Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

15 Tahun Startup: Autopilot Tanpa Strategi Negara

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
negara konoha

15 Tahun Industri Startup: Dari Auto-Pilot hingga Nyungsep Bareng-Bareng

💡Industri startup Indonesia sudah berjalan 15 tahun lebih, dimulai dari anak-anak muda yang minim pengalaman, berjuang mencari jalannya sendiri, lalu disambut oleh investor yang juga sama-sama belum berpengalaman. Mereka membentuk culture saling backup, dan akhirnya... nyungsep bareng-bareng.

Sebagian besar founder awal dan investor pertama kini sudah menghilang dari radar.
Beberapa menikmati hasil penggelembungan valuasi yang tidak wajar. Tapi efeknya terasa ke mana-mana:

  • Tenaga kerja: PHK massal dan chaos supply-demand di dunia tech.
  • Pendidikan: Banyak bootcamp tech lahir tanpa arah jelas.
  • Ekonomi: Perlambatan terasa.

Di Mana Peran Pemerintah?

Yang bikin saya geram adalah selama 15 tahun ini, peran pemerintah hampir tidak terdengar.

  • Apa yang dilakukan saat industri ini mulai “going south”?
  • Mana strategi nasional untuk tech dan startup?

Kalau saya coba tebak, ini seharusnya tanggung jawab Kementerian Komunikasi dan Informatika.
Tapi dari 8 menteri Kominfo sejak reformasi, hanya Chief RA - pak Rudiantara yang benar-benar praktisi dan paham lapangan. Sisanya? Ya, politisi.

Sementara itu, di Amerika, China, atau India:

  • Mereka melindungi startup lokal dan memberikan dukungan penuh untuk mendunia.
  • Mereka punya strategi nasional yang jelas untuk teknologi kreatif.

Lucunya lagi, founder sukses malah ditempatkan jadi Menteri Pendidikan. Serius? Ini keblinger.

Negara Konoha?

15 tahun startup berjalan seperti auto-pilot.
Hasilnya? Industri tech sekarang masuk survival mode.

Tapi, teman-teman di dunia tech—software engineer, QA, product, PMO, BA, data, infra, dan anak-anak startup lainnyaayo, jangan diam saja.

Kita tahu kebiasaan kita sering “nggak enakan.” Tapi lihat di sisi lain: segelintir orang culas justru bersatu membentuk koalisi untuk merampok uang masyarakat.

Kalau kita terus diam, apa yang akan berubah? Saatnya kita bersuara dan membentuk ekosistem yang lebih sehat.

Bagaimana menurut kalian? Apa yang salah dengan strategi tech di negara kita? Atau, apakah memang tidak pernah ada strategi sejak awal? Share pendapat kalian di komentar!

💡 PS:
👉 Gabung komunitas kami untuk saling berbagi dan mendukung: https://lnkd.in/gCXHMPGf

👉 Beli buku saya di Google Play Books: “Cheat Sheet Karier Zaman Now” https://bit.ly/4iWK2U8

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

PPATK Blokir Rekening Dormant, Strategi Sapu Jagat
Ekosistem Tech Indonesia

3 Agu2 mnt

PPATK Blokir Rekening Dormant, Strategi Sapu Jagat

Nama Besar. Akses Luar Biasa. Tapi strateginya? Bikin geleng kepala. PPATK bikin geger se-Indonesia. Rekening-rekening pasif (dormant) diblokir. Alasannya? Untuk “melindungi dari kejahatan judi online.” Saya ulang ya…

Mulai Inisiatif Data: Semangat vs Eksekusi
Ekosistem Tech Indonesia

19 Sep2 mnt

Mulai Inisiatif Data: Semangat vs Eksekusi

Semua Mau Data. Tapi Gimana Mulainya? Beberapa kali saya diminta handle inisiasi data di berbagai perusahaan, dan polanya sering mirip: semangatnya tinggi, tapi eksekusinya berantakan. Startup modern Sistemnya digital…

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita
Ekosistem Tech Indonesia

4 Feb2 mnt

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita Saya benar-benar terdiam ketika membaca berita ini. Seorang siswa SD di NTT mengakhiri hidupnya karena tidak dibelikan pulpen dan buku. Ini bukan sekadar tragedi. Ini…

Phonebook Effect dan Lahirnya Tech Voice Indonesia
Ekosistem Tech Indonesia

11 Feb2 mnt

Phonebook Effect dan Lahirnya Tech Voice Indonesia

💡 Networking? Ah, cuma buang-buang waktu. Kenalan, ngobrol, ngopi—kesannya hanya rutinitas sosial yang kadang terasa kurang nyaman, terutama dengan orang yang belum dikenal. Tapi tau nggak? Menurut penelitian…

Koneksi, Upeti, dan Feodalisme Bisnis RI
Ekosistem Tech Indonesia

17 Mei2 mnt

Koneksi, Upeti, dan Feodalisme Bisnis RI

Bukan Masalah Kompetensi. Tapi Siapa yang Dapat ‘Bagian’. Refleksi dari obrolan soal bisnis di Indonesia. Beberapa waktu lalu, saya membaca tulisan dari Michal Wasserbauer — seorang founder dan investor asal Eropa yang…

← Semua tulisan