Edisi bahas yang lagi rame.
Kita sering dengar cerita anggota DPR korupsi, hedon, atau arogansi mereka.
Jarang sekali kita dengar prestasi nyata yang langsung menyentuh hidup kita.
Padahal di atas kertas, DPR adalah lembaga yang katanya mewakili aspirasi rakyat.
Tapi kenyataannya, loyalitas mereka lebih sering ke partai. Bahkan ada cerita, untuk bisa duduk di sana, anggota harus setor ke partai.
Tidak heran kalau suara protes keras dari rakyat muncul—bahkan sampai ada yang teriak “bubarkan DPR!”.
Jadi, apa sih sebenarnya kerjaan DPR?
Kalau disederhanakan, ada 3 fungsi utama:
- Legislasi – bikin Undang-Undang
- Anggaran – menyetujui & mengawasi APBN (uang rakyat ribuan triliun per tahun)
- Pengawasan – memastikan pemerintah tidak seenaknya
Khusus legislasi, DPR menyusun Prolegnas (Program Legislasi Nasional).
- Untuk periode 2025–2029, ada 176 RUU yang ditargetkan
- Khusus tahun 2025, ada 41 RUU prioritas
Kalau dilihat isinya, ada beberapa kategori besar:
- Reformasi birokrasi & politik → RUU ASN, Pemilu, Pilkada, Pemerintahan Daerah.
- Isu sosial & perlindungan rakyat → RUU PPRT, Masyarakat Adat, Pekerja Migran, Perlindungan Konsumen.
- Energi & lingkungan → RUU Energi Baru Terbarukan, Perubahan Iklim, Kehutanan.
- Digital & keamanan → RUU Keamanan Siber, Penyiaran, Statistik, Hukum Perdata Internasional.
- Ekonomi & fiskal → RUU Pajak (Tax Amnesty), Perindustrian, Ritel Modern.
Kedengarannya keren, bukan?
Tapi masalahnya: indikator kinerja DPR absurd.
Apakah cukup dibilang “berhasil” hanya karena menyelesaikan 41 RUU? Bagaimana kita menilai apakah UU itu benar-benar bermanfaat langsung untuk masyarakat, bukan hanya untuk elite atau kepentingan politik?
Kenapa penting kita bahas ini?
Karena kekuasaan DPR besar sekali. Mereka yang mengawasi, mereka yang mengontrol APBN ribuan triliun setiap tahun.
Kalau rakyat tidak melek, DPR bisa terus jalan dengan “business as usual”: sibuk rapat, sibuk reses, tapi lupa siapa yang mereka wakili.
Pertanyaannya:
Kapan terakhir kali Anda merasa keputusan DPR benar-benar mewakili suara kita?
Atau jangan-jangan kita bahkan tidak tahu apa yang sedang mereka kerjakan?
👉 Sudah saatnya kita lebih kritis, lebih melek, dan mengawal wakil kita—bukan hanya protes saat ada skandal, tapi juga memahami workflow mereka sehari-hari.





