Semua Mau Data. Tapi Gimana Mulainya?
Beberapa kali saya diminta handle inisiasi data di berbagai perusahaan, dan polanya sering mirip: semangatnya tinggi, tapi eksekusinya berantakan.
Startup modern
Sistemnya digital, tapi banyak “hack” di belakang. Management pengen data-driven decision dan data monetization. Akhirnya kita susun strategi, eksekusi bertahap. Itu 10 tahun lalu, sebelum AI hype seperti sekarang.
Group konglomerat
Puluhan ribu karyawan, lini usaha besar. Holding butuh visibility untuk cepat ambil keputusan. Awareness bagus, tapi eksekusinya berat sekali.
Startup baru
Fokus ke user traction, tapi arsitektur data dilupakan. Database OLTP dipaksa jadi OLAP, semua report diambil dari sistem utama. Awalnya oke, lama-lama ngeden.
Platform online besar
SOP rapih, people-nya mature. Tapi sistemnya ibarat mobil 7 seater diisi 15 orang. Untungnya, karena disiplin, transisi ke konsep datawarehouse jauh lebih mudah.
Yang sering saya lihat: semua paham data itu kunci, tapi banyak yang bingung:
- Gimana mulainya?
- Sistem existing perlu di-improve atau dibongkar?
- Berapa cost untuk dapat dashboard yang benar-benar bernilai?
- Perlu resource manusia apa saja, berapa banyak?
Jawaban sepintas bisa saja ada. Tapi kalau tanpa pengalaman bawa data ke level berikutnya, jadinya: semangat ada, inisiasi ada, eksekusi berantakan.
Jadi buat teman-teman yang sekarang lagi hiring data engineer, data analyst, atau data scientist — coba tanya lagi: tujuannya apa? strateginya jelas nggak? action plan-nya sudah ada?
Kalau mau ngobrol lebih jauh, feel free to DM.
Atau langsung ke sini → https://lnkd.in/gAgWpHAS





