Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Dompet Tebal, Digital ID dan BPJS yang Mandek

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Dompet Tebal, Digital ID dan BPJS yang Mandek

Dompet Kita: Museum Kartu Identitas yang Gagal Disederhanakan

Sudah hampir 20 tahun kita bicara soal Digital ID.
Tapi apa yang ada di dompet kamu hari ini?
1. KTP
2. SIM A & C
3. BPJS Kesehatan
4. BPJS Ketenagakerjaan
5. NPWP
6. Kartu ATM
7. Kartu e-Money
8. Kartu Kredit
9. Kartu Member & Loyalty
…dan bonus: kartu vaksin, kartu donor, kartu perpustakaan.

Makanya jangan heran kalau dompet emak-emak tebalnya kayak bantal.
Bukan karena isinya uang — tapi karena negara belum berhasil menyatukan identitas warganya sendiri.

Dulu Sempat Ada Harapan. Ingat e-KTP?
Digadang-gadang jadi satu kartu untuk semua.
Sayangnya, malah jadi ajang korupsi.
Kasus e-KTP jadi salah satu skandal digital terbesar.
Dan sejak itu, upaya simplifikasi mati suri.

Sementara Itu... Sektor Keuangan Jalan Terus

  • Mobile banking sudah canggih
  • Kartu debit & kredit mulai digantikan QRIS
  • e-Wallet jadi arus utama

Artinya? Jelas.
Kalau memang ada good will, perubahan itu bisa terjadi.

Tapi Begitu Bicara BPJS dan Family-nya… 😮‍💨

  • Mobile JKN
  • JMO (Jamsostek Mobile)

Coba aja pakai.
Yang ada bukan user journey, tapi user stres-strategy.
Login susah. Fitur nggak sinkron. Kalau error?
Disuruh telpon call center, terus dilempar-lempar, dan ujungnya tetap disuruh… antre di kantor.

Kenapa Kita Gagal Move On?
Karena sistem ini dibangun oleh orang-orang yang larut dalam budaya lama.
Tanpa mindset strategis.
Tanpa desakan untuk benar-benar menyelesaikan masalah akar.

Tapi bisa nggak kita move on?
BISA.
Tinggal tunggu good will dari mereka yang pegang jabatan strategis.
Atau dari kita yang berani mendorong perubahan.

Apa yang Bisa Dilakukan?
1. Bangun Awareness — Suarakan terus bahwa kita tertinggal.
2. Mulai dari yang paling rusak — Misal, BPJS, digital ID, SIM.
3. Bentuk Task Force Lintas Sektor — Jangan dibebankan ke satu kementerian.
4. Masukkan Profesional Based on Target — Bukan sekadar ASN biasa.
5. Harus Ada Penjaga Perubahan — Karena budaya lama pasti melawan.

Dan tentu, semua ini butuh restu dari yang paling atas.
Kalau tidak? Ya siap-siap proyek digitalisasi jadi proyek bancakan lagi.

Kalau kamu juga punya keresahan yang sama,  
atau mau diskusi soal bagaimana digital reform bisa dijalankan dari sisi eksekusi,  
DM aja atau kontak saya di:

📩 Atau mention saya kalau mau ajak kolaborasi.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

← Semua tulisan