🔥 LPG Subsidi Chaos! Kebijakan Panik, Digitalisasi Tambal Sulam Lagi!
Hari ini masyarakat lagi rame ngomongin satu hal: LPG 3kg susah didapat.
Alasannya? Pemerintah potong jalur distribusi, pengecer ditutup, biar subsidi lebih “tepat sasaran”.
Tapi apa yang terjadi? Chaos di lapangan!
- Masyarakat yang butuh justru makin susah dapet gas.
- Harga naik, karena harus cari ke pangkalan yang lebih jauh.
- Efek domino: UMKM, pedagang kecil kena dampaknya.
Lalu pemerintah? Panik.
Langsung buru-buru bikin solusi:
✅ Distribusi ke pengecer dibuka lagi.
✅ Tapi sambil jalan, nanti semua pakai aplikasi Merchant & MyPertamina.
✅ Harus daftar pakai KTP, lagi-lagi KTP!
Serius, ini 2025 lho.
🚀 Dunia udah ngomongin AI & otomatisasi.
📜 Kita? Masih sibuk KTP buat verifikasi.
Miris, kebijakan tanpa perhitungan matang = chaos.
Dan ini bukan pertama kalinya:
1️⃣ Sistem MyPertamina untuk beli BBM, ribet di awal, akhirnya mentok juga.
2️⃣ Coretax DJP? 1,3 triliun, tapi sistemnya malah down di awal implementasi.
Pola kesalahannya sama:
- Digitalisasi yang dipaksakan tanpa eksekusi rapi.
- Data yang masih berantakan, nggak ada sinkronisasi antar sistem.
- Tech hanya jadi solusi tambal sulam, bukan strategi jangka panjang.
Jadi pertanyaannya: Sampai kapan kita begini?
Kenapa baru sekarang sadar tracking subsidi harus rapi?
Kenapa nggak bangun infrastruktur data nasional yang solid dari dulu?
⚡ Solusi?
Jangan hanya bicara teknologi, tapi ubah mindset:
✅ Bangun data governance yang bener.
✅ Hentikan tambal sulam sistem, bikin arsitektur yang terintegrasi.
✅ Dukung SDM tech di pemerintahan, bukan cuma vendor-vendoran.
Karena kalau nggak? Digital transformasi sektor publik = gimmick selamanya.
💡 Tech voice Indonesia sering bahas ini.
Mau diskusi bareng? Join aja, kita ngobrolin solusi beneran, bukan cuma teori di https://lnkd.in/gCXHMPGf





