Masuk

Ekosistem Tech Indonesia2 menit baca

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita

FarenFounder VoiceHub · Inisiator Tech Voice Indonesia
Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita

Tragedi di NTT dan Bom Waktu Masalah Sosial Kita

Saya benar-benar terdiam ketika membaca berita ini.
Seorang siswa SD di NTT mengakhiri hidupnya karena tidak dibelikan pulpen dan buku.

Ini bukan sekadar tragedi.
Ini alarm keras.

Kasus seperti ini terasa seperti bom waktu.
Masalah sosial dan kemiskinan yang menumpuk, lalu meledak dalam bentuk yang paling ekstrem.

Ironisnya, ini terjadi di tengah gembar-gembor program Makan Bergizi Gratis (MBG)
yang katanya fokus ke sekolah dan daerah dengan keterbatasan ekonomi.

Tapi kejadian ini menunjukkan satu hal penting:
masalahnya bukan hanya soal makan,
tapi akses dasar pendidikan dan perlindungan sosial yang luput terbaca.

Menteri Sosial sudah angkat bicara dan menekankan pentingnya penguatan data untuk melindungi keluarga rentan.
Dan saya yakin, di level kebijakan, ini bukan hal baru bagi Kementerian Sosial.

Kalau bicara data, Indonesia sebenarnya tidak kekurangan:

  • Badan Pusat Statistik sudah puluhan tahun mengumpulkan data kependudukan
  • Kementerian/lembaga punya unit sendiri-sendiri
  • Pemerintah daerah juga punya sistemnya masing-masing

Masalahnya bukan di ada atau tidaknya data.

Masalahnya:
data itu tersebar, tidak terhubung, dan tidak saling bicara.

Banyak data masih:

  • dikumpulkan manual
  • berbentuk dokumen
  • atau tersimpan di sistem vendor yang berdiri sendiri

Akhirnya, data ada…
tapi tidak bisa dibaca sebagai satu cerita utuh.

Sebenarnya Indonesia sudah punya inisiatif penting:
Satu Data Indonesia
yang bertujuan menstandarkan dan mengintegrasikan data lintas sektor.

Beberapa daerah juga sudah jalan:

  • Jakarta
  • Jawa Barat dan banyak negara lain menggunakan pendekatan serupa dengan platform open data seperti CKAN.

Secara teknologi, ini bukan hal baru.

Tapi selama:

  • data sosial
  • data pendidikan
  • data bantuan tidak benar-benar terhubung dan dipakai bersama,

maka kebijakan akan terus terlihat aktif,
tapi sering salah sasaran.

Dan tragedi seperti ini akan terus muncul,
sebagai pengingat pahit bahwa sistem kita terlambat membaca realita.

Baru "ngeh" pentingnya digitalisasi yang utuh setelah tragedi2 seperti ini MIRIS..

Dapat tulisan baru lewat surel

Satu email setiap ada tulisan baru. Tidak perlu bikin akun, dan bisa berhenti kapan saja lewat tautan di tiap email.

Tulisan lain soal Ekosistem Tech Indonesia

Mudik Sepi dan Sinyal Ekonomi Sedang Lesu
Ekosistem Tech Indonesia

29 Mar2 mnt

Mudik Sepi dan Sinyal Ekonomi Sedang Lesu

Mudik Tahun Ini Rasanya Sepi. Tapi Kok Rasanya Bukan Karena Lebih Tertib, ya? Beberapa hari lalu, H-5 Lebaran, saya ikut mudik lewat jalur darat dan menyebrang ke Pulau Sumatera. Sudah siap mental untuk hadapi antrian…

Tata Kelola Data Publik: Gagal karena Mentalitas
Ekosistem Tech Indonesia

26 Jul2 mnt

Tata Kelola Data Publik: Gagal karena Mentalitas

Tata Kelola Digital Kita Gagal. Bukan Karena Teknologi, Tapi Mentalitas. Kita sudah hidup berdampingan dengan dunia digital sejak 15–20 tahun lalu. Tapi mindset dan mentalitas kita masih tertinggal puluhan tahun ke…

Angka-angka kadang berbicara lebih jujur dari narasi.
Ekosistem Tech Indonesia

10 Mar2 mnt

Angka-angka kadang berbicara lebih jujur dari narasi.

Angka-angka kadang berbicara lebih jujur dari narasi. Beberapa minggu ini ada tiga angka yang menarik untuk diperhatikan: Rupiah hampir menyentuh 17.000 per USD IHSG terkoreksi kembali di kisaran 7.000-an Harga crude…

Gelombang PHK Indonesia, Suara Buntu ke DPR
Ekosistem Tech Indonesia

29 Agu2 mnt

Gelombang PHK Indonesia, Suara Buntu ke DPR

Demo DPR & Gelombang PHK: Suara yang Tertutup Tembok Jujur saja, kita tidak tahu lagi harus menyuarakan hal ini ke mana. Selama 3 tahun terakhir saya sudah menulis ratusan kali soal PHK dan dampaknya di LinkedIn. Tapi…

Efisiensi dan Layoff: Startup Kini Disusul Pemerintah
Ekosistem Tech Indonesia

14 Feb2 mnt

Efisiensi dan Layoff: Startup Kini Disusul Pemerintah

Efisiensi = Layoff? Sekarang Bukan Cuma Startup, Pemerintah Pun Ikut Main Efisiensi. Kata yang paling ditakuti di dunia startup. Kalau sudah ada pengumuman ini, PHK di depan mata. Tapi sekarang, bukan cuma startup…

← Semua tulisan