Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Arsitektur Digital Nasional: Semua Jalan Sendiri

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Siapa Arsitek Digital Indonesia Sebenarnya?

Siapa Arsitek Digital Indonesia Sebenarnya?
Kenapa justru sektor lain bikin sistem sendiri-sendiri?

Dari korupsi BTS era Menkominfo Johny Plate,
ke kisruh judi online era Menkominfo Budi Arie.
Di periode akhir Jokowi, sektor digital jadi bancakan.
Padahal… ini harusnya garda depan transformasi digital bangsa.

Dan sekarang kita rasakan dampaknya:

  • Data publik berserakan
  • Sistem e-gov jalan masing-masing
  • Arsitektur digital nasional? Nggak ada

Pemerintah pusat dan BUMN bikin “govtech” sendiri-sendiri:

  • DTO (Kemenkes)
  • Platform Merdeka (Kemendikbud)
  • Telkom bikin govtech sendiri
  • Peruri urus tanda tangan digital
  • BUMN lain bikin platform sendiri
  • Bapenas bikin Satu Data Indonesia

Semua jalan. Semua digital. Tapi semua nggak nyambung.
Arsitek datanya kemana? Ya harusnya Kominfo.
Tapi sekarang? Sibuk klarifikasi soal judi online. 😮‍💨

Kita ini sedang tertinggal 20–30 tahun.
Sementara dunia sudah kejar-kejaran AI, kita baru mulai urus standar data dasar.
Padahal AI itu hausnya data digital.
Dan kita? Baru mulai digitalisasinya sekarang.

Contoh nyata?
Rekam Medis Elektronik.
Yang disepakati baru data sejak 2023.
Data kesehatan 10 tahun terakhir? Dibuang. Cut-off.

Dan itu semua dianggap “ya sudah terima aja”.

Negara ini nggak bisa terus begini.
Transformasi digital bukan cuma soal bikin aplikasi.
Tapi soal membangun ekosistem yang saling bicara.
Soal arsitektur data yang satu pintu.
Soal kolaborasi, bukan proyek bancakan.

Kalau kita semua diam,
salah satu sektor paling strategis ini
akan terus diseret-seret demi kepentingan jangka pendek - KOMDIGI

Kalau kamu punya keresahan yang sama atau ide konkret untuk bantu negeri ini lebih waras secara digital:

  • Mau ngobrol buat kolaborasi?
  • Punya startup tapi bingung mulai branding & scale?
  • Butuh mentoring intensif sampai jadi?

🟡 Mentoring ke sini https://lnkd.in/gaiB8w8n

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Blockchain di Indonesia: Janji Besar, Adopsi Seret
Ekosistem Tech Indonesia

2 Jul2 mnt

Blockchain di Indonesia: Janji Besar, Adopsi Seret

Blockchain: Teknologi Hebat yang Masih Sepi Peminat Video ini cukup ramai. Mas Wapres Gibran tampil di YouTube resmi, bicara soal pentingnya blockchain untuk lompatan digital Indonesia. Keren? Iya. Tapi jujur, saya…

Tech Voice Indonesia
Ekosistem Tech Indonesia

13 Feb2 mnt

Tech Voice Indonesia: Meetup Perdana dan Standar Industri

Tech Voice Indonesia: Dari Keresahan Digital, Jadi Gerakan Nyata! 🔥 Dulu cuma mimpi, sekarang jadi kenyataan! Sudah 10 tahun lebih saya melihat dunia tech & digital entrepreneurship berjalan sendiri-sendiri, tanpa satu…

Harapan pada Nadiem dan Skandal Laptop Rp9,9 T
Ekosistem Tech Indonesia

16 Jul2 mnt

Harapan pada Nadiem dan Skandal Laptop Rp9,9 T

Dulu Dipanggil Mas Menteri. Sekarang Cuma Disebut Inisial NAM Saya masih ingat betul, waktu itu kita semua bangga. Anak muda, mantan founder unicorn, dipercaya Presiden jadi Menteri. Dikasih panggung buat benerin sistem…

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar
Ekosistem Tech Indonesia

2 Mar2 mnt

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar: Absurd?

500 Miliar Rupiah untuk Sistem Tanda Tangan Digital? Negeri ini memang luar biasa... Ketika digitalisasi dikelola dengan mindset yang salah, yang terjadi bukan efisiensi, tapi proyek absurd dengan angka fantastis…

Lulusan STEM Banyak, Dampak Teknologi Minim
Ekosistem Tech Indonesia

26 Mar2 mnt

Lulusan STEM Banyak, Dampak Teknologi Minim

Lulusan STEM Indonesia Banyak, Tapi Kok Gak Kelihatan ya? Saya baru saja melihat infografis dari @CSETGeorgetown tentang jumlah lulusan STEM (Science, Technology, Engineering, Mathematics) di dunia tahun 2020. Indonesia…

← Semua tulisan