tools AI: Maksimalkan kemampuan tools yang ada sekarang.
4. Ngumpul & diskusi: Gabung komunitas tech seperti Tech Voice Indonesia.
5. Ada Ide yuk kita ngobrol!

Dunia AI sedang bergerak cepat. Jangan sampai kita jadi korban “unicorn madness” berikutnya. Saatnya bergerak bareng-bareng! Join komunitas TVI sekarang, dan yuk kita bahas lebih lanjut di sana! Join disini https://lnkd.in/gCXHMPGf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Modal Publik, Startup, dan Skandal Governance
Ekosistem Tech Indonesia

7 Sep2 mnt

Modal Publik, Startup, dan Skandal Governance

Investasi Publik dan Risiko Gagal Fungsi: eFishery, TaniHub, Nadiem Bulan ini warna pink mendadak jadi trend di Indonesia. Dari rompi pink tersangka Kejaksaan, sampai pink-hijau tuntutan 17+8 yang memadati jalanan. Dan…

Website Magang Nasional 2025 Down di Hari Pertama
Ekosistem Tech Indonesia

7 Okt2 mnt

Website Magang Nasional 2025 Down di Hari Pertama

Digitalisasi Tanpa Skalabilitas = Mabok Bareng (Kisah web Magang Nasional yang tumbang di hari pertama) Tadi pagi saya bikin tulisan apresiasi buat pemerintah — keren banget, akhirnya ada Program Magang Nasional 2025…

Startup Indonesia Bangkit Lagi, Tapi Lebih Hati-hati
Ekosistem Tech Indonesia

27 Jun2 mnt

Startup Indonesia Bangkit Lagi, Tapi Lebih Hati-hati

Startup Madness Sudah Lewat. Tapi Nafasnya Masih Ada. Beberapa waktu lalu saya hadir di salah satu event yang ramai banget — Innovation Night 2025. Ruangan padat, penuh VC dan para founder. Ngobrol aja harus cari…

Karir Anak Tech Stuck? Kenali Jalurmu Sendiri
Ekosistem Tech Indonesia

6 Jul2 mnt

Karir Anak Tech Stuck? Kenali Jalurmu Sendiri

Siapa yang lagi merasa karirnya stuck? Kerja udah 3–5 tahun, tapi kayaknya gitu-gitu aja. Teman-teman lain udah naik jadi lead, naik gaji, dapat exposure. Padahal… kalau secara skill teknis, ya mirip-mirip aja. Kenapa…

Digitalisasi Korporasi: Masalahnya People & Mindset
Ekosistem Tech Indonesia

9 Feb2 mnt

Digitalisasi Korporasi: Masalahnya People & Mindset

🔄 Korporasi yang Gagal Adaptasi = Mati. Simpel. Saya pernah ditugaskan di sebuah holding perusahaan besar, dengan bisnis yang sudah beroperasi lebih dari 30-40 tahun. Mereka punya: Retail market - supermarket…

← Semua tulisan