Tata Kelola Digital Kita Gagal. Bukan Karena Teknologi, Tapi Mentalitas.
Kita sudah hidup berdampingan dengan dunia digital sejak 15–20 tahun lalu.
Tapi mindset dan mentalitas kita masih tertinggal puluhan tahun ke belakang.
Orientasi kita masih soal “perut” → bukan soal masa depan.
Dan itu berujung pada kasus-kasus menyakitkan seperti:
- e-KTP (2010–2012): digitalisasi = ladang korupsi
- PDNS (2024): pusat data nasional kena hack, data penting hilang, dan terbongkar korupsi di dalamnya
Saya dengar kabar—sayup-sayup—bahwa data dari kementerian dan lembaga juga hilang, termasuk data sensitif.
Dan kasus ini menyentuh pejabat tinggi di Kominfo. Tapi lagi-lagi, seperti ditutup-tutupi.
Ini bukan lagi soal teknis.
Tapi soal tata kelola yang buruk dan mindset pejabat yang tidak siap mengelola era digital.
Kenapa investor cloud begitu lama masuk Indonesia?
10 tahun lalu saya melihat kompetisi cloud antar raksasa: AWS, GCP, Azure.
Tapi mereka ogah bikin Data Center di Indonesia.
Baru sekitar 2020an mereka masuk. Kenapa?
Karena:
- Tata kelola data kita amburadul
- Pemerintah banyak bicara soal data sovereignty, tapi faktanya?
- Banyak sistem kita tetap disimpan di luar negeri—Singapura contohnya
- Perusahaan-perusahaan besar lebih percaya data mereka disimpan di luar
Dan sekarang? Kita makin bingung dengan isu “Transfer Data Pribadi” ke AS
Dalam deal resiprokal tarif antara Indonesia–Amerika, tiba-tiba muncul poin soal transfer personal data.
Ini bikin banyak orang geleng-geleng.
Emangnya kita lagi obral data pribadi ke negara luar?
Saya sih masih positive thinking.
Mungkin maksudnya bukan data NIK/KTP/HP—karena toh kita sudah punya UU PDP.
Tapi tetap saja, ini jadi alarm keras buat kita:
Apakah kita sudah benar-benar punya tata kelola data yang solid?
Sampai Amerika bilang sinih deh gue urus data elu 😥
Kenapa saya sangat concern?
Karena saya dan tim sedang inisiasi untuk bantu banyak sektor—baik pemerintah maupun swasta—untuk:
- Membereskan data yang tercecer akibat digitalisasi setengah matang
- Menyusun ulang governance & fondasi pengelolaan data
- Membangun data commerce platform yang bisa jadi sumber insight lintas sektor
Semangatnya:
Bukan jualan data, tapi bikin data yang kita punya punya makna.
🟡 Buat teman-teman di kementerian, lembaga, daerah, dan perusahaan swasta yang mulai sadar pentingnya tata kelola data → yuk ngobrol.
Saya terbuka untuk kolaborasi, konsultasi, atau sekadar brainstorming bareng. **DM langsung saja**.





