Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Mulai Inisiatif Data: Semangat vs Eksekusi

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Mulai Inisiatif Data: Semangat vs Eksekusi

Semua Mau Data. Tapi Gimana Mulainya?

Beberapa kali saya diminta handle inisiasi data di berbagai perusahaan, dan polanya sering mirip: semangatnya tinggi, tapi eksekusinya berantakan.

Startup modern
Sistemnya digital, tapi banyak “hack” di belakang. Management pengen data-driven decision dan data monetization. Akhirnya kita susun strategi, eksekusi bertahap. Itu 10 tahun lalu, sebelum AI hype seperti sekarang.

Group konglomerat
Puluhan ribu karyawan, lini usaha besar. Holding butuh visibility untuk cepat ambil keputusan. Awareness bagus, tapi eksekusinya berat sekali.

Startup baru
Fokus ke user traction, tapi arsitektur data dilupakan. Database OLTP dipaksa jadi OLAP, semua report diambil dari sistem utama. Awalnya oke, lama-lama ngeden.

Platform online besar
SOP rapih, people-nya mature. Tapi sistemnya ibarat mobil 7 seater diisi 15 orang. Untungnya, karena disiplin, transisi ke konsep datawarehouse jauh lebih mudah.

Yang sering saya lihat: semua paham data itu kunci, tapi banyak yang bingung:

  • Gimana mulainya?
  • Sistem existing perlu di-improve atau dibongkar?
  • Berapa cost untuk dapat dashboard yang benar-benar bernilai?
  • Perlu resource manusia apa saja, berapa banyak?

Jawaban sepintas bisa saja ada. Tapi kalau tanpa pengalaman bawa data ke level berikutnya, jadinya: semangat ada, inisiasi ada, eksekusi berantakan.

Jadi buat teman-teman yang sekarang lagi hiring data engineer, data analyst, atau data scientist — coba tanya lagi: tujuannya apa? strateginya jelas nggak? action plan-nya sudah ada?

Kalau mau ngobrol lebih jauh, feel free to DM.
Atau langsung ke sini → https://lnkd.in/gAgWpHAS

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Tarif AS ke Indonesia dan Alasan di Baliknya
Ekosistem Tech Indonesia

3 Apr2 mnt

Tarif AS 42% ke Indonesia dan Alasan di Baliknya

Tarif Baru Amerika: Indonesia Kena ‘Liberation Day’ Gila, Indonesia kena tarif 42% untuk ekspor ke AS. Yes, 32% tarif tambahan + 10% tarif dasar universal baru = 42% total. Sebelumnya? Rata-rata tarif AS cuma sekitar…

Transparansi Outage: Pelajaran dari Canva Down
Ekosistem Tech Indonesia

20 Okt2 mnt

Transparansi Outage: Pelajaran dari Canva Down

Ketika Canva Down, Tapi Kita Tidak Dibuat Gelap Hari ini sudah lebih 2 jam Canva down. Buat sebagian orang, mungkin ini sepele. Tapi bagi banyak dari kita yang kerja dengan deck, presentasi ke partner, proposal bisnis —…

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja
Ekosistem Tech Indonesia

4 Mar2 mnt

100+ Pelamar Sekejap: Oversupply Pencari Kerja

100+ Pelamar dalam Hitungan Menit: Cari Kerja Sekarang Seperti Hunger Games? Pernah lihat job posting di LinkedIn yang dalam hitungan menit sudah tembus 100+ pelamar? Atau mungkin kamu sendiri yang lagi apply, tapi…

Kerja DPR: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan
Ekosistem Tech Indonesia

3 Sep2 mnt

Kerja DPR: Legislasi, Anggaran, dan Pengawasan

Edisi bahas yang lagi rame. Kita sering dengar cerita anggota DPR korupsi, hedon, atau arogansi mereka. Jarang sekali kita dengar prestasi nyata yang langsung menyentuh hidup kita. Padahal di atas kertas, DPR adalah…

DTSEN: Bansos Lebih Tepat Lewat Data Tunggal
Ekosistem Tech Indonesia

18 Jul2 mnt

DTSEN: Bansos Lebih Tepat Lewat Data Tunggal

Yang Butuh Nggak Dapat. Yang Dapat Nggak Butuh Kita hidup di negara yang sering bangga bilang: “Bansos untuk rakyat.” Tapi kenyataannya? Banyak yang butuh malah nggak kekebagian. Dan yang memang sudah mampu… bangga pake…

← Semua tulisan