DeepSeek vs ChatGPT: Kita Lagi-Lagi Jadi Penonton?
Dunia AI Memanas Lagi!
Setelah gebrakan ChatGPT, Gemini, dan AI Agent “Operator,” kini muncul DeepSeek dari China. Dengan teknologi gratis tanpa batas, DeepSeek langsung bikin heboh. Dampaknya? Saham Nvidia terjun bebas.
Linimasa ramai diskusi soal peta persaingan baru ini, termasuk di komunitas Tech Voice Indonesia (TVI). Banyak yang berbagi pengalaman, dari install teknologi AI hingga implementasi di kantor. Tapi… apakah kita hanya akan terus jadi penonton?
Realita: Kita Penonton Abadi?
- Potensi ada. Usaha juga mulai terlihat (contoh: Sahabat AI + NVIDIA GPU Merdeka).
- Tapi, belum ada anak muda Indonesia yang membangun teknologi AI berskala global.
- Literasi kita terhadap teknologi AI? Masih lemah.
- Padahal, pasar kita sudah siap—anak sekolah saja sudah pakai ChatGPT untuk tugas!
Obrolan dengan Anak Tech
Saat ngobrol dengan teman-teman tech, ada fakta pahit:
1️⃣ ML/AI engineer di Indonesia kurang dihargai.
2️⃣ Infrastruktur minim, mindset tertinggal.
3️⃣ Kita terlalu sibuk jadi konsumen, lupa menciptakan.
Solusi: Jangan Tertinggal Lagi!
1. Tingkatkan literasi: Baca lebih banyak, eksplor AI, jangan malas belajar.
2. Ikut tren: Update terus perkembangan ChatGPT, DeepSeek, dll.
3. Cobain tools AI: Maksimalkan kemampuan tools yang ada sekarang.
4. Ngumpul & diskusi: Gabung komunitas tech seperti Tech Voice Indonesia.
5. Ada Ide yuk kita ngobrol!
Dunia AI sedang bergerak cepat. Jangan sampai kita jadi korban “unicorn madness” berikutnya. Saatnya bergerak bareng-bareng! Join komunitas TVI sekarang, dan yuk kita bahas lebih lanjut di sana! Join disini https://lnkd.in/gCXHMPGf





