Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Kerja DPR: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Kerja DPR: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

Edisi bahas yang lagi rame.
Kita sering dengar cerita anggota DPR korupsi, hedon, atau arogansi mereka.
Jarang sekali kita dengar prestasi nyata yang langsung menyentuh hidup kita.

Padahal di atas kertas, DPR adalah lembaga yang katanya mewakili aspirasi rakyat.
Tapi kenyataannya, loyalitas mereka lebih sering ke partai. Bahkan ada cerita, untuk bisa duduk di sana, anggota harus setor ke partai.

Tidak heran kalau suara protes keras dari rakyat muncul—bahkan sampai ada yang teriak “bubarkan DPR!”.

Jadi, apa sih sebenarnya kerjaan DPR?
Kalau disederhanakan, ada 3 fungsi utama:

  1. Legislasi – bikin Undang-Undang
  2. Anggaran – menyetujui & mengawasi APBN (uang rakyat ribuan triliun per tahun)
  3. Pengawasan – memastikan pemerintah tidak seenaknya

Khusus legislasi, DPR menyusun Prolegnas (Program Legislasi Nasional).

  • Untuk periode 20252029, ada 176 RUU yang ditargetkan
  • Khusus tahun 2025, ada 41 RUU prioritas

Kalau dilihat isinya, ada beberapa kategori besar:

  • Reformasi birokrasi & politik → RUU ASN, Pemilu, Pilkada, Pemerintahan Daerah.
  • Isu sosial & perlindungan rakyat → RUU PPRT, Masyarakat Adat, Pekerja Migran, Perlindungan Konsumen.
  • Energi & lingkungan → RUU Energi Baru Terbarukan, Perubahan Iklim, Kehutanan.
  • Digital & keamanan → RUU Keamanan Siber, Penyiaran, Statistik, Hukum Perdata Internasional.
  • Ekonomi & fiskal → RUU Pajak (Tax Amnesty), Perindustrian, Ritel Modern.

Kedengarannya keren, bukan?
Tapi masalahnya: indikator kinerja DPR absurd.
Apakah cukup dibilang “berhasil” hanya karena menyelesaikan 41 RUU? Bagaimana kita menilai apakah UU itu benar-benar bermanfaat langsung untuk masyarakat, bukan hanya untuk elite atau kepentingan politik?

Kenapa penting kita bahas ini?
Karena kekuasaan DPR besar sekali. Mereka yang mengawasi, mereka yang mengontrol APBN ribuan triliun setiap tahun.
Kalau rakyat tidak melek, DPR bisa terus jalan dengan “business as usual”: sibuk rapat, sibuk reses, tapi lupa siapa yang mereka wakili.

Pertanyaannya:
Kapan terakhir kali Anda merasa keputusan DPR benar-benar mewakili suara kita?
Atau jangan-jangan kita bahkan tidak tahu apa yang sedang mereka kerjakan?

👉 Sudah saatnya kita lebih kritis, lebih melek, dan mengawal wakil kita—bukan hanya protes saat ada skandal, tapi juga memahami workflow mereka sehari-hari.

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

negara konoha
Ekosistem Tech Indonesia

5 Jan2 mnt

15 Tahun Startup: Autopilot Tanpa Strategi Negara

15 Tahun Industri Startup: Dari Auto-Pilot hingga Nyungsep Bareng-Bareng 💡Industri startup Indonesia sudah berjalan 15 tahun lebih, dimulai dari anak-anak muda yang minim pengalaman, berjuang mencari jalannya sendiri…

PPATK Blokir Rekening Dormant, Strategi Sapu Jagat
Ekosistem Tech Indonesia

3 Agu2 mnt

PPATK Blokir Rekening Dormant, Strategi Sapu Jagat

Nama Besar. Akses Luar Biasa. Tapi strateginya? Bikin geleng kepala. PPATK bikin geger se-Indonesia. Rekening-rekening pasif (dormant) diblokir. Alasannya? Untuk “melindungi dari kejahatan judi online.” Saya ulang ya…

Belajar Mindset Transformasi Digital dari BCA
Ekosistem Tech Indonesia

24 Mei2 mnt

Belajar Mindset Transformasi Digital dari BCA

Digital Transformasi Itu Bukan Tentang Aplikasi. Tapi Tentang Mindset. Contoh paling smooth dan elegan tentang transformasi digital di Indonesia? BANK BCA. Saya tidak sedang di-endorse, dan bukan nasabah istimewa. Tapi…

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar
Ekosistem Tech Indonesia

2 Mar2 mnt

RFP Tanda Tangan Digital 500 Miliar: Absurd?

500 Miliar Rupiah untuk Sistem Tanda Tangan Digital? Negeri ini memang luar biasa... Ketika digitalisasi dikelola dengan mindset yang salah, yang terjadi bukan efisiensi, tapi proyek absurd dengan angka fantastis…

CS Pajak Mengajari Hack XML, Tanda Sistem Gagal
Ekosistem Tech Indonesia

5 Mar2 mnt

CS Pajak Mengajari Hack XML, Tanda Sistem Gagal

Ketika Customer Service Pajak Kasih Solusi Hack Sendiri… Pertama, kita apresiasi dulu semangat tim kringpajak yang berusaha kasih solusi ke user. Mereka sampai kasih langkah-langkah edit XML di Notepad++ buat nge-fix…

← Semua tulisan