Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Online Tapi Offline: Pajak Kendaraan Masih Ribet

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Online Tapi Offline: Pajak Kendaraan Masih Ribet

Digitalisasi Indonesia: MEMBLE tapi GAYA-GAYAAN!

Sudah 2025, tapi digitalisasi kita masih sekadar gimmick!
Seminar? ✅
FGD? ✅
Ceremonial potong pita? ✅
Eksekusi? ❌ ZONK!

Saya mau cerita pengalaman pribadi. Tahun lalu, saya semangat mau perpanjang pajak kendaraan online.
Katanya udah digital, tapi kok malah lebih ribet? 🤦‍♂️

📌 Daftar dan bayar via Tokopedia? Beres!
📌 Tapi kok tetep harus ambil kertas pajak manual & dicap?!
📌 Muter-muter ke beberapa gerai Samsat, dilempar sana-sini.

Transformasi digital macam apa ini? Kalau masih harus tatap muka, antre, dan sistemnya nggak sinkron, ya sama aja bohong!

Sekarang saya harus perpanjang pajak kendaraan lagi. Coba cek Google Review buat cari Samsat yang lumayan oke…
💀 Review-nya serem semua!
💀 Mesti bayar map & fotokopi yang di-markup 10x lipat.
💀 Jejak digital memperlihatkan betapa buruknya pelayanan.

Lalu di sisi lain, ada pejabat yang bilang mau bikin AI kayak DeepSeek?!
Beneran serius? Bikin sistem digitalisasi dasar aja masih amburadul, sekarang mau main di level AI?

Sebelum ngomongin AI, benerin dulu fundamental digitalisasi Indonesia!
🔹 Integrasi sistem antar instansi dulu, jangan masing-masing bikin aplikasi sendiri-sendiri!
🔹 Hapus praktik birokrasi absurd yang bikin “online tapi offline”!
🔹 Pastikan teknologi beneran SOLVE PROBLEM, bukan malah bikin tambah ribet!

Kalau begini terus, kapan kita bisa benar-benar maju?
🚀 Diskusi lebih lanjut? Yuk, bahas bareng di Tech Voice Indonesia! 👉 https://bit.ly/4gZsWDx

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Komentar

Masuk untuk ikut berkomentar

Masuk

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

← Semua tulisan