Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Sistem Terbuka Bikin Travel Boom, Sektor Lain?

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Sistem Terbuka Bikin Travel Boom, Sektor Lain?

Traveloka Bisa Lahir Karena Sistem Dibuka.
Kenapa Sektor Lain Masih Dikunci?

Sekitar tahun 2010–2014, kita sempat menyaksikan ledakan luar biasa dari industri travel online.

Maskapai dunia mulai membuka sistem mereka.
GDS (Global Distribution System) mulai dilirik startup.
Dan akhirnya di Indonesia muncul pemain besar:
Traveloka, Tiket.com, Pegipegi, NusaTrip.

Semua bergerak cepat.
Karena satu hal:
Sistemnya terbuka.

Mau jual kursi pesawat? Bisa.
Mau gabung ke ekosistem? Silakan.
Mau integrasi data seat, harga, booking engine?
Ada API-nya. Tinggal connect.

Saya ingat betul.
Waktu itu semangat engineer luar biasa.
Kalau gak ada API? Ya scrapping!
Automation dibuat. Produk lahir. Pasar berkembang.

Karena saat itu, trust dan openness dibuka di hulu.
Dan hasilnya?

  • Maskapai untung, occupancy naik.
  • Startup tumbuh cepat, user experience membaik.
  • Customer senang, karena punya banyak pilihan.

Tapi coba kita bandingkan dengan sektor lain:

  • Kesehatan? Masih tertutup rapat.
  • Pemerintahan? Tiap instansi bikin sistem sendiri.
  • Pendidikan? Fragmentasi di mana-mana.
  • Pelayanan publik? Masih sibuk koordinasi antar satker.

Padahal teknologi udah siap semua:
✅ Struktur data terstandar
✅ API Management
✅ Data interoperability
✅ Enabler AI

Yang belum siap cuma satu:
Mindset-nya.

Saya pernah dengar langsung di ruang-ruang diskusi:
“Kalau kamu mau akses sistem kami, kamu bisa kasih apa?”
“Udah ada anggarannya belum?”
“Wani piro?”

Kalau cara pikirnya begini terus…
Digitalisasi cuma jadi jargon — bukan jalan keluar.

Negara lain sekarang sudah deep AI use-case:

  • Medical coding otomatis
  • AI verifikasi klaim
  • Government data federation
  • Adaptive pricing dan public service AI assistant

Kita?
Masih mikirin dashboard dan login portal.


🟡 Mau mulai **bangun personal branding** di LinkedIn?  
Join saya di program praktis bareng — bukan teori, tapi langsung terlihat.  
→ s.id/branding-linkedin

🟡 Punya ide atau inisiatif kolaborasi di sektor digitalisasi & layanan publik?  
Ngobrol langsung aja. **Saya buka ruang buat kolaborasi**.

🟡 Gabung Tech Voice Indonesia  
Tempat para profesional tech, founder, & penggerak digitalisasi bareng-bareng dorong ekosistem kita.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Founder Pewaris vs Perintis di Dunia VC Startup
Ekosistem Tech Indonesia

9 Agu2 mnt

Founder Pewaris vs Perintis di Dunia VC Startup

Perintis vs Pewaris. Startup juga begitu. Debat “perintis vs pewaris” lagi ramai di sosial media. Dan jujur, saya merasa ini nyambung banget dengan dunia startup. Karena di sini, kita juga sering melihat “startup…

Kasus Kecilin dan Pelajaran dari Founder Fraud
Ekosistem Tech Indonesia

19 Feb2 mnt

Kasus Kecilin dan Pelajaran dari Founder Fraud

Kasus Founder Startup Kecilin: Kenapa Dunia Startup Makin Rusak? Beberapa hari lalu, seorang teman DM saya dan forward berita soal founder startup yang diduga melakukan fraud lagi. Nama yang muncul: Christopher Farrel…

Beberapa hari terakhir kita melihat bagaimana putusnya satu jalur transmisi tegangan ti…
Ekosistem Tech Indonesia

26 Mei2 mnt

Beberapa hari terakhir kita melihat bagaimana putusnya satu jalur transmisi tegangan ti…

Beberapa hari terakhir kita melihat bagaimana putusnya satu jalur transmisi tegangan tinggi bisa membuat sebagian besar Sumatera gelap. Sebagai orang tech, saya langsung teringat satu istilah yang sangat terkenal: SPOF…

INA digital
Ekosistem Tech Indonesia

17 Jan2 mnt

Merger INA DIGITAL dan Beban Ketergantungan Vendor

Kurangi Vendor-Vendoran, Saatnya Punya Tim Digital High Quality Sendiri! Akhir 2024, pemerintah menyatukan semua inisiatif digital di bawah Peruri, lahirlah nama baru: INA DIGITAL. Tapi, apakah ini langkah tepat? Atau…

Tarif AS ke Indonesia dan Alasan di Baliknya
Ekosistem Tech Indonesia

3 Apr2 mnt

Tarif AS 42% ke Indonesia dan Alasan di Baliknya

Tarif Baru Amerika: Indonesia Kena ‘Liberation Day’ Gila, Indonesia kena tarif 42% untuk ekspor ke AS. Yes, 32% tarif tambahan + 10% tarif dasar universal baru = 42% total. Sebelumnya? Rata-rata tarif AS cuma sekitar…

← Semua tulisan