Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Mudik Sepi dan Sinyal Ekonomi Sedang Lesu

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Mudik Sepi dan Sinyal Ekonomi Sedang Lesu

Mudik Tahun Ini Rasanya Sepi. Tapi Kok Rasanya Bukan Karena Lebih Tertib, ya?

Beberapa hari lalu, H-5 Lebaran, saya ikut mudik lewat jalur darat dan menyebrang ke Pulau Sumatera.
Sudah siap mental untuk hadapi antrian panjang di Pelabuhan Merak.
Tapi… sesampainya di sana, kosong.
Sepi.
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya.

Awalnya saya pikir, mungkin saya salah hari. Tapi ternyata bukan cuma saya yang merasa begitu.
Saya coba cari data — dan benar saja.
Kemenhub merilis proyeksi penurunan arus mudik tahun ini sebesar 24%.
Ini angka yang nggak main-main. Dan… rasanya cukup menggambarkan kondisi kita sekarang.

Mungkin memang... kita sedang tidak baik-baik saja.
1. PHK masif terjadi sejak 2 tahun terakhir.
2. Lapangan pekerjaan menyusut, anak muda fresh grad mulai frustasi.
3. Investasi lesu, pasar saham rontok, dan startup berguguran.

Semua orang jadi lebih hemat.
Yang dulu bisa mudik bareng keluarga besar, sekarang cukup video call.
Yang dulu bisa beli tiket H-10, sekarang menunggu H-1 demi harga promo.
Yang dulu bisa bawa mobil sendiri, sekarang ramai-ramai patungan bensin.

Semua jargon klasik ekonomi terasa nyata sekarang:

  • Supply lebih besar dari demand.” → Kompetisi makin brutal.
  • Jangan sampai besar pasak dari tiang.” → Hidup hemat bukan pilihan, tapi kewajiban.

Di tengah semua ini, saya masih ingin tahu:
Apakah proyek raksasa seperti MBG (Makan Bergizi Gratis)
yang menyedot ratusan triliun rupiah itu…
akan menyentuh realita PHK, lapangan kerja yang susah, dan investasi yang lari?
Atau hanya proyek monumen untuk dipajang di brosur?

Kalau kamu juga merasa kondisi ini butuh kita bicarakan bareng, yuk ngobrol.
Setidaknya kita bisa saling bantu dan dukung di komunitas.

✅ Join Tech Voice Indonesia di sini → https://lnkd.in/gR4hdQhf

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

CTO/CIO dan Krisis Talenta Tech Pasca Tech Winter
Ekosistem Tech Indonesia

16 Jun2 mnt

CTO/CIO dan Krisis Talenta Tech Pasca Tech Winter

Surat Terbuka untuk Para CTO dan CIO di Indonesia (Tentang Talenta Tech yang Sedang Terpuruk Diam-diam) Kita sempat euforia ketika ada “role model sukses” seperti Nadiem Makarim. Tapi sekarang banyak yang diam—atau…

Dompet Tebal, Digital ID dan BPJS yang Mandek
Ekosistem Tech Indonesia

26 Mei2 mnt

Dompet Tebal, Digital ID dan BPJS yang Mandek

Dompet Kita: Museum Kartu Identitas yang Gagal Disederhanakan Sudah hampir 20 tahun kita bicara soal Digital ID. Tapi apa yang ada di dompet kamu hari ini? KTP SIM A & C BPJS Kesehatan BPJS Ketenagakerjaan NPWP Kartu…

Kembali ke Apple Academy BINUS BSD sebagai Guest
Ekosistem Tech Indonesia

27 Sep2 mnt

Kembali ke Apple Academy BINUS BSD sebagai Guest

Finding Your True North: Kembali ke Apple Academy BINUS BSD Hari ini saya mau cerita sedikit keseruan jadi inspirational guest di event Apple Academy BINUS BSD — Finding Your True North: Inspirational Career Talk…

PT Pos Terlambat Digitalisasi, Peluang Pospay
Ekosistem Tech Indonesia

9 Jul2 mnt

PT Pos Terlambat Digitalisasi, Peluang Pospay

Dulu Kirim Uang Pakai Wesel. Sekarang Harusnya Bisa Jadi Digital Wallet Nasional. Saya masih ingat samar-samar, sekitar 30–40 tahun lalu, pergi ke kantor pos itu istimewa. Entah untuk kirim surat pakai prangko, ambil…

Permenkomdigi 6/2025 dan Standar Aplikasi SPBE
Ekosistem Tech Indonesia

7 Apr2 mnt

Permenkomdigi 6/2025 dan Standar Aplikasi SPBE

One Government, One Platform, One Experience. Apakah ini akhirnya mulai jadi kenyataan? Dalam 3–4 bulan terakhir, kita melihat sinyal yang semakin kuat dari pemerintah pusat. Mulai dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional…

← Semua tulisan