Sayonara, Tech in Asia Indonesia — Ini Sinyal Ekosistem Startup Kita Sudah di Ujung?
Saya baru saja baca kabar besar:
Tech in Asia Indonesia akan ditutup pada 15 Juli 2025, bagian dari restrukturisasi global
Bagi saya dan banyak founder serta praktisi, ini bukan sekadar kehilangan media.
Ini tanda bahwa era gemerlap startup di Indonesia benar-benar sudah lewat.
Saya masih ingat tahun 2014–2016, saat Tech in Asia Conference di Jakarta penuh.
Startup berdiri berbaris untuk interview, posting job, pitching—semuanya di event ini.
Saya ikut hadir—merasakan vibe, optimismenya, supportersnya.
Seolah setiap orang yakin:
“Startup kita bisa go regional! Bikin unicorn lokal!”
Tapi sekarang, setelah lebih dari 10 tahun...
- Investor global mereda
- VC lokal mulai tahan suntikan dana
- Banyak startup “sunset” atau diakuisisi
- Dan local media yang konsisten meliput… mulai winding down
Inilah realita yang paling nyata.
Tech in Asia Indonesia selama ini jadi penjaga narasi—berita, wawancara, insight, dan platform networking.
Hari ini mereka menutup layanan berbahasa Indonesia untuk lebih fokus ke global.
Kalau media sebesar ini ubah haluan… artinya gelombang besar di antara startup kita juga ikut mereda.
Tapi bukan berarti ini akhir.
Ini pivot point.
Masa untuk refleksi:
- Apa yang kita pelajari dari era startup-madness?
- Apa yang perlu dibenahi: fundamental, model bisnis, kolaborasi?
- Platform mana yang bisa menggantikan Tech in Asia bagi founder & praktisi?
Saya tahu banyak yang mungkin tersenyum getir baca kabar ini.
Tapi siapa tahu ya...
kita memang perlu balik ke basic.
Ke komunitas yang lebih sederhana:
📱 Grup WhatsApp
📢 Thread Telegram
💬 Diskusi Discord
Yaa, kayak Tech Voice Indonesia. ✌️
Mulainya pelan.
Tapi isinya? Jujur, tulus, dan banyak insight real dari teman-teman yang beneran pernah jatuh-bangun.
Yuklah buat para founder, praktisi, dan tech professional:
Ini saatnya kita bergandengan tangan lagi.
Kita bangun ulang narasi — bukan demi hype, tapi demi fondasi yang lebih sehat.
Kalau ada teman-teman yang ingin bantu — jadi sponsor, donatur, atau penggerak komunitas —
we’re very open and grateful.
Karena ekosistem bukan dibangun sendirian.
🟡 Banyak yang tanya **gimana saya bisa mulai nulis di LinkedIn** dan konsisten sampai sekarang. Jawabannya sedang saya siapkan bareng AI, **langsung aja join Batch 1**-nya di sini: https://lnkd.in/gcPxaRkn
🟡 Mau mentoring tentang startup yang realistis dan tahan banting?





