Rorojongrang Policy: Negeri yang Ingin Bangun 1000 Candi Dalam Semalam
Indonesia punya satu kebiasaan kuno yang tak pernah hilang:
Ambisi tingkat dewa, eksekusi ala semalam jadi.
Dari cerita rakyat Rorojongrang — sekarang menjadi pola kebijakan publik.
Hari ini, pola itu hidup kembali dalam berbagai program besar:
- Buatkan makan bergizi gratis untuk 82,9 juta anak.
- Siapkan magang 20.000 peserta dalam 2 minggu.
- Bangun 500 rumah sakit kelas dunia dalam 4 tahun.
Ide-idenya mulia. Tapi mulia saja tidak cukup. Karena dalam dunia nyata, ada satu hukum yang tak bisa ditawar: scalability.
Dalam dunia profesional, kita tahu:
Sebelum scale, harus proven.
Sebelum nasional, harus terstandar.
Sebelum 10 juta, harus lulus di 10 ribu.
Tapi di sini, warung yang biasa masak 200 porsi tiba-tiba disuruh sajikan 3.000 porsi… besok pagi.
Hasilnya? Bukan gizi — tapi keracunan.
Lihat MBG 2025:
Dari 937 dapur langsung melonjak ke 12.003 dapur.
Target 36 juta anak.
Dan apa yang terjadi? Sukabumi, Cianjur, Bandung, Toba… ratusan siswa keracunan massal.
Bukan karena programnya salah. Tapi karena negara melewati bagian terpenting: uji kualitas & sistem.
Padahal dunia sudah memberi rumusnya.
1️⃣ Greiner Curve (Harvard, 1972)
Organisasi tidak boleh melompat. Ia tumbuh lewat 6 fase:
kreativitas → arah → delegasi → koordinasi → kolaborasi → aliansi.
Kita justru lompat semuanya. Langsung ke fase konferensi pers.
2️⃣ OKR (Objective & Key Results) – Dipakai Google
Target boleh ambisius, tapi maksimal 30% di atas kemampuan.
Di sini, target dinaikkan 300%. Demi headline, bukan hasil.
3️⃣ ISO & Standarisasi Mutu
ISO itu bukan gengsi pabrik. Itu perlindungan kualitas.
Tanpa standar, makanan bergizi berubah menjadi makanan berbahaya.
Ironinya, pebisnis profesional memahami ini jauh lebih baik dari negara.
Karena dalam bisnis, ada modal yang harus dipertanggungjawabkan.
Dalam negara, sering kali yang dipertanggungjawabkan hanya laporan dan panggung.
Bangsa ini sebenarnya tidak kekurangan mimpi.
Yang kurang: keberanian membangunnya dengan cara yang benar.
Rorojongrang adalah legenda.
Tapi jika mindset “semalam jadi” terus dipelihara,
yang lahir bukan candi — melainkan reruntuhan.





