Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

PT Pos Terlambat Digitalisasi, Peluang Pospay

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
PT Pos Terlambat Digitalisasi, Peluang Pospay

Dulu Kirim Uang Pakai Wesel.
Sekarang Harusnya Bisa Jadi Digital Wallet Nasional.

Saya masih ingat samar-samar, sekitar 30–40 tahun lalu, pergi ke kantor pos itu istimewa.
Entah untuk kirim surat pakai prangko, ambil kiriman wesel dari keluarga, atau sekadar beli amplop dan materai.

Di masa itu, PT Pos adalah jantung komunikasi Indonesia.
Tapi semua berubah.

Saat dunia masuk era digital, PT Pos gagal menyesuaikan langkah.
Tergerus zaman. Terdiam.

Padahal...
PT Pos punya modal besar:

  • Ribuan kantor fisik di seluruh penjuru negeri
  • Kepercayaan publik yang terbentuk puluhan tahun
  • Lisensi dan regulasi lengkap sebagai operator pos nasional

Seandainya 20 tahun lalu mereka berani melangkah...
Hari ini bisa jadi pemimpin di:

1Layanan logistik e-commerce (bersaing langsung dengan J&T, SiCepat, AnterAja)

2. Channel pembayaran nasional (mengalahkan Indomaret/Alfamart untuk PPOB)

3. Dompet digital terpercaya (alternatif bank untuk wilayah rural & underserved)

Tapi sayangnya…
Digitalisasi baru digarap serius setelah semuanya telat.
Dari laporan resmi, mereka baru mulai transformasi sekitar 2020-an:
2021: Muncul aplikasi Pospay
2022: Layanan giropos digital
2023: Rebranding logo dan outlet
2025: Jadi channel pencairan dana pensiun ASN

Jujur, ini bukan inovasi. Ini damage control.
Mereka masuk kategori “laggards” dalam teori Diffusion of Innovation — ikut berubah karena sudah tidak ada pilihan lain.

Mungkin rebranding ini jadi sinyal semangat baru.
Tapi digitalisasi itu bukan sekadar ganti logo.
Bukan soal bikin aplikasi.
Tapi mindset-nya.
Dan sayangnya, itu yang paling lambat berubah di banyak BUMN kita.

Kalau kamu punya pengalaman menarik atau insight soal PT Pos & digitalisasi BUMN, drop di komen ya 👇

**Program** & **Kolaborasi**

🟡 Mau mulai **bangun personal branding** di LinkedIn?  
Ikut program praktis bareng saya — langsung terlihat.  
→ s.id/branding-linkedin

🟡 **Punya ide atau inisiatif digitalisasi di sektor publik**?  
Ngobrol langsung yuk, saya terbuka untuk kolaborasi.

🟡 **Gabung Tech Voice Indonesia**  
Komunitas profesional tech, founder, dan penggerak transformasi digital.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

IHSG Anjlok: Alarm Krisis Domestik dan Survival
Ekosistem Tech Indonesia

19 Mar2 mnt

IHSG Anjlok: Alarm Krisis Domestik dan Survival

Darah itu Merah, Jenderal! IHSG anjlok 6,12% ke level 6.076,08, sementara negara-negara tetangga malah hijau semua, menguat di hari dan jam yang sama. Kalau ini cuma 'tren sesaat', kenapa negara lain seperti Singapura…

Karya Anak Bangsa yang Berakhir di Tangan Asing
Ekosistem Tech Indonesia

7 Jun2 mnt

Karya Anak Bangsa yang Berakhir di Tangan Asing

Karya Anak Bangsa. Yang Tinggal Jadi Cerita. Mereka lahir dari mimpi para founder muda Indonesia: Traveloka – Ferry Unardi Gojek – Nadiem Makarim Tokopedia – William Tanuwijaya Bukalapak – Ahmad Zaky Generasi yang bikin…

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah?
Ekosistem Tech Indonesia

17 Mar2 mnt

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah?

WFH Lagi Ramai Dibahas. Tapi Kita Mau Hemat… atau Mau Berubah? Belakangan pemerintah mulai mendorong WFH lagi. Alasannya jelas: efisiensi, terutama untuk penghematan BBM. Bahkan sektor swasta juga diajak ikut. Kalau…

Mudik Sepi dan Sinyal Ekonomi Sedang Lesu
Ekosistem Tech Indonesia

29 Mar2 mnt

Mudik Sepi dan Sinyal Ekonomi Sedang Lesu

Mudik Tahun Ini Rasanya Sepi. Tapi Kok Rasanya Bukan Karena Lebih Tertib, ya? Beberapa hari lalu, H-5 Lebaran, saya ikut mudik lewat jalur darat dan menyebrang ke Pulau Sumatera. Sudah siap mental untuk hadapi antrian…

Tarif AS ke Indonesia dan Alasan di Baliknya
Ekosistem Tech Indonesia

3 Apr2 mnt

Tarif AS 42% ke Indonesia dan Alasan di Baliknya

Tarif Baru Amerika: Indonesia Kena ‘Liberation Day’ Gila, Indonesia kena tarif 42% untuk ekspor ke AS. Yes, 32% tarif tambahan + 10% tarif dasar universal baru = 42% total. Sebelumnya? Rata-rata tarif AS cuma sekitar…

← Semua tulisan