Darah itu Merah, Jenderal!
IHSG anjlok 6,12% ke level 6.076,08, sementara negara-negara tetangga malah hijau semua, menguat di hari dan jam yang sama.
Kalau ini cuma 'tren sesaat', kenapa negara lain seperti Singapura, Malaysia, Korea Selatan justru makin stabil bahkan mencatat penguatan?
Kemaren kita sempat mendengar Otoritas Bursa Saham Indonesia sempat menghentikan perdagangan karena IHSG anjlok cukup dalam. Bahkan sejak beberapa waktu lalu ketika Danantara diresmikan pun, IHSG tetap lesu. Saya ingat saat itu beberapa pejabat berkomentar santai, katanya ini trend sesaat dan fundamental market kita masih kuat.
Rasanya naif sekali. Apalagi kalau alasan utamanya disebut karena ekonomi global. Faktanya, negara tetangga justru baik-baik saja. Setelah beberapa minggu berlalu, kondisinya malah makin buruk. Jelas ini bukan sekadar masalah ekonomi global, tapi juga problem domestik yang serius.
Kita semua merasakannya:
- Layoff besar-besaran di industri tech.
- Startup bertumbangan.
- Inovasi mandek.
- Industri manufaktur ambruk, PHK massal terjadi.
Di sisi lain, berita korupsi makin gila-gilaan. Seolah jadi "trofi bergilir", kali ini Pertamina mencatat skandal hingga 1000 triliun rupiah.
Rasanya seperti melihat negeri ini makin gelap. Gerakan seperti #kaburajadulu dan #indonesiagelap muncul sebagai bentuk keresahan nyata.
Terus gimana?
- Jangan cuek. Sadarilah bahwa situasi ini serius.
- Siapkan dana darurat. Jangan abaikan mode survival.
- Punya side hustle. Andalkan lebih dari satu sumber penghasilan.
- Gabung komunitas. Jangan hadapi ini sendirian, support system itu penting.
✅ **Ngobrol langsung dengan saya** kalau kamu bingung mulai dari mana: https://lnkd.in/gwVDP9rE
✅ **Gabung ke Tech Voice Indonesia** untuk diskusi bareng anak-anak tech lainnya yang siap menghadapi perubahan: https://lnkd.in/gFEj9y42





