Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Nadiem Jadi Tersangka: Korupsi Chromebook 3T

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Nadiem Jadi Tersangka: Korupsi Chromebook 3T

Dari Role Model ke Tersangka

Nama Nadiem Anwar Makarim (NAM) pernah jadi simbol harapan.
Founder sukses → Menteri Pendidikan.
Kita sempat percaya, “akhirnya ada sosok muda yang ngerti tech, ngerti digital, ngerti masa depan.”

Tapi hari ini, berita itu pecah:
NAM resmi jadi tersangka kasus korupsi digitalisasi senilai Rp1,9 triliun.

Kasusnya
Pengadaan laptop untuk sekolah/guru/murid.
Produk yang dipilih: Google Chromebook.

Padahal, menurut kajian sebelum NAM menjabat, Chromebook tidak lulus uji untuk dipakai di sekolah 3T (terluar, tertinggal, terdalam).
Alasannya jelas: OS berbasis web & cloud → mustahil optimal di daerah tanpa internet stabil.

Tapi setelah NAM masuk, kebijakan berubah. Google diloloskan.
Dan di sinilah Kejaksaan mencium ada “persengkokolan” antara NAM, staf ahli, dan pihak Google.

Reaksi Publik
Waktu kasus ini pertama kali mencuat, seorang teman DM saya:
Bro, masa sih? Gue nggak percaya. Selevel Nadiem gitu lho.”

Saya jawab singkat:
Kita lihat saja, nanti Kejaksaan mendalami.”

Dan hari ini, finalnya keluar. NAM tersangka.

Sebagai orang tech, saya cuma bisa garuk kepala.
Kita semua tahu, Chromebook jelas-jelas nggak cocok buat 3T.
NAM juga pasti paham.
Tapi kenapa tetap dipilih?

Apapun jawabannya, yang muncul hanya satu rasa:
bau tak sedap.

Dari Role Model ke Smelly Deal
Sosok yang dulu kita idolakan di panggung startup & tech, akhirnya runtuh di panggung politik.
Sedih? Iya.
Tapi ini juga jadi wake-up call:
Kalau pondasi negara kita seperti pendidikan, kesehatan, infrastruktur saja dikorupsi…
tinggal tunggu waktu sebelum semuanya runtuh.

Beberapa hari lalu saya ngobrol dengan seorang teman. Dia bilang:
Kenapa Indonesia makin ke sini makin nggak relevan? Apakah kita menuju negara gagal?”

Saya nggak bisa langsung jawab.
Tapi hari-hari seperti ini bikin pertanyaan itu makin terasa nyata.

Apakah kita masih bisa berharap padarole modeldi negeri ini?

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

PT Pos Terlambat Digitalisasi, Peluang Pospay
Ekosistem Tech Indonesia

9 Jul2 mnt

PT Pos Terlambat Digitalisasi, Peluang Pospay

Dulu Kirim Uang Pakai Wesel. Sekarang Harusnya Bisa Jadi Digital Wallet Nasional. Saya masih ingat samar-samar, sekitar 30–40 tahun lalu, pergi ke kantor pos itu istimewa. Entah untuk kirim surat pakai prangko, ambil…

Data Publik Salah dan Digitalisasi yang Tersendat
Ekosistem Tech Indonesia

11 Sep2 mnt

Data Publik Salah dan Digitalisasi yang Tersendat

Pidato dengan Data Salah ↔ Transformasi Digital yang Jalan di Tempat Beberapa klaim besar dari Presiden Prabowo sejak menjabat: “Tingkat pengangguran nasional terendah sejak krisis 1998.” (Pidato 15 Agustus 2025)…

PHK Tokopedia dan Penjajahan Platform Asing
Ekosistem Tech Indonesia

27 Agu2 mnt

PHK Tokopedia dan Penjajahan Platform Asing

Tokopedia Layoff (Lagi): Kita Dijajah Model Baru Kita bangsa Indonesia pernah dijajah Belanda 350 tahun. Dan anehnya, sampai hari ini—kita masih sering jadi “budak” di negeri sendiri. Salah satu contohnya: Tokopedia…

Skandal eFishery
Ekosistem Tech Indonesia

26 Jan2 mnt

Skandal eFishery dan Erosi Trust Startup Lokal

9,7 Triliun! Ini Bukan Lagi Fraud Biasa di Startup, Tapi Sistemik 🤬🤯 Sudah terbuka ke publik bahwa eFishery menjalankan dua pembukuan: satu untuk kalangan eksternal, satu lagi untuk internal. Angkanya? Perbedaan 9,7…

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja
Ekosistem Tech Indonesia

4 Mar2 mnt

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja

100+ Pelamar dalam Hitungan Menit: Cari Kerja Sekarang Seperti Hunger Games? Pernah lihat job posting di LinkedIn yang dalam hitungan menit sudah tembus 100+ pelamar? Atau mungkin kamu sendiri yang lagi apply, tapi…

← Semua tulisan