Ketika Customer Service Pajak Kasih Solusi Hack Sendiri…
Pertama, kita apresiasi dulu semangat tim kring_pajak yang berusaha kasih solusi ke user.
Mereka sampai kasih langkah-langkah edit XML di Notepad++ buat nge-fix masalah di sistem DJP Online.
Tapi kalau kita lihat lebih dalam…
Kenapa CS yang harus kasih solusi hack ala programmer?
Biasanya, kalau ada error di sistem:
- User lapor ke CS.
- CS buat tiket ke tim internal atau vendor IT.
- Tim IT investigasi dan patch bug di sistem.
Tapi di sini? Langsung bypass ke solusi manual yang harus dikerjakan user sendiri.
Kenapa Ini Masalah?
1️⃣ DJP lagi disorot habis-habisan karena Coretax yang bermasalah.
2️⃣ Momen kritis: Traffic ke sistem pajak bakal naik drastis dari Januari sampai Maret karena input wajib pajak & laporan SPT.
3️⃣ Ganti sistem di masa high traffic? Resiko besar.
- Biasanya tech lead atau senior engineers paham banget kalau major update sebaiknya dihindari saat peak season.
- Kalau ada hiccup, efeknya bisa ke operasional & bisnis.
Tapi ya lagi-lagi ini bukan masalah tech.
Ini masalah pengambilan keputusan di level atas.
Jadi, kalau sistemnya masih belum siap, siapa yang kena getahnya?
Udah pasti maen lempar2an:
- QA ini test case kurang komperhensif
- Programmer ini coding-nya jelek
- Product / BA tidak bisa detail requirement
- Project Manager bikin timeline ga manusiawi
Muter2 aja tuh blamming, nightmare pasti.
Sedangkan bos2 pengambil keputusan diatas sudah punya skenario plan #kaburajadulu 😏
Apa pendapat kalian tentang ini? Apakah ini normal di sistem layanan publik kita?
📢 Gabung di Tech Voice Indonesia buat diskusi lebih dalam & cari solusi bareng komunitas tech.
👉 Join di sini: https://lnkd.in/gR4hdQhf





