Digitalisasi Tanpa Skalabilitas = Mabok Bareng
(Kisah web Magang Nasional yang tumbang di hari pertama)
Tadi pagi saya bikin tulisan apresiasi buat pemerintah — keren banget, akhirnya ada Program Magang Nasional 2025 yang terbuka untuk 20 ribu lulusan baru.
Tapi beberapa jam kemudian… komentar pertama di postingan saya bikin tepok jidat:
“Semoga server untuk peserta bisa lebih proper, dari sisi perusahaan saja entry posisinya ndut-ndutan karena server-nya nggak kuat dengan traffic.”
Dan benar saja.
Nggak sampai setengah hari, website-nya down.
(https://lnkd.in/gmeRwQMq)
Kalimat ajaibnya muncul:
“Kami sedang melakukan peningkatan kapasitas sistem...”
Ini nih penyakit klasik digitalisasi di instansi pemerintah kita.
Niatnya bagus, execution-nya? Ya gitu deh.
Baru diserbu traffic ratusan ribu orang langsung goyah.
Padahal kan sudah bisa diprediksi kalau launching nasional dengan kuota 20 ribu — pasti diserbu!
Jadi inget CoreTax yang masih kasus susah masuk, lemot.. hadehh
Pertanyaannya:
- Siapa vendor sistemnya?
- Siapa pejabat penanggung jawabnya?
- Dan… siapa yang sempat stress test sebelum launching?
Masalahnya bukan cuma soal server down.
Tapi mindset “yang penting launching dulu, nanti beresin belakangan.”
Padahal digitalisasi itu bukan sekadar bikin website,
tapi menjaga kepercayaan publik lewat sistem yang bisa diandalkan.
Ya sudahlah, maksud hati ingin bantu masyarakat,
tapi akhirnya malah bikin panik satu negeri.
Mungkin proyeknya nyangkut di subkon level keberapa ya? 🫠
Sambil nunggu websitenya sadar diri dan bisa diakses lagi,
buat kamu yang mau review CV, biar siap ketika nanti program magang ini benar-benar jalan —
**daftar aja di sini** 👉 https://lnkd.in/gn_PkV5S





