Dulu Kirim Uang Pakai Wesel.
Sekarang Harusnya Bisa Jadi Digital Wallet Nasional.
Saya masih ingat samar-samar, sekitar 30–40 tahun lalu, pergi ke kantor pos itu istimewa.
Entah untuk kirim surat pakai prangko, ambil kiriman wesel dari keluarga, atau sekadar beli amplop dan materai.
Di masa itu, PT Pos adalah jantung komunikasi Indonesia.
Tapi semua berubah.
Saat dunia masuk era digital, PT Pos gagal menyesuaikan langkah.
Tergerus zaman. Terdiam.
Padahal...
PT Pos punya modal besar:
- Ribuan kantor fisik di seluruh penjuru negeri
- Kepercayaan publik yang terbentuk puluhan tahun
- Lisensi dan regulasi lengkap sebagai operator pos nasional
Seandainya 20 tahun lalu mereka berani melangkah...
Hari ini bisa jadi pemimpin di:
1. Layanan logistik e-commerce (bersaing langsung dengan J&T, SiCepat, AnterAja)
2. Channel pembayaran nasional (mengalahkan Indomaret/Alfamart untuk PPOB)
3. Dompet digital terpercaya (alternatif bank untuk wilayah rural & underserved)
Tapi sayangnya…
Digitalisasi baru digarap serius setelah semuanya telat.
Dari laporan resmi, mereka baru mulai transformasi sekitar 2020-an:
2021: Muncul aplikasi Pospay
2022: Layanan giropos digital
2023: Rebranding logo dan outlet
2025: Jadi channel pencairan dana pensiun ASN
Jujur, ini bukan inovasi. Ini damage control.
Mereka masuk kategori “laggards” dalam teori Diffusion of Innovation — ikut berubah karena sudah tidak ada pilihan lain.
Mungkin rebranding ini jadi sinyal semangat baru.
Tapi digitalisasi itu bukan sekadar ganti logo.
Bukan soal bikin aplikasi.
Tapi mindset-nya.
Dan sayangnya, itu yang paling lambat berubah di banyak BUMN kita.
Kalau kamu punya pengalaman menarik atau insight soal PT Pos & digitalisasi BUMN, drop di komen ya 👇
**Program** & **Kolaborasi**
🟡 Mau mulai **bangun personal branding** di LinkedIn?
Ikut program praktis bareng saya — langsung terlihat.
→ s.id/branding-linkedin
🟡 **Punya ide atau inisiatif digitalisasi di sektor publik**?
Ngobrol langsung yuk, saya terbuka untuk kolaborasi.
🟡 **Gabung Tech Voice Indonesia**
Komunitas profesional tech, founder, dan penggerak transformasi digital.





