Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Data Publik Salah dan Digitalisasi yang Tersendat

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Data Publik Salah dan Digitalisasi yang Tersendat

Pidato dengan Data Salah ↔ Transformasi Digital yang Jalan di Tempat

Beberapa klaim besar dari Presiden Prabowo sejak menjabat:

  • “Tingkat pengangguran nasional terendah sejak krisis 1998.” (Pidato 15 Agustus 2025)
  • “Kemiskinan turun jadi terendah sepanjang sejarah.” (Nota RAPBN 2026, 15 Agustus 2025)
  • “Pertumbuhan ekonomi kuat, jadi dasar target RAPBN 2026.” (Pidato 15 Agustus 2025)
  • Di Kongres PSI (20 Juli 2025), Presiden menyebut: “BPS melapor pengangguran & kemiskinan menurun.”

Sekilas terdengar manis. Tapi kita tahu di lapangan:

  • Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Feb 2025 = 4,76% (memang turun sedikit dari 4,82% tahun lalu)… tapi tetap tertinggi di ASEAN.
  • Angka kemiskinan 8,47% (23,85 juta jiwa) memang “terendah sepanjang sejarah”… tapi itu pakai standar lama (PPP $2,15/hari). Kalau pakai standar baru Bank Dunia ($3/hari), jumlah miskin jauh lebih besar.
  • Pertumbuhan ekonomi Q2-2025 diumumkan 5,12% YoY… sampai-sampai lembaga riset melaporkan BPS ke PBB karena dianggap janggal.

Di sinilah relevansinya dengan transformasi digital.
Kita sudah puluhan tahun bicara digitalisasi di tiap kementerian lewat Pusdatin, tapi hasilnya? Sistem terfragmentasi, vendorisasi berlapis kayak sub-kon tujuh turunan, dan lahirlah puluhan ribu aplikasi yang jalan sendiri-sendiri. Wajar saja kualitas datanya diragukan.

Saya sempat diskusi dengan tim Satu Data Indonesia (Bappenas). Mereka sekarang mendorong langkah praktis: semua kementerian pakai kode referensi yang sama supaya data bisa di-cross dan di-aggregate. Kedengarannya sederhana, tapi implementasinya? Jelas tidak segampang itu, broo.

Tapi ya, setidaknya ada awareness. Ada arah menuju interoperabilitas. Ada visi one services yang panjang, walau sering terasa seperti pepesan kosong. Banyak yang sudah apatis, tidak percaya lagi.

Namun saya memilih untuk kritik sekaligus berharap.
Karena tanpa data yang akurat, Presiden akan terus dibisikkan laporan “asal bapak senang”. Dan tanpa transformasi digital yang serius, bangsa ini akan terus mengulang lingkaran yang sama: klaim indah, realita pahit.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

INA digital
Ekosistem Tech Indonesia

17 Jan2 mnt

Merger INA DIGITAL dan Beban Ketergantungan Vendor

Kurangi Vendor-Vendoran, Saatnya Punya Tim Digital High Quality Sendiri! Akhir 2024, pemerintah menyatukan semua inisiatif digital di bawah Peruri, lahirlah nama baru: INA DIGITAL. Tapi, apakah ini langkah tepat? Atau…

Tata Kelola Data Publik: Gagal karena Mentalitas
Ekosistem Tech Indonesia

26 Jul2 mnt

Tata Kelola Data Publik: Gagal karena Mentalitas

Tata Kelola Digital Kita Gagal. Bukan Karena Teknologi, Tapi Mentalitas. Kita sudah hidup berdampingan dengan dunia digital sejak 15–20 tahun lalu. Tapi mindset dan mentalitas kita masih tertinggal puluhan tahun ke…

Mentalitas Instan, Korupsi Digital, dan PHK Tech
Ekosistem Tech Indonesia

16 Mar2 mnt

Mentalitas Instan, Korupsi Digital, dan PHK Tech

Mentalitas Bangsa yang Pendek Pikiran: Efeknya ke Digitalisasi dan Gelombang PHK Beberapa waktu yang lalu, saya merenung tentang kondisi bangsa ini. Indonesia, negara yang pada tahun 1945 sama-sama porak poranda seperti…

CTO/CIO dan Krisis Talenta Tech Pasca Tech Winter
Ekosistem Tech Indonesia

16 Jun2 mnt

CTO/CIO dan Krisis Talenta Tech Pasca Tech Winter

Surat Terbuka untuk Para CTO dan CIO di Indonesia (Tentang Talenta Tech yang Sedang Terpuruk Diam-diam) Kita sempat euforia ketika ada “role model sukses” seperti Nadiem Makarim. Tapi sekarang banyak yang diam—atau…

Kerja DPR: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan
Ekosistem Tech Indonesia

3 Sep2 mnt

Kerja DPR: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

Edisi bahas yang lagi rame. Kita sering dengar cerita anggota DPR korupsi, hedon, atau arogansi mereka. Jarang sekali kita dengar prestasi nyata yang langsung menyentuh hidup kita. Padahal di atas kertas, DPR adalah…

← Semua tulisan