One Government, One Platform, One Experience.
Apakah ini akhirnya mulai jadi kenyataan?
Dalam 3–4 bulan terakhir, kita melihat sinyal yang semakin kuat dari pemerintah pusat.
Mulai dari Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Pak Luhut, yang beberapa kali bicara di media tentang kekacauan digitalisasi pemerintahan — terlalu banyak aplikasi, tidak saling terhubung, dan ujung-ujungnya, rakyat tetap bingung harus pakai yang mana.
Tiba-tiba, keluar regulasi yang cukup menarik:
📜 Permenkomdigi No.6 Tahun 2025
Tentang Standar Teknis dan Prosedur Pembangunan dan Pengembangan Aplikasi SPBE.
Sebagai orang tech yang cukup sering mengkritik “proyek digital bancakan”, saya agak kaget... tapi juga sedikit lega.
Akhirnya, ada dokumen resmi yang menyatukan banyak hal yang selama ini kita ributkan.
Apa sebenarnya isi dari Permen ini?
Kalau dirangkum singkat, tujuannya jelas:
Membuat aturan main yang baku untuk membangun dan mengembangkan aplikasi pemerintahan
- Gak bisa lagi sembarangan bikin aplikasi sendiri-sendiri
- Gak bisa lagi satu instansi bikin 5 aplikasi yang sama dengan tampilan beda
- Gak bisa lagi vendor lepas tangan setelah proyek selesai
Semua proses — dari perencanaan, pengembangan, integrasi, hingga evaluasi — diwajibkan mengikuti standar teknis dan arsitektur SPBE nasional.
Dan yang paling menarik:
- Ada proses evaluasi fungsional & interoperabilitas
- Ada audit sistem digital secara rutin
- Bahkan jika aplikasi dibangun oleh vendor, mereka tetap harus dokumentasi, menyimpan kode sumbernya, dan siap di-take over
Lalu, kita bisa apa?
Nah, ini bagian pentingnya.
Sebagus apapun regulasi, tetap butuh eksekusi yang bersih dan dijaga.
Pemerintah gak akan bisa jalan sendiri. kita semua tahu, proses digitalisasi ini sering “ditumpangi” oleh orang dalam, vendor titipan, atau orang yang hanya jago presentasi tapi nol dalam delivery.
Mari kita kawal dan libatkan diri di transformasi digital pemerintahan.
Kita sudah terlalu lama menyaksikan sistem pemerintahan dibangun setengah hati.
Kalau kamu tech professional atau pelaku bisnis IT yang peduli sama arah digitalisasi negeri ini — join komunitasnya. Gratis. Tapi isinya serius. **Join disini** https://lnkd.in/gR4hdQhf
📢 Dan untuk Bu Meutya Viada Hafid serta Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia —
kami dari komunitas Tech Voice Indonesia siap untuk membantu, berkontribusi, dan terlibat aktif dalam pembangunan SPBE yang sehat, efisien, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Kami percaya, kolaborasi antara pemerintah dan komunitas profesional bisa menjadi pilar kuat transformasi digital Indonesia.





