Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Website Magang Nasional 2025 Down di Hari Pertama

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Website Magang Nasional 2025 Down di Hari Pertama

Digitalisasi Tanpa Skalabilitas = Mabok Bareng

(Kisah web Magang Nasional yang tumbang di hari pertama)

Tadi pagi saya bikin tulisan apresiasi buat pemerintah — keren banget, akhirnya ada Program Magang Nasional 2025 yang terbuka untuk 20 ribu lulusan baru.
Tapi beberapa jam kemudian… komentar pertama di postingan saya bikin tepok jidat:
Semoga server untuk peserta bisa lebih proper, dari sisi perusahaan saja entry posisinya ndut-ndutan karena server-nya nggak kuat dengan traffic.”

Dan benar saja.
Nggak sampai setengah hari, website-nya down.
(https://lnkd.in/gmeRwQMq)
Kalimat ajaibnya muncul:

Kami sedang melakukan peningkatan kapasitas sistem...”

Ini nih penyakit klasik digitalisasi di instansi pemerintah kita.
Niatnya bagus, execution-nya? Ya gitu deh.
Baru diserbu traffic ratusan ribu orang langsung goyah.
Padahal kan sudah bisa diprediksi kalau launching nasional dengan kuota 20 ribu — pasti diserbu!
Jadi inget CoreTax yang masih kasus susah masuk, lemot.. hadehh

Pertanyaannya:

  • Siapa vendor sistemnya?
  • Siapa pejabat penanggung jawabnya?
  • Dan… siapa yang sempat stress test sebelum launching?

Masalahnya bukan cuma soal server down.
Tapi mindset “yang penting launching dulu, nanti beresin belakangan.”
Padahal digitalisasi itu bukan sekadar bikin website,
tapi menjaga kepercayaan publik lewat sistem yang bisa diandalkan.

Ya sudahlah, maksud hati ingin bantu masyarakat,
tapi akhirnya malah bikin panik satu negeri.
Mungkin proyeknya nyangkut di subkon level keberapa ya? 🫠

Sambil nunggu websitenya sadar diri dan bisa diakses lagi,  
buat kamu yang mau review CV, biar siap ketika nanti program magang ini benar-benar jalan —  
**daftar aja di sini** 👉 https://lnkd.in/gn_PkV5S

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja
Ekosistem Tech Indonesia

4 Mar2 mnt

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja

100+ Pelamar dalam Hitungan Menit: Cari Kerja Sekarang Seperti Hunger Games? Pernah lihat job posting di LinkedIn yang dalam hitungan menit sudah tembus 100+ pelamar? Atau mungkin kamu sendiri yang lagi apply, tapi…

10K LinkedIn Followers dari Cerita Tech Jujur
Ekosistem Tech Indonesia

20 Mei2 mnt

10K LinkedIn Followers dari Cerita Tech Jujur

Tembus 10K Followers di LinkedIn. Gak Nyangka. 🙏 Awalnya cuma iseng nulis. Sharing pengalaman di dunia tech & startup. Cerita anak tech yang lupa terlalu fokus tech skill, cerita soal sistem yang nggak nyambung, gagal…

Spam Call dan Bolongnya Perlindungan Data PDP
Ekosistem Tech Indonesia

21 Agu2 mnt

Spam Call dan Bolongnya Perlindungan Data PDP

Spam Call & Data Bocor Kita Beberapa bulan terakhir, spam call makin sering mampir ke HP saya. Awalnya saya kira cuma saya. Tapi ternyata banyak teman juga ngalamin hal yang sama. Sampai suatu hari, aplikasi pendeteksi…

Kembali ke Apple Academy BINUS BSD sebagai Guest
Ekosistem Tech Indonesia

27 Sep2 mnt

Kembali ke Apple Academy BINUS BSD sebagai Guest

Finding Your True North: Kembali ke Apple Academy BINUS BSD Hari ini saya mau cerita sedikit keseruan jadi inspirational guest di event Apple Academy BINUS BSD — Finding Your True North: Inspirational Career Talk…

CoreTax Rp1,3 T: Bug, Vendor, dan Bocor Data
Ekosistem Tech Indonesia

28 Okt2 mnt

CoreTax Rp1,3 T: Bug, Vendor, dan Bocor Data

CoreTax: Ketika Sistem Rp1,3 Triliun Error, Bug, dan Bocor Data Bayangkan sebuah sistem senilai Rp1,3 triliun—dibangun untuk menopang salah satu fungsi paling vital negara: pajak. Tapi yang kita dapat? Bug, error, dan…

← Semua tulisan