Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Karya Anak Bangsa yang Berakhir di Tangan Asing

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Karya Anak Bangsa yang Berakhir di Tangan Asing

Karya Anak Bangsa. Yang Tinggal Jadi Cerita.

Mereka lahir dari mimpi para founder muda Indonesia:

  • Traveloka – Ferry Unardi
  • Gojek – Nadiem Makarim
  • Tokopedia – William Tanuwijaya
  • Bukalapak – Ahmad Zaky

Generasi yang bikin bangga. Startup tech Indonesia yang (dulu) digadang-gadang akan menguasai Asia Tenggara.

Tapi apa kabar hari ini?
Satu per satu—skenarionya mirip:

  • Gojek kabarnya akan diakuisisi Grab
  • Traveloka relokasi induk ke Singapura
  • Tokopedia perlahan “melebur” ke TikTok
  • Bukalapak? melepas bisnis ecommerce, dan ya gitu deh

Mereka lahir dengan label “Karya Anak Bangsa”, tapi bisnis nggak kenal label.

Karena bisnis—terutama yang bermodal venture capital—nggak bisa menunggu. Harus cepat tumbuh, harus cepat scale, harus cepat exit.

Dan di situlah realita menampar kita semua:

  • Investor global mau untung cepat
  • Bakar uang besar-besaran
  • Begitu market share stagnan atau cash flow seret?
  • Merger, akuisisi, atau exit strategy jadi satu-satunya jalan

Startup Indonesia yang dulu digadang-gadang jadi kebanggaan nasional… sekarang satu per satu berakhir di tangan asing.

Kenapa?
Karena “DNA” bisnis startup Indonesia sudah dibentuk di awal: speed over sustainabilitas.
Cepat scale. Cepat bakar uang. Cepat capai valuasi.

Dan ketika bubble hype meledak—seperti yang terjadi hari ini—nggak semua bisa survive.

Jadinya, karya anak bangsa ini pun cepat banget dilego.

  • Gojek akan diambil Grab? Ya realistis.
  • Traveloka ke Singapura? Demi ekosistem yang lebih stabil.
  • Tokopedia “dilebur” ke TikTok? Ya siapa yang bisa lawan dominasi modal.

Ini pelajaran mahal buat kita semua:

  • Tech bukan soal bakar uang doang, tapi soal bikin bisnis yang sustainable.
  • Growth harus diiringi fundamental yang kuat.
  • National pride itu penting—tapi di dunia bisnis, yang penting cash flow.

Jadi, kalau kita mau punya “karya anak bangsa” yang bertahan, kita harus berani tanya:
Apa kita sekarang bisa memikirkan bisnis yang lebih masif, berkelanjutan, dan memberi manfaat bukan hanya untuk kita, tapi juga untuk generasi yang datang?

Kalau kamu punya cerita soal startup yang kamu bangun, atau insight tentang masa depan tech Indonesia—let’s talk! 🚀


🟡 Mau mulai nulis di LinkedIn tapi bingung? https://lnkd.in/gcPxaRkn

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Belajar Mindset Transformasi Digital dari BCA
Ekosistem Tech Indonesia

24 Mei2 mnt

Belajar Mindset Transformasi Digital dari BCA

Digital Transformasi Itu Bukan Tentang Aplikasi. Tapi Tentang Mindset. Contoh paling smooth dan elegan tentang transformasi digital di Indonesia? BANK BCA. Saya tidak sedang di-endorse, dan bukan nasabah istimewa. Tapi…

Reporting Lambat? Saat Data Transaksi Jadi Beban
Ekosistem Tech Indonesia

24 Feb2 mnt

Reporting Lambat? Saat Data Transaksi Jadi Beban

Data = Aset, Tapi Kok Malah Jadi Beban? Beberapa waktu lalu saya ngobrol dengan seorang teman yang perusahaannya spesialis di data optimasi. Awalnya saya pikir ini niche banget. Tapi ternyata problemnya jauh lebih besar…

Online Tapi Offline: Pajak Kendaraan Masih Ribet
Ekosistem Tech Indonesia

20 Feb2 mnt

Online Tapi Offline: Pajak Kendaraan Masih Ribet

Digitalisasi Indonesia: MEMBLE tapi GAYA-GAYAAN! Sudah 2025, tapi digitalisasi kita masih sekadar gimmick! Seminar? ✅ FGD? ✅ Ceremonial potong pita? ✅ Eksekusi? ❌ ZONK! Saya mau cerita pengalaman pribadi. Tahun lalu…

Dompet Tebal, Digital ID dan BPJS yang Mandek
Ekosistem Tech Indonesia

26 Mei2 mnt

Dompet Tebal, Digital ID dan BPJS yang Mandek

Dompet Kita: Museum Kartu Identitas yang Gagal Disederhanakan Sudah hampir 20 tahun kita bicara soal Digital ID. Tapi apa yang ada di dompet kamu hari ini? KTP SIM A & C BPJS Kesehatan BPJS Ketenagakerjaan NPWP Kartu…

PPATK Blokir Rekening Dormant, Strategi Sapu Jagat
Ekosistem Tech Indonesia

3 Agu2 mnt

PPATK Blokir Rekening Dormant, Strategi Sapu Jagat

Nama Besar. Akses Luar Biasa. Tapi strateginya? Bikin geleng kepala. PPATK bikin geger se-Indonesia. Rekening-rekening pasif (dormant) diblokir. Alasannya? Untuk “melindungi dari kejahatan judi online.” Saya ulang ya…

← Semua tulisan